MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Minggu, Juni 7, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Cerita

Kenapa Rohingya ke Aceh? Sohidul Islam, “Karena Indonesia Orangnya Baik!”

Riska Zulfira by Riska Zulfira
13 Desember 2023
in Cerita
0

Kondisi para pengungsi Rohingya di Balai Meuseraya Aceh, (Riska Zulfira/masakini.CO)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Fajar terbit, kapal kayu itu berlabuh. Tepatnya di Desa Ulam, Dusun Blang Ulam, Gampong Lamreh, Kecamatan Masjid Raya, Aceh Besar.

Mereka melompat ke air, berkumpul di pantai. Peristiwa itu terjadi pada Minggu, (10/11/2023) pagi.

RelatedPosts

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

Sontak seketika kabar kedatangan mereka viral di media sosial. Masyarakat berbondong-bondong untuk menyaksikan pengungsi Rohingya.

Mereka membawa gulungan kain yang berisi baju serta peralatan lainnya. Lari dari negaranya dengan kondisi yang memprihatinkan.

Kali ini mereka berjumlahnya 135 orang, yang terdiri dari 15 orang anak laki-laki, 20 orang anak perempuan, 35 orang laki-laki dewasa, dan 65 orang perempuan dewasa dalam satu kapal kayu yang telah renta.

Mereka berjalan sekitar 100 meter jauh dari permukiman. Di sana cuma ada tambak ikan dan kebun warga.

“Tampaknya mereka sengaja berjalan kaki ke mari (Dusun Blang Ulam, Gampong Lamreh). Kapal ditinggal di sana,” kata Kapolres Krueng Raya, Ipda Rolly Yuiza Away.

Tak sampai 24 jam di Lamreh, mereka terpaksa diangkut ke kantor Gubernur Aceh oleh warga setempat saat malam hari. Menggunakan empat truk yang dibantu dan pengawalan aparat kepolisian.

Tak berlangsung lama, pengungsi asal Myanmar ini kembali diarahkan ke Kamp Pramuka Seulawah, Saree, Aceh Besar. Dengan harapan mereka dapat segera beristirahat di sana.

Tapi, ketika tiba di Bumi Perkemahan Saree, para pengungsi itu sudah ditunggu oleh masyarakat yang sudah bersiap melakukan penolakan. Bahkan, tidak sedikit kendaraan roda dua yang melakukan penghadangan.
Mereka lantas diungsikan sementara di Taman Sultanah Safiatuddin, Senin (11/12/2023). Masih belum ada persetujuan, petugas berinisiatif memindahkan ke UPTD Dinas Sosial Aceh di Ladong, Aceh Besar.

Naas, warga di sana juga menolak pengungsi ini. Hingga kemudian dikembalikan ke Banda Aceh tepatnya di halaman Balai Meuseuraya Aceh (BMA).

Pengungsi Rohingya, Muhammad Sohidul Islam.(Riska Zulfira/masakini.co)

Bukan Malaysia atau Australia

Aceh memang kerap dijadikan tujuan pelarian mereka. Maka tak heran kini jumlah pengungsi Rohingya telah mencapai 1.684 orang.

Alasannya sederhana, “karena Indonesia orangnya baik,” kata seorang pengungsi Rohingya, Muhammad Sohidul Islam saat diwawancarai masakini.co, Selasa (12/12/2023).

Ia seorang diantara seribuan pengungsi Rohingya yang berlabuh di Aceh. Kondisi tak aman menjadi alasan mereka untuk pergi dari kamp pengungsian Cox’s Bazar, Bangladesh.

“Tidak aman, karena ada tiga geng yang berperang satu sama lain,” ucapnya.

Menurut pengakuan dirinya, Aceh menjadi tempat akhir mereka untuk berlabuh setelah sebulan terombang-ambing di lautan. Dengan tujuan mencari keamanan dan perlindungan.

“Kami datang ke sini untuk kehidupan yang lebih baik,” sebutnya.

Muhammad Sohidul hanya pasrah. Kendala utama mereka, mesin kapal yang kadang-kadang rusak.

“Berencana menetap di sini, niatnya memang ke Indonesia, bukan Malaysia, Australia ataupun negara lain,” sebutnya.

Sohidul hanya sendiri. Ia mengaku tidak satu kapal dengan orang tuanya. Kata dia, ayahnya telah tiba lebih dulu di Aceh tepatnya di Minaraya, Pidie.

“Keluarga saya tiba sebelum saya tiba, kami berbeda kapal,” ucapnya.

Untuk biaya perjalanan pun, kata dia, ia dibantu oleh sang ayah untuk mengurus proses pemindahan.

“Itu tidak tahu, ayah saya yang mengurusnya sewaktu ia akan berangkat,” katanya.

Laki-laki berusia 24 tahun ini, masih menunggu informasi dari orang tuanya yang sama-sama berada di Aceh. Serta membutuhkan kehidupan yang lebih baik.

Tags: acehBangladeshCox's Bazarpengungsi rohingyaRohingya Aceh
Previous Post

Daging Kambing Berfungsi Untuk Kesehatan Otot dan Tulang

Next Post

Tujuh Rancangan Qanun Usulan Pemerintah Aceh dalam Prolega 2024

Related Posts

BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem hingga Akhir Mei

by Riska Zulfira
23 Mei 2026
0

MASAKINI.CO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi di...

Kacang Koro Jadi Alternatif Pangan, Tempe Lokal Dikembangkan di Aceh

by Aininadhirah
29 April 2026
0

MASAKINI.CO – Kacang koro mulai dilirik sebagai alternatif pangan lokal yang potensial di Aceh. Komoditas ini dinilai mampu menjadi bahan...

LKPJ 2025 Dipaparkan, Pendapatan Aceh Tembus Target

by Riska Zulfira
7 April 2026
0

MASAKINI.CO - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, memaparkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat...

Next Post
Tujuh Rancangan Qanun Usulan Pemerintah Aceh dalam Prolega 2024

Tujuh Rancangan Qanun Usulan Pemerintah Aceh dalam Prolega 2024

Abu Laot Ajukan Eksepsi di Sidang Dakwaan

Discussion about this post

CERITA

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

24 Mei 2026

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...