MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Kamis, Maret 5, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Foto lama

Nostalgia Pengrajin Gerabah Ateuk Jawo

Masa Kini by Masa Kini
7 September 2019
in Foto lama, Headline
0

Pengrajin gerabah di Gampong Ateuk Jawo, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh menyiapkan kanot (periuk). [Ahlul Fikar]

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Walau usia telah senja, Nur Aini masih berjibaku dengan tanah liat. Bila terik matahari datang, senyumnya merekah. Itu pertanda hari mujur, ia dapat menjemur gerabah dan membakarnya.

Perempuan yang lahir lima tahun setelah Indonesia merdeka ini, telah menjadi pengrajin gerabah sejak berusia 15 tahun. Nur Aini belia sudah cekatan membuat kanot (periuk nasi), beulangong (belanga) atau capah (cobek).

RelatedPosts

Gamis Melayu “Bini Orang” Jadi Primadona Lebaran Tahun 2026

Sampel MBG Simpang Mamplam Diuji BBPOM Aceh, Hasil Keluar 4–5 Hari

Nyaris 200 Anak Diduga Keracunan MBG di SP Mamplam, Polisi Segel Lokasi

Proses pembuatan gerabah di Gampong Ateuk Jawo, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh. [Ahlul Fikar]

Urusan gerabah, ia berguru pada almarhumah neneknya. Ditemui masakini, Nur Aini berbagi nostalgia. Ia menceritakan, masa jaya Desa Ateuk Jawo, Kecamatan Bairurrahman, Banda Aceh.

Pengrajin gerabah di Gampong Ateuk Jawo, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh menyiapkan capah (cobek). [Ahlul Fikar]
Proses menghaluskan bentuk cobek. [Ahlul Fikar]
Proses pembuatan alas cobek. [Ahlul Fikar]
Pengrajin gerabah di Gampong Ateuk Jawo, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh memperlihatkan cobek karyanya. [Ahlul Fikar]

Sekitar tahun 1970an, ketika Nur Aini masih masih belajar membuat gerabah. Di Ateuk Jawo, nyaris setiap keluarga menjadi pengrajin. Tak terkecuali teman sebayanya. “Sejak usia 15 saya mulai membuat gerabah bersama nenek,” ujarnya.

Seiring waktu, sebagian besar keluarga di Ateuk Jawo berhenti menjadi pengrajin. Namun Nur Aini dan Basyariah (70) tetap bertahan meneruskan tradisi.

Sayangnya, di keluarganya tidak ada satupun yang berminat menjadi pengrajin gerabah. “Mereka lebih memilih berjualan baju di toko,” lanjutnya sambil membuat alas piring tanah.

Kini bahan baku tanah liat juga mulai sulit didapat. Pasalnya, sawah-sawah di Ateuk Jawo telah berubah menjadi pemukiman. “Sekarang sudah susah nyari tanah liat, karena ladangnya tak seluas dulu,” ungkap Aini.

Gerabah di Ateuk Jawo ini terbilang murah, kisaran terendahnya hanya Rp8 ribu. Biasanya, pembeli datang langsung ke lokasi mencari gerabah yang diminati.[Ahlul Fikar]

Proses pembakaran gerabah secara tradisional di Gampong Ateuk Jawo, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh. [Ahlul Fikar]
Proses pembakaran gerabah hampir selesai. [Ahlul Fikar]
Gerabah setelah dibakar siap dipasarkan. [Ahlul Fikar]
Gampong Ateuk Jawo, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh. [Ahlul Fikar]
Tags: Ateuk Jawo Banda AcehGerabah Ateuk JawoPengrajin Gerabah
Previous Post

Sempat Dilaporkan Hilang Ainsyah Ditemukan Meninggal

Next Post

SAR Gabungan Evakuasi Dua Nelayan Tenggelam

Related Posts

Kesulitan Bahan Baku, Sebagian Pengrajin Gerabah Berhenti Produksi

by Masa Kini
2 Juni 2020
0

MASAKINI.CO — Sejumlah pengrajin gerabah di Desa Atuek Jawo, Kota Banda Aceh mengaku kesulitan memperolah bahan baku berupa tanah liat...

Next Post

SAR Gabungan Evakuasi Dua Nelayan Tenggelam

Iran Nyaris Mundur dari Perjanjian Nuklir

Discussion about this post

CERITA

Kisah Saidah: Hanya Sempat Menyusui Sehari, Lalu Kehilangan Selamanya

3 Maret 2026

Singkirkan 4.000 Peserta, Reza Wakili Indonesia ke Rusia

27 Februari 2026
Ismatul Rahmi pemeran Hasanah dalam dokudrama NOEH | Foto: dok pribadi

Air Mata Hasanah, Luka yang Tak Terlihat dalam Film Noeh

17 Februari 2026

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

14 Februari 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...