Mencegah Risiko Stunting di Aceh dengan 5 Pilar STBM

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Aceh, Sulasmi. (foto: masakini.co/Alul)

Bagikan

Mencegah Risiko Stunting di Aceh dengan 5 Pilar STBM

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Aceh, Sulasmi. (foto: masakini.co/Alul)

MASAKINI.CO – Pemerintah lewat Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 3 Tahun 2014 telah menyusun strategi nasional agar masyarakat terbiasa hidup bersih. Pola itu disebut Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Lewat STBM ini, pemerintah menaruh lima pilar khusus untuk mengubah perilaku masyarakat agar hidup bersih dan sehat. Di antaranya tidak buang air besar sembarangan; cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir; pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga; pengelolaan sampah rumah tangga; dan pengelolaan limbah cair rumah tangga.

Di Indonesia, perilaku warga yang membuang tinja sembarangan masih saja terjadi, tak terkecuali di Provinsi Aceh. Tindakan ini memicu lingkungan tempat tinggal dipenuhi lalat yang membawa ragam penyakit.

“Lalat-lalat itu hinggap di makanan yang kemudian kita makan,” kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Aceh, Sulasmi, Minggu (6/11).

Menurut Sulasmi, makanan yang dihinggapi lalat besar kemungkinannya membawa serta penyakit, semisal diare.

Dia menuturkan, kondisi lingkungan dari tempat tinggal yang sehat akan berbanding lurus dengan tingkat kesehatan warganya. Oleh sebab itu, tutur Sulasmi, STBM perlu diterapkan sebagai bentuk pendekatan partisipatif yang mendorong warga berpikir dalam mengambil tindakan untuk meninggalkan kebiasaan buang air besar mereka di sembarang tempat.

Secara garis besar tujuan dari STBM, tutur Sulasmi, adalah untuk mencegah penyakit berbasis lingkungan, memberdayakan hidup bersih dan sehat, meningkatkan kemampuan masyarakat, serta meningkatkan akses air minum dan sanitasi dasar.

“Sebab lingkungan merupakan tempat hidup dan tempat manusia melakukan aktivitasnya sehari-hari, sehingga lingkungan dan kesehatan bagi manusia memiliki kaitan yang sangat erat,” ujarnya.

Sulasmi berharap, masyarakat Aceh kian sadar bahwa menjaga lingkungan tempat tinggal agar bersih dan sehat bukan demi kebaikan diri semata, tapi juga berimplikasi kepada semua pihak yang menetap di sana.

Terlebih provinsi di ujung barat Indonesia ini, sedang menyatakan ‘perang’ terhadap stunting yang punya korelasi erat jika masyarakat sadar menerapkan 5 pilar STBM itu.

Namun jika tidak, ungkap Sulasmi, stunting tetap akan jadi ancaman utama terhadap kualitas manusia di Aceh, yang berpengaruh besar terhadap daya saing generasi di kemudian hari.

TAG

Bagikan

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Berita Terbaru

Berita terpopuler

Add New Playlist