DPPKP Banda Aceh Periksa Pangan Segar di Pasar Al Mahirah

DPPKP Banda Aceh melakukan pengujian pangan segar asal tumbuhan, tanaman dan hewan yang ada di pasar Al Mahirah. (foto: masakini.co/Ahlul Fikar)

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

DPPKP Banda Aceh Periksa Pangan Segar di Pasar Al Mahirah

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
DPPKP Banda Aceh melakukan pengujian pangan segar asal tumbuhan, tanaman dan hewan yang ada di pasar Al Mahirah. (foto: masakini.co/Ahlul Fikar)

MASAKINI.CO – Dinas Pangan Pertanian Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Kota Banda Aceh melakukan pengujian terhadap pangan segar asal tumbuhan, tanaman dan hewan yang ada di pasar Al Mahirah Lamdingin, Kota Banda Aceh, Senin (20/9/2021).

Ada 17 jenis sampel yang diambil untuk kemudian diperiksa di Gedung Pengujian Pangan Kota Banda Aceh di dinas setempat.

Kapala DPPKP Kota Banda Aceh Samsul Bahri mengatakan, pemeriksaan pangan ini merupakan amanah dari Undang-undang Pangan No 18 Tahun 2012 dan yang terbaru PP 86 tahun 2019 tentang Keamanan Pangan, dimana intinya pangan segar yang beredar di masyarakat itu harus aman untuk dikonsumsi.

“Makanya kita melakukan kewajiban pengujian terhadap beberapa jenis sampel buah dan ikan yang segar, yang belum diolah dalam bentuk apapun, karena kalau sudah diolah itu bukan wewenang kita,” katanya.

Ia menyebutkan, pihaknya melakukan pengujian terhadap beberapa bahan berbahaya seperti formalin, residu pestisida serta zat pemutih.

“Alhamdulillah dari hasil pemeriksaan terhadap pangan segar di pasar Al Mahirah tidak terindikasi adanya bahan berbahaya,” sebutnya.

Sementara itu, Kabid Ketahanan Pangan DPPKP Kota Banda Aceh, Wahyuni Wahfar mengatakan, pengujian ini rutin dilakukan per triwulan dan ini triwulan kedua yang dilakukan dalam tahun ini.

Ia mengimbau kepada warga Kota Banda Aceh yang ingin melakukan uji pangan segar terhadap pangan yang dicurigai atau terkontaminasi untuk dikonsumsi, atau mengetahui adanya cemaran bahan berbahaya pada pangan segar, dapat melaporkan dan membawa sampelnya kepada DPPKP Kota Banda Aceh.

TAG

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Berita Terbaru

Berita terpopuler

Add New Playlist