MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Selasa, Mei 26, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Headline

‘Bau Amis’ di Tubuh PMI Kota Banda Aceh

Alfath Asmunda by Alfath Asmunda
13 Mei 2022
in Headline
0
‘Bau Amis’ di Tubuh PMI Kota Banda Aceh

Ketua PMI Kota Banda Aceh, Dedi Sumardi dan sejumlah pengurus menggelar konferensi pers terkait polemik pengiriman darah ke PMI Tangerang, pada Kamis 12/5/2022. (foto: masakini.co/Alfath)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Isu tak sedap tengah menerpa tubuh Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banda Aceh. Sebagian pengurus PMI Banda Aceh menuding di bawah kepemimpinan Dedi Sumardi, PMI Banda Aceh diam-diam mengirim ribuan kantong darah ke PMI Tangerang. Bau amis pengiriman darah itu diduga merupakan “permainan” untuk meraup untung ke kantong pribadi.

Pengiriman disinyalir tanpa melibatkan pengurus lain melalui rapat pleno. Pun demikian, pengiriman darah diduga tidak berdasarkan Pergub dan Permenkes terkait Biaya Pengganti Pengelolaan Darah (BPPD) yang nilainya sebesar Rp360 ribu.

RelatedPosts

79 Persen Listrik Aceh Sudah Pulih, Dua Gardu Induk Masih Dalam Proses Penormalan

Aceh Gelap Gulita, Gangguan Suplai Kembali Terjadi

Diduga Dipicu Bentrok Mahasiswa, Laboratorium Pertanian dan Kendaraan di USK Terbakar

“Kami dapati saat sidak, BPPD ke Tanggerang itu cuma Rp300 ribu. Ini kan tidak sesuai dengan ketentuan pemerintah,” kata Sekretaris PMI Kota Banda Aceh Syukran Aldiansyah.

“Pengurus lainnya tidak mengatahui adanya pengiriman darah dalam jumlah besar karena keputusannya diambil oleh Ketua PMI Kota Banda Aceh, Dedi Sumardi. Kami tidak pernah dilibatkan,” ujarnya didampingi Ketua Bidang Pelayanan Kesehatan Sosial UDD PMI Kota Banda Aceh dr. Natalina Kristanto.

Sementara itu, Ketua PMI Banda Aceh Dedi Sumardi, dalam konferensi pers Kamis (12/5) sore, membenarkan memang ada pengiriman darah ke UDD PMI Tangerang. Namun, tudingan mengirim ribuan kantong darah secara diam-diam dan memperjual belikan darah itu tidaklah benar.

Dia mengatakan alih distribusi darah dari UDD PMI Banda Aceh ke UDD PMI Tangerang dilakukan karena stok darah di PMI Banda Aceh pada saat itu aman dan berlebih, sehingga pengiriman dilakukan untuk menghindari kadaluarsa darah. Alih distribusi ini terjadi Januari dan Februari 2022 lewat MoU yang ditanda tangani kedua belah pihak.

“Khusus di Desember 2021, kami terima lonjakan donasi darah dari pegawai kontrak Pemerintah Aceh yang membuat stok darah berlebih. Kami sudah menanyakan ke rumah sakit di wilayah kerja dan juga UDD PMI Pidie, Aceh Utara, dan Langsa, apakah kebutuhan darah mereka terpenuhi atau tidak, dan mereka jawab untuk saat itu mereka punya stok yang stabil,” katanya.

Kemudian, tutur Dedi, pihaknya juga sempat melakukan komunikasi dengan UDD PMI Kota Medan. Di sana pun juga sedang banyak persediaan darah. Maka dihubungi UDD PMI yang ada di Tangerang.

“Di sana ada beberapa UDD PMI. Dan yang merespon kala itu UDD PMI Kabupaten Tangerang. Proses pengiriman darah juga tidak serta-merta. Jadi kami harus memastikan darah yang dikirim sudah lewat proses pemeriksaan kualitas sesuai dengan standar PMI,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, kenapa tidak dikirim ke UDD PMI di wilayah Sumatera lainnya? Sebab pengiriman darah via udara ke daerah seperti Jambi, Padang, dan Lampung harus transit. Sementara penerbangan ke Tangerang dari Banda Aceh langsung tanpa transit pesawat.

“Kalau harus transit kami nggak bisa menjamin kualitas darah tetap bagus karena proses diperjalanannya lama,” ungkapnya.

Menurut Dedi, alih distribusi darah antar Unit Donor Darah PMI itu hal yang lumrah dan biasa asalkan UDD yang bersangkutan memiliki stok yang aman dan berlebih.

Dia menyayangkan isu miring yang dilontarkan oleh sebagian pengurus PMI Banda Aceh tersebut. Sebab, kata Dedi Sumardi, masyarakatlah yang menjadi korban karena bisa berdampak pada keyakinan pendonor untuk mendonorkan darahnya, sehingga nantinya berimbas pada pasien di rumah sakit yang membutuhkan darah.

“Kalau RSUDZA, mereka punya instalasi donor darah sendiri, orang bisa langsung donor di sana. Tapi bagaimana rumah sakit lain yang bergantung darah di PMI? Seperti di rumah sakit di Kabupaten Aceh Besar,” sebutnya.

“Ini yang sangat kami sayangkan, kepercayaan orang ke PMI jadi menurun karena pernyataan sepihak dari oknum. Padahal faktanya semua yang kami lakukan berdasarkan data dan sesuai prosedur,” pungkasnya.

Tags: DarahDedi SumardiJual Beli DarahPMI Kota Banda AcehPMI Tangerang
Previous Post

Aparat Diminta Usut PMI Banda Aceh yang ‘Diam-diam’ Kirim Darah ke Tangerang

Next Post

2 Warga Aceh Besar Tewas Ditembak OTK

Related Posts

Terbukti Rencanakan Pembunuhan, Iskandar Dihukum Seumur Hidup

Honorer BPBD Aceh Utara Meninggal di Kantor, Mulut Keluar Darah

by Alfath Asmunda
12 Agustus 2024
0

MASAKINI.CO - Zulfadly (33 tahun) seorang honorer di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara ditemukan meninggal dunia di ruangan...

Donor Darah Dapat Sembako di Banda Aceh

by Alfath Asmunda
14 Maret 2024
0

MASAKINI.CO - PMI Kota Banda Aceh membagikan sembako untuk setiap masyarakat yang melakukan donor darah di Unit Donor Darah (UDD)...

Kisruh PMI Banda Aceh Kirim Darah ke Tangerang, Polisi Telah Periksa 6 Orang

Permintaan Darah Rhesus Negatif di PMI Banda Aceh Meningkat

by Alfath Asmunda
31 Januari 2024
0

MASAKINI.CO - Permintaan darah dengan rhesus negatif dari berbagai golongan darah di Unit Donor Darah PMI Kota Banda Aceh dalam...

Next Post
KontraS Aceh Desak Polisi Transparan Usut Penembakan Warga di Nagan Raya

2 Warga Aceh Besar Tewas Ditembak OTK

Optimalkan Sumber Daya, Pendanaan Batu Bara Tetap Diperlukan

Batu Bara Bikin Harga Listrik Indonesia Murah? Begini Penjelasannya

Discussion about this post

CERITA

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

24 Mei 2026

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co