Sindir Bupati Mawardi, SADaR Aceh: Bandara SIM Harus Tutup Hari Jumat

Sekjend Sentral Aktivis Dayah untuk Rakyat (SADaR) Aceh, Tgk Miswar Ibrahim Njong.[dok:pribadi]

Bagikan

Sindir Bupati Mawardi, SADaR Aceh: Bandara SIM Harus Tutup Hari Jumat

Sekjend Sentral Aktivis Dayah untuk Rakyat (SADaR) Aceh, Tgk Miswar Ibrahim Njong.[dok:pribadi]

MASAKINI.CO – Himbauan Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali terkait penghentian aktivitas Bandara Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar saat Idul Fitri dan Idul Adha mengundang reaksi santri.

Sekjend Sentral Aktivis Dayah untuk Rakyat (SADaR) Aceh, Tgk Miswar Ibrahim Njong menilai imbauan tersebut sama sekali tidak merepresentasikan syariat Islam.

“Justru jika dilihat dari perspektif Maqashid Syar’iyyah, kebijakan Mawardi malah melawan syari’at Islam itu sendiri,” tegas Tgk Miswar lewat pernyataan tertulisnya, Sabtu (27/).

Ia juga menilai alasan dikeluarkannya imbauan lemah, tidak dapat dijadikan sebagai dalil kebijakan apalagi mengatasnamakan Syariat Islam.

Menurut Tgk Miswar, jika alasannya karena aktivitas penerbangan pesawat menggangu kekhusyukan masyarakat dalam melaksanakan shalat id dan agar pekerja bandara bisa libur sejenak, maka akan muncul konsekuensi lain yang memerlukan konsistensi serupa dari pemerintah Aceh Besar.

“Sebab kalau dua alasan itu dijadikan dasar kebijakan, maka setiap hari Jumat bandara juga harus tutup karena aktivitas pesawat mengganggu kekhusyukan ibadah jumat, malah setiap shalat lima waktu bandara juga harus tutup,” tegasnya.

Namun kata Tgk Miswar, jika demikian dampaknya merusak. Apalagi masih banyak persoalan lain yang muncul akibat kebijakan tersebut.

Sekjend SADaR Aceh itu juga menilai pihaknya meyakini, imbauan dengan embel-embel syariat Islam tersebut memang sengaja dilemparkan ke publik demi menutupi skandal retaknya hubungan Mawardi dengan Wakil Bupati, Waled Husaini.

Tgk Miswar mengkritik keras pemerintahan Aceh Besar, menurutnya kondisi pemerintahan seperti pesawat auto pilot mengalami turbulensi pula.

“Jadi masyarakat tidak boleh lagi tertipu oleh politisi yang menutupi kegagalan kepemimpinannya dengan isu penegakan syariat Islam,” tegasnya.

Ia menyebutkan syariat Islam itu luas, tidak sesempit yang dibayangkan bupati Mawardi. Untuk memanifestasikan syar’iat Islam dibutuhkan dasar dan perangkat kajian yang komprehensif. Tidak cukup dengan asumsi yang kemudian yang dituangkan dalam surat imbauan.

“Kita berharap agar Mawardi fokuslah bekerja, penuhi janji-janji saat kampanye dulu dan jangan melakukan politisasi terhadap syariat Islam,” tegasnya.[]

TAG

Bagikan

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Berita Terbaru

Berita terpopuler

Add New Playlist