MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Jumat, Mei 29, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Nasional

Pro Kontra Tidak Wajibnya Kegiatan Pramuka di Sekolah*

Redaksi by Redaksi
21 Mei 2024
in Nasional
0

Salsabila Nur Safitri, Taruna Politeknik Ilmu Pemasyarakatan

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mencanangkan program Pramuka yang nantinya siswa tidak diwajibkan lagi untuk dapat mengikuti kegiatan ekstrakurikuler tersebut.

Namun sayangnya, adanya kebijakan ini menuai pro dan kontra dari berbagai macam pihak. Mulai dari adanya mispersepsi bahwa pramuka dihapus, ataupun beberapa pihak yang masih menginginkan bahwa pramuka ini harus tetap digalakkan.

RelatedPosts

Prabowo: Stabilitas Timur Tengah Pengaruhi Energi Dunia dan Rantai Pasok Global

Pelemahan Rupiah Dinilai Dipicu Tekanan Global, Bukan Fundamental Ekonomi Indonesia

Anggaran Obat Gangguan Jiwa Naik Lima Kali Lipat, Kemenkes Perluas Akses Pengobatan Skizofrenia

Kebijakan itu tentu menimbulkan opini positif. Hingga detik ini seluruh siswa masih diwajibkan untuk dapat mengikuti ekstrakurikuler pramuka di tiap-tiap sekolahnya baik di jenjang SD, SMP, maupun SMA.

Hal ini yang membuat adanya kesan pemaksaan yang dilakukan oleh sekolah kepada murid-muridnya, walau bahkan murid tersebut tidak menyukai aktivitas pramuka.

Banyak dari siswa yang melakukan aksi bolos kegiatan pramuka dengan alasan bahwa kegiatan tersebut tidak dirasa kebermanfaatannya, merasa bahwa kegiatannya tidak jelas hasilnya, dan beberapa siswa merasa bahwa kegiatan pramuka tidak relevan dengan kehidupannya.

Sebagai contoh, ada beberapa sekolah yang dalam salah satu kegiatan melakukan kegiatan makan bersama. Mirisnya, makanan dicampur dengan air lumpur, atau bekas gigitan orang lain. Hal tersebut yang dianggap siswa sebagai salah satu kegiatan yang tidak diketahui relevansinya.

Tapi kebijakan menteri Nadiem Makarim tersebut juga menimbulkan opini negatif. Sebab pada dasarnya, kegiatan pramuka ini secara ideal mengajarkan mengenai bagaimana cara bertahan hidup di alam dengan berbagai keterbatasan yang dimiliki.
Mereka yang kontra terhadap kebijakan ini merasa bahwa Pramuka adalah satu satunya cara bagi sekolah untuk dapat mengajarkan life skill kepada anak-anak. Selain itu, pramuka juga mengajarkan adanya kedisiplinan bagi siswa.

Apa yang Harus Dilakukan?
Dalam hal ini, apabila sekolah masih menginginkan adanya kegiatan pramuka, maka perlu dievaluasi ulang mengenai kegiatan apa saja yang harus dilakukan.

Sekolah tidak harus melakukan kegiatan pramuka tiap minggu jika dirasa bahwa pembelajarannya tidak memerlukan kegiatan yang sebanyak itu.

Sekolah harus dapat memastikan bahwa kegiatan dan pembelajaran masih relevan dengan kebutuhan siswa, sehingga siswa tidak merasa dipaksa dengan adanya pramuka.

Di sisi lain, pemerintah dan sekolah juga harus dapat memastikan bahwa life skill tetap bisa diajarkan dengan cara lain.

Misalnya di sekolah yang ada di Jepang, mereka diajarkan untuk dapat merapikan sepatunya, kemudian memberikan piring-piring bekas makanan, atau seperti sekolah di China di mana di kelas 1 SD mereka diajarkan bagaimana etika menyebrang, bagaimana untuk melakukan kegiatan menyapu, menyetrika, dan lain sebagainya.

*) Opini, Salsabila Nur Safitri, Taruni Politeknik Ilmu Pemasyarakatan

Tags: KebudayaanMendikbudristekMenteri PendidikanNadiem MakarimPramukaRisetTeknologi
Previous Post

Tahapan Keberangkatan Jemaah Haji Aceh Dipersingkat

Next Post

Persiraja Bakal Berkandang di Stadion Kuta Asan Sigli?

Related Posts

842 Mahasiswa UIN Ar-Raniry Terdampak Banjir Terima Pembayaran UKT Tahap I

UIN Ar-Raniry Peringkat 2 Nasional Bidang Hukum, Lampaui Sejumlah Kampus Besar

by Riska Zulfira
28 Maret 2026
0

MASAKINI.CO – UIN Ar-Raniry Banda Aceh mencatat lompatan signifikan di kancah riset nasional. Kampus ini menempati peringkat kedua nasional bidang...

Membesarkan Anak Digital: Dibutuhkan Peran Orang Dewasa

Membesarkan Anak Digital: Dibutuhkan Peran Orang Dewasa

by Redaksi
31 Juli 2025
0

MASAKINI.CO - Di tengah kemajuan teknologi dan meluasnya akses internet, anak-anak Indonesia semakin akrab dengan gawai sejak usia sangat dini....

Agar Budaya, Pariwisata, dan Ekraf Aceh Terarah, SUKAT Dukung Peleburan Disbudpar

Agar Budaya, Pariwisata, dan Ekraf Aceh Terarah, SUKAT Dukung Peleburan Disbudpar

by Alfath Asmunda
12 April 2025
0

MASAKINI.CO - Suara untuk Kebudayaan Aceh Terarah (SUKAT) mendukung rencana Pemerintah Aceh meleburkan fungsi kelembagaan yang selama ini terpusat di...

Next Post
Persiraja Bakal Berkandang di Stadion Kuta Asan Sigli?

Persiraja Bakal Berkandang di Stadion Kuta Asan Sigli?

BRI Raih Dua Penghargaan di CNN Indonesia Awards Bali 2024

BRI Raih Dua Penghargaan di CNN Indonesia Awards Bali 2024

Discussion about this post

CERITA

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

24 Mei 2026

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co