Sepasang Gading Gajah yang Dibunuh di Aceh Jaya Belum Ditemukan

Sejumlah barang bukti pembunuhan gajah di Aceh Jaya. (foto: masakini.co/Missanur Refasesa)

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Sepasang Gading Gajah yang Dibunuh di Aceh Jaya Belum Ditemukan

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Sejumlah barang bukti pembunuhan gajah di Aceh Jaya. (foto: masakini.co/Missanur Refasesa)

MASAKINI.CO – Kepolisian resor Aceh Jaya hingga saat ini belum menemukan satu pasang gading yang diduga diperjual belikan oleh 11 tersangka kasus pembunuhan lima gajah di Desa Tuwie Peuriya, Kecamatan Pasie Raya Kabupaten Aceh Jaya Januari 2020 lalu.

Kasatreskrim Polres Aceh Jaya, AKP Miftahuda Dizha Fazeuono mengatakan salah satu tersangka, MA (38) yang ditangkap di Banda Aceh mengakui sepasang gading yang tidak berhasil mereka jual itu hilang. Namun pihak kepolisian menganggap MA (38) tidak kooperatif dalam penyelidikan.

“Gading yang sama saudara MA (38) sampai saat ini masih kita dalami ke mana gading tersebut, kalau hanya dengan alasan hilang tidak bisa kita ambil keterangan saudara MA,” katanya dalam konferensi pers, Rabu (15/9/2021) kemarin.

Miftahuda menjelaskan, tersangka SD (49) pemilik lahan, AM (61), dan MA (38) merupakan aktor utama dalam kasus ini. Mereka melakukan perencanaan mulai dari pemasangan jerat hingga mengkomandoi warga setempat untuk bekerjasama.

Polisi belum bisa memastikan jaringan penjual tiga pasang gading gajah tersebut. Saat ini penadah terakhir berada di Aceh Timur, MD (49).

Menurut Kapolres Aceh Jaya AKBP Harlan Amir, MD adalah penadah yang sama dalam kasus kematian gajah di Aceh Timur. “Penadahnya sama dengan yang di Aceh Timur, pelakunya beda. Kita masih melakukan pendalaman terhadap saudara MD ini,” ujarnya.

Terkait satu pasang caling (gading gajah betina) yang diamankan, Kepala BKSDA Aceh, Agus Arianto mengatakan sedang menanti putusan akhir dalam kasus ini, apakah nantinya akan diserahkan ke BKSDA atau dimusnahkan.

“Ini masih dalam proses ya, kita tunggu putusan inkracht. Biasanya kalau terdampak penyebaran penyakit itu akan dimusnahkan,” ujar Agus.

Reporter: Missanur Refasesa

TAG

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Berita Terbaru

Berita terpopuler

Add New Playlist