Israel Kurung Bocah Palestina Hingga Menderita Skizofrenia

Ilustrasi narapidana. (sumber foto: internet)

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Israel Kurung Bocah Palestina Hingga Menderita Skizofrenia

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Ilustrasi narapidana. (sumber foto: internet)

MASAKINI.CO – Amnesty International menyerukan pembebasan segera terhadap seorang tahanan Palestina yang telah dipenjara sejak kecil. Pemenjaraan ini dilakukan otoritas Israel terhadap warga Palestina bernama Ahmad Manasra di sel isolasi.

“Sungguh keterlaluan bahwa pihak berwenang Israel telah memperbarui penahanan Ahmad Manasra di sel isolasi,” kata Heba Morayef, Direktur Regional Amnesty International untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, seperti dilansir Wafa, Kamis (4/8/2022).

Layanan Penjara Israel (IPS) mengeluarkan keputusan yang isinya memperpanjang penahanan sel isolasi terhadap Ahmad Manasra. Dia adalah warga Palestina yang ditahan oleh otoritas Islam dan sekarang memiliki masalah kesehatan mental yang serius sejak ditangkap ketika usianya masih 13 tahun, pada tujuh tahun yang lalu.

“Terus menahan Ahmad Manasra dalam kondisi tidak manusiawi seperti itu adalah tindakan ketidakadilan yang tidak berperasaan. Ahmad telah didiagnosis menderita skizofrenia dan mengalami depresi berat,” tambahnya.

Amnesty International juga menyatakan, keputusan untuk menahannya harus selalu menjadi langkah terakhir. Namun kini akibat kesehatan mental yang tengah diderita, Manasra menganggap dirinya adalah bayangan masa lalu dan melakukan upaya bunuh diri.

“Dia menganggap sebagai bayangan dari dirinya yang dulu dan telah mengancam untuk mengambil nyawanya sendiri. Pihak berwenang Israel harus segera mencabut keputusan mereka untuk memperbarui kurungan isolasinya, dan segera membebaskannya dari penahanan,” demikian pernyataan Amnesty International.

IPS menolak permintaan untuk memindahkan Manasra dari sel isolasi di penjara Eshel. Sidang lebih lanjut akan digelar mengenai sel isolasinya di Pengadilan Distrik Beersheba pada 16 Agustus mendatang.

Pengacaranya, Khaled Zabarqa, mengatakan bahwa kehidupan kliennya sedang dalam bahaya. “Dia dalam bahaya untuk hidupnya, bahaya yang sebenarnya, dan perpanjangan kurungan isolasi yang berulang-ulang menghancurkannya,” kata Zabarqa kepada Amnesty International.

Sumber: republika.co.id

TAG

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Berita Terbaru

Berita terpopuler

Add New Playlist