Kuliner Memek, dari Kudapan Biasa Hingga Menjadi Ikon Simeulue

Seorang penjual kuliner memek di Pantai Lantik, Teupah Barat, Simeulue. (foto: masakini.co/Alfath)

Bagikan

Kuliner Memek, dari Kudapan Biasa Hingga Menjadi Ikon Simeulue

Seorang penjual kuliner memek di Pantai Lantik, Teupah Barat, Simeulue. (foto: masakini.co/Alfath)

MASAKINI.CO – Awalnya dia adalah sebagai pengganjal perut di kala paceklik masa lampau. Masyarakat yang seluruh daratannya ‘terkurung’ lautan itu dulu tak ada cara lain, selain bertahan menyesuaikan diri dengan bahan makanan yang tersedia di sana.

Pohon kelapa dan pisang banyak tumbuh di pulau itu. Jadilah dua hasil dari tanaman ini lalu diolah jadi makanan. Meredam perut yang bergejolak minta asupan di masa-masa sulit tersebut.

Bagi kebanyakan orang mungkin kuliner ini namanya memang sedikit menggelitik, tapi tidak bagi masyarakat di Pulau Simeulue. Kuliner dari campuran bahan-bahan sederhana yang mudah didapat dan bahkan bahannya tersedia di halaman rumah ini, telah melambungkan nama daerah itu ke seantero negeri.

Syahdan, kudapan yang punya nilai historis itu mulai dikenalkan masyarakat setempat bahkan jauh sebelum Indonesia merdeka. Mereka menyebut kuliner ini dengan sebutan memek.

Sebutan “memek” dalam bahasa lokal di Simeulue sebenarnya memiliki arti mengunyah atau menggigit. Masyarakat kecil yang saat itu kesulitan memperoleh bahan makanan lain, mengolah pisang dicampur beras ketan putih dan perasan santan kelapa.

Ternyata makanan itu bisa mengusir rasa lapar dan aman untuk perut. Mulailah saat itu banyak warga membuatnya. Kebiasaan para pendahulu masyarakat Simeulue yang sering mengunyah beras ketan dicampur pisang ini, memunculkan istilah ”mamemek”. Artinya mengunyah terus-menerus. Maka kuliner itu pun dilakab memek.

Beras ketan yang telah digonseng untuk bahan membuat kuliner memek khas Simeulue. (foto: masakini.co/Alfath)

Bermula dari hidangan sebagai pengganjal perut rakyat jelata, rupanya memek juga cocok di lidah para raja. Makanan ini pun makin populer sebab turut dihidangkan saat menyambut tamu.

Lambat laun memek bukan lagi menjadi santapan biasa. Dia menjelma menjadi kuliner yang patut ada dalam perayaan adat masyarakat Simeulue.

Makanan ini makin populer dikenal khalayak ramai dari luar pulau Simeulue tatkala ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia pada 2019 lalu. Setelah prestasi itu direngkuh, kuliner memek membuat bangga seantero Aceh. Banyak orang dari luar pulau Simeulue yang penasaran mulai coba-coba membuat kuliner itu.

Lalu apa saja bahan dan bagaimana cara membuat kuliner dari daerah Ate Fulawan ini? Kuliner memek sesungguhnya punya bahan yang sederhana. Pun begitu juga cara membuatnya.

Bahan dasarnya adalah beras ketan putih, pisang kepok, dan santan kelapa. Cara membuatnya pertama-tama beras ketan putih terlebih dahulu digongseng hingga berbentuk kuning kecoklatan.

Lalu, pisang kepok ditambah taburan gula secukupnya dan kemudian dihaluskan dalam wadah. Bisa di panci plastik atau aluminium. Selanjutnya kelapa yang telah diperas jadi santan, diguyur ke adonan tersebut.

Bahan-bahan ini lalu dicampur dan ditumbuk. Di masa lalu, benda untuk menumbuk biasanya dipakai masyarakat Simeulue adalah batang pisang. Tujuannya biar adonan sedikit mengeluarkan sensasi sedikit kelat untuk menutupi dominasi rasa manis.

Berjalannya waktu, kini penggunaan batang pisang telah diganti dengan benda keras lainnya. Adonan itu ditumbuh sampai benar-benar halus sebelum disajikan.

Kuliner memek yang telah dicampur es batu memberikan sensasi rasa segar. (foto: masakini.co/Alfath)

Ketika disantap kuliner memek bertekstur kasar dan lembut. Manis dan gurih jadi rasa paling dominan dalam kuliner khas daerah kepulauan di Aceh itu. Sebab pengaruh pisang dan santan.

Belakangan, warga makin berkreasi terhadap kuliner ini. Mereka mencampur sedikit es batu. Nyatanya memang, menyantap segelas memek makin sedap jika dihidangkan dalam keadaan dingin.

Selain daya pikat wisata bahari yang telah terkenal sampai ke mancanegara, berkunjung ke Simeulue juga patut mencoba ikon kuliner khas setempat. Salah satunya kuliner memek ini yang bisa Anda temui di warung-warung di pinggir Pantai Lantik di Kecamatan Teupah Barat.

TAG

Bagikan

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Berita Terbaru

Berita terpopuler

Add New Playlist