Kadis Dayah Aceh: Lewat Dakwah Wujudkan Ukhuwah Islamiyah

Suasana pembukaan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Dewan Dakwah Islamiyah (DDI) Aceh. (foto: untuk masakini.co)

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Kadis Dayah Aceh: Lewat Dakwah Wujudkan Ukhuwah Islamiyah

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Suasana pembukaan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Dewan Dakwah Islamiyah (DDI) Aceh. (foto: untuk masakini.co)

MASAKINI.CO – Dewan Dakwah Islamiyah (DDI) Aceh melaksanakan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) yang berlangsung dari tanggal 21 hingga 23 Maret 2022 di Hotel Grand Nanggroe Banda Aceh. Acara yang di ikuti oleh 40 orang ini bertemakan “Satukan Hati, Pikiran dan Gerakan Dalam Dakwah Untuk Menjemput Kebangkitan Ummat”.

Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Zahrol Fajri, mengatakan kader Dewan Dakwah Indonesia dalam berdakwah agar mengedepankan ukhuwah islamiyah.

“Mewujudkan ukhuwah islamiyah di Aceh bukanlah perkara sulit sepanjang semua pihak menghormati kearifan lokal,” ujarnya.

Menurut Zahrol, Qanun Aceh Nomor 8 Tahun 2014 Tentang Pokok Pokok Syariat Islam telah mengatur bahwa formulasi pelaksanaan syariat Islam di Aceh sangat menghargai keberagaman.

Untuk itu, semua pihak agar dapat menghargai dan menghormati tatacara beribadah mayoritas umat Islam Aceh selama ini, dengan menghargai keyakinan dan pola ibadah lainnya.

Oleh karena itu, dengan alasan apa pun tidak pada tempatnya melakukan kritikan secara vulgar dan terbuka serta memojokkan terhadap keyakinan atau tata cara yang ada di Aceh saat ini.

“Saya merasa, jika semua pihak mampu membangun rasa hormat terhadap kearifan lokal, maka jalinan silaturahmi serta ukhuwah Islamiyah di Aceh semakin baik dan berkualitas, ujar Zahrol.

“Jika narasi dakwah yang dibangun bersahabat, maka rajutan tali silaturahmi serta pemahaman agama yang lebih mendalam dapat tersampaikan dengan baik tanpa ada keriuhan atau menimbulkan konflik,” tambahnya.

Ajak Dewan Dakwah Sinergi Dengan Pemerintah Aceh

Dinas Pendidikan Dayah Aceh mengajak Dewan Dakwah Islamiyah untuk bersinergi dengan Pemerintah Aceh dalam mewujudkan persatuan di kalangan umat.

“Kami juga sangat mengharapkan peran yang besar kepada Dewan Dakwah untuk dapat berkiprah secara maksimal dalam kegiatan dakwah di Aceh. Apalagi kami melihat bahwa Dewan Dakwah menjadi wadah berkumpulnya para cendikiawan dan intelektual muslim. Kami yakin, dengan kecerdasan ilmu yang dimiliki dapat digunakan untuk tujuan memperbaiki tatanan kehidupan masyarakat di Aceh,” kata Zahrol Fajri.

Dia berharap, Dewan Dakwah Aceh agar terus melakukan evaluasi dan terobosan serta inovasi baru dalam rangka menjawab seluruh permasalahan umat, terutama dengan terjadinya degradasi moral generasi muda di era keterbukaan informasi saat ini.

Pada Rakerwil DDI ini, sebutnya, konsolidasi internal penting dilakukan agar seluruh kader dapat kompak dan memiliki semangat baru dalam menyampaikan dakwah-dakwah Islamiyah, serta terjalin silaturahmi yang baik dengan sesama pengurus DDI Provinsi Aceh dan Kabupaten/Kota.

“Penting juga diperhatikan agar DDI mengevaluasi program-program dakwah terdahulu dengan memodifikasi metode dakwah sesuai dengan perkembangan generasi muda saat ini. Sasaran kita sekarang adalah generasi millenial,” katanya.

Tidak lupa, Zahrol mengingatkan agar DDI juga dapat menjalin kemitraan dengan berbagai pihak untuk mencapai harmonisasi antar ormas lainnya.

Apresiasi yang mendalam juga diberikan oleh Zahrol karena DDI di Aceh sudah membentuk Akademi Dakwah Aceh, yang mana telah banyak melahirkan kader-kader dakwah yang militan di Aceh.

Selain itu, apresiasi juga diberikan atas sejumlah aksi sosial di daerah perbatasan dan terpencil di Aceh. Sinergitas antara pemerintah dan DDI dapat dilihat dari kontribusi DDI menempatkan para da’i di daerah perbatasan dan terpencil, dengan melibatkan instansi terkait dan pemerintah daerah.

“Kami mewakili unsur Pemerintah Aceh mengucapkan selamat atas terselenggaranya Rakerwil DDI Aceh Tahun 2022 ini, semoga pelaksanaan kegiatan yang mulia ini dapat melahirkan rekomendasi dalam perbaikan metode dakwah. Sehingga tatanan kehidupan masyarakat Aceh menjadi lebih baik lagi sesuai dengan nilai-nilai syariat Islam yang kita terapkan di Aceh selama ini,” pungkasnya. [adv]

TAG

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Berita Terbaru

Berita terpopuler

Add New Playlist