Mitigasi Emisi Rumah Kaca, PT PEMA Teken JVE dengan Carbon Aceh Pte Ltd

Direktur Utama PT PEMA, Ali Mulyagusdin dan Direktur Pelaksana Carbon Aceh Pte Ltd, Cheong Seng David Lim menandatangani joint venture agreement tentang project Carbon Capture and Storage. (foto: untuk masakini.co)

Bagikan

Mitigasi Emisi Rumah Kaca, PT PEMA Teken JVE dengan Carbon Aceh Pte Ltd

Direktur Utama PT PEMA, Ali Mulyagusdin dan Direktur Pelaksana Carbon Aceh Pte Ltd, Cheong Seng David Lim menandatangani joint venture agreement tentang project Carbon Capture and Storage. (foto: untuk masakini.co)

MASAKINI.CO – PT Pembangunan Aceh (PEMA) dan Carbon Aceh Pte Ltd sepakat melakukan joint venture agreement atau JVE (Perjanjian Usaha Patungan) tentang project Carbon Capture and Storage (CCS) di Lapangan Gas Arun, Lhokseumawe.

Perjanjian itu dituangkan dalam penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) oleh Direktur Utama PT PEMA, Ali Mulyagusdin dengan Direktur Pelaksana Carbon Aceh Pte Ltd, Cheong Seng David Lim, di Kota Banda Aceh, Selasa (27/9/2022) malam.

Direktur Pema, Ali Mulyagusdin menyampaikan, project tersebut lahir untuk mendukung program Perjanjian Paris (Paris Agreement) mengenai mitigasi pengurangan emisi gas rumah kaca untuk mencapai net zero emisi di tahun 2060.

Lalu, pemerintah pusat meratifikasi UU Nomor 16 tahun 2016 dan dilanjutkan dengan surat Kementerian ESDM RI – Ditjen Migas tentang Usulan Kerja Sama Studi CCUS (Carbon Capture, Utilizaton and Storage).

Project ini salah satu opsi untuk mengurangi emisi rumah kaca dengan menggunakan teknologi CCS dan berpotensi menambah pendapatan asli daerah (PAD) yang berskala internasional,” kata Ali.

Ia menyebut, setelah penandatanganan ini pihaknya dalam 30 hari ke depan akan menandatangani nota pendirian perusahaan dengan Carbon Aceh Pte Ltd.

Kemudian, PT PEMA melalui anak perusahaannya akan melakukan studi kelayakan di depleted reservoir Lapangan Gas Arun, Lhokseumawe.

“Nah, setelah itu kita akan melakukan validasi data, sehingga muncul kesimpulan di depleted reservoir boleh digunakan dan punya potensi pendapatan sekian,” ujarnya.

Saat ini, PT PEMA mendapat arahan dari pemerintah untuk menangkap dan menyimpan karbon yang ada di dalam negeri.

Menurut Ali, hal tersebut merupakan langkah positif untuk mengembangkan industri-industri yang menggunakan energi fosil dalam skala besar.

“Kerja sama PT PEMA dengan PT Carbon Aceh ini sangat dibutuhkan. Sebab dalam proses pembangunan memerlukan biaya yang besar. Tujuan besarnya adalah saat dia beroperasi mampu memberikan pendapatan asli Aceh (PAA),” katanya.

“Semoga dengan penandatanganan ini dapat berpengaruh positif bagi perkembangan perekonomian daerah Aceh dan menjadi keberkahan bagi kita semua,” pungkasnya.

TAG

Bagikan

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Berita Terbaru

Berita terpopuler

Add New Playlist