Senyum ‘Pak Guru’ Tarmizi Usai 33 Tahun Mengabdi

Tarmizi, guru bimbingan konseling di SMAN Modal Bangsa Lhokseumawe, saat menerima SK pengangkatan ASN P3K Pemerintah Aceh. (foto: untuk masakini.co)

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Senyum ‘Pak Guru’ Tarmizi Usai 33 Tahun Mengabdi

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Tarmizi, guru bimbingan konseling di SMAN Modal Bangsa Lhokseumawe, saat menerima SK pengangkatan ASN P3K Pemerintah Aceh. (foto: untuk masakini.co)

MASAKINI.CO – Gemuruh tepuk tangan menggema seisi ruangan GOR Arun, saat nama Tarmizi dipanggil untuk menerima surat keputusan (SK) pengangkatan sebagai guru ASN Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Pemerintah Aceh.

Hal itu terjadi saat penyerahan 499 SK dan SPK Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Cabang Dinas Pendidikan Lhokseumawe, Bireuen, dan Aceh Utara, di GOR Arun Lhokseumawe, Kamis (19/5/2022).

Tarmizi adalah guru Bimbingan Konseling pada SMAN Modal Bangsa Arun Lhokseumawe yang telah mengabdi sebagai guru honorer selama 33 tahun 3 bulan.

Pria yang sudah berusia 59 tahun itu pun hanya tersisa masa kerja 7 bulan lagi, sebelum memasuki masa purnabakti.

Sekda Aceh, Taqwallah, yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Alhudri, dan Kepala Badan Kepegawaian Aceh, Aldul Qohar mengucapkan selamat kepada Tarmizi saat menyerahkan SK pengangkatan. Tarmizi membalas dengan senyum haru dan raut wajah bahagia.

Usai menerima SK, Tarmizi mengaku sangat bahagia dan bersyukur karena di akhir penantian panjang sebagai guru honorer, ia diangkat sebagai ASN setelah dinyatakan lulus sebagai guru P3K Pemerintah Aceh.

“Alhamdulillah, penantian panjang saya akhinya dikabulkan oleh Allah,” katanya.

Tarmizi bercerita, pada tes tahap pertama dirinya sempat lulus, namun karena terjadi kesalahan teknis dengan mouse komputer yang digunakan, dia gagal. Hal itu membuat stroknya kambuh, karena saat bimbingan teknis P3K Tarmizi memperoleh nilai tertinggi.

“Tapi Alhamdulillah pada tahap kedua saya lulus. Mungkin ini cara Allah memberi rezeki kepada saya. Prinsipnya, kalau itu rejeki kita, insyaAllah tidak akan tertukar dengan yang lain,” kata Tarmizi yang sudah memiliki 4 orang cucu tersebut.

Selama 33 tahun mengabdi, tutur Tarmizi, dirinya cukup ikhlas dalam mengajar karena prinsip yang dipegang teguh sebagai seorang guru adalah keikhlasan dalam mendidik. Karena dengan rasa ikhlas maka semua yang pekerjaan akan terasa mudah.

“Kenapa saya bertahan begitu lama? karena saya terpanggil untuk mendidik dengan ikhlas,” ujarnya.

Di sisa 7 bulan jelang pensiun, Tarmizi mengatakan akan memanfaatkan sebaik mungkin waktu yang tersisa sebagai guru bimbingan konseling.

Dia turut menyampaikan pesan kepada tenaga kontrak yang belum beruntung menjadi pegawai P3K, agar tetap bersabar dan bekerja ikhlas, karena rezeki sudah diatur oleh Allah.

“Mudah-mudahan yang honor ke depan bisa diangkat semua, apalagi terhadap mereka yang sudah honor cukup lama,” ungkapnya.

Sementara itu Sekda Aceh, Taqwallah, menyampaikan selamat kepada para guru yang baru menerima SK pengangkatan P3K.

Menurut Sekda, ini semua terjadi atas takdir Allah setelah pengabdian yang dilakukan sebagai guru honorer di sekolah masing-masing.

Taqwallah berpesan agar para guru yang mendapatkan SK P3K menjadi contoh teladan yang baik bagi siswa.

“Bapak dan ibu semua memilih pekerjaan memudahkan orang lain. Kalian semualah yang memberikan ilmu yang bermanfaat. Semoga semangat ini terus ditingkatkan,” ujarnya.

TAG

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Berita Terbaru

Berita terpopuler

Add New Playlist