Ahmadi Cs Resmi Jadi Tersangka Kasus Jual Beli Kulit Harimau

Mantan bupati Bener Meriah, Ahmadi dan dua orang lainnya ditetapkan tersangka kasus jual beli kulit harimau Sumatera, Jumat 3/6/2022. (foto: masakini.co/Alfath)

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Ahmadi Cs Resmi Jadi Tersangka Kasus Jual Beli Kulit Harimau

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Mantan bupati Bener Meriah, Ahmadi dan dua orang lainnya ditetapkan tersangka kasus jual beli kulit harimau Sumatera, Jumat 3/6/2022. (foto: masakini.co/Alfath)

MASAKINI.CO – Mantan bupati Bener Meriah, Ahmadi, ditetapkan sebagai tersangka kasus perdagangan kulit harimau Sumatera. Penetapan tersangka itu dilakukan penyidik Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum (Balai Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wilayah Sumatera.

Selain Ahmadi, penyidik juga menetapkan dua orang tersangka lainnya IS (48) dan S (44). Sebelumnya, Ahmadi dan S sempat dilepas dan hanya dikenakan wajib lapor, usai ditangkap pada Selasa (24/5/2022) lalu. Saat itu, penyidik Gakkum menyebut masih membutuhkan saksi tambahan untuk menetapkan keduanya sebagai tersangka.

Namun, setelah IS menyerahkan diri pada Minggu (29/5/2022), penyidik menetapkan ketiganya sebagai tersangka pada 30 Mei 2022.

“Penetapan tiga tersangka penjual kulit harimau Sumatera ini berdasarkan gelar perkara yang dilakukan penyidik KLHK di Mapolda Aceh,” kata Dirjen Gakkum KLHK, Rasio Ridho Sani saat konferensi pers di Mapolda Aceh, Jumat (3/6/2022).

Ahmadi Cs dihadirkan dalam konferensi pers tersebut. Mereka tampak mengenakan baju tahanan Gakkum KLHK warna oranye.

Selain tersangka, barang bukti berupa kulit harimau Sumatera jenis kelamin jantan serta tulang belulangnya juga tutut dihadirkan.

Menurut Rasio, Ahmadi dan dua orang lainnya diduga melanggar melanggar Pasal 21 ayat (2) huruf d jo pasal 40 ayat (2) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

“Ketiganya terancam dihukum maksimal 5 tahun penjara dan denda 100 juta,” ujarnya.

TAG

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Berita Terbaru

Berita terpopuler

Add New Playlist