Libur Lebaran, Ribuan Wisatawan Datangi Museum Tsunami Aceh

Antusiasme wisatawan berkunjung ke Museum Tsunami Aceh pada momen libur lebaran Idul Fitri 1443 Hijriah. (foto: acehprov.go.id)

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Libur Lebaran, Ribuan Wisatawan Datangi Museum Tsunami Aceh

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Antusiasme wisatawan berkunjung ke Museum Tsunami Aceh pada momen libur lebaran Idul Fitri 1443 Hijriah. (foto: acehprov.go.id)

MASAKINI.CO – Cuti bersama dan libur hari raya 1443 Hijriah kali ini kembali membuat sejumlah tempat wisata ramai dikunjungi wisatawan, tidak terkecuali Museum Tsunami Banda Aceh.

Sempat dibuka tutup saat pandemi Covid-19 dalam trend naik, terhitung sejak hari ketiga lebaran, Rabu 4 Mei 2022 lokasi itu dibuka lagi.

Tak ayal, fasilitas memorabilia tsunami terjadi langsung diserbu ribuan pengunjung.

“Hari pertama dibuka atau lebaran ketiga, tercatat total pengunjung mencapai 2.927 orang, disusul hari keempat lebaran 4.101 orang,” kata Kasubbag Tata Usaha UPTD Museum Tsunami Aceh Mimi Oktriyeni, Jumat (6/5/2022) kemarin.

Dia mengatakan, para pengunjung itu umumnya warga luar Aceh. Hal tersebut tampak dari jejeran parkir ratusan kendaraan roda empat dan dua rata-rata plat luar Aceh. Baik itu dari seluruh Pulau Sumatera hingga seantero Pulau Jawa.

Parkir kendaraan nyaris memenuhi sepanjang jalan T Iskandar, mulai dari Simpang Jam hingga Rumah Dinas Kapolda Aceh dan area Blang Padang.

Sementara itu, terkait jadwal buka museum, Mimi menyebutkan masih sama seperti sebelumnya, mulai dari pagi hingga sore hari.

“Tidak ada perubahan jadwal selama libur lebaran atau cuti bersama, museum tetap buka dari hari Sabtu sampai Kamis dari pukul 09.00-12.00 WIB dan pukul 14.00-16.00 WIB. Khusus hari Jumat, museum tertutup bagi pengunjung,” jelasnya.

Dia menambahkan, manajemen Museum Tsunami Aceh mengimbau pengunjung agar tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dengan menggunakan masker dan mencuci tangan.

“Jika kondisi museum sedang padat di dalam gedung juga diberlakukan buka tutup dari pos utama atau pagar,” ujarnya.

TAG

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Berita Terbaru

Berita terpopuler

Add New Playlist