Gubernur Aceh Harapkan IDI Lahirkan Inovasi Baru dalam Dunia Kesehatan

Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, memberikan sambutan saat membuka Muktamar ke-31 Ikatan Dokter Indonesia. (foto: Humas Aceh)

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Gubernur Aceh Harapkan IDI Lahirkan Inovasi Baru dalam Dunia Kesehatan

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, memberikan sambutan saat membuka Muktamar ke-31 Ikatan Dokter Indonesia. (foto: Humas Aceh)

MASAKINI.CO – Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, mengatakan peran Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sangat strategis dalam menentukan arah kebijakan dalam bidang kesehatan. Oleh sebab itu, ia berharap melalui Muktamar ke-31, IDI dapat melahirkan inovasi baru dalam dunia kesehatan Indonesia. Sehingga bisa sejajar dan berdaya saing dengan negara lainnya.

“Kalau Muktamarnya di Aceh saya yakin, produk Muktamar ini akan jauh lebih berkualitas,” kata Nova Iriansyah, saat memberikan sambutan pada pembukaan Muktamar IDI ke-31 dan Muktamar Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) ke-21, di Banda Aceh Convention Hall, Rabu, (23/3/2022) malam.

Nova mengatakan, isu kesehatan masyarakat khususnya di Aceh menjadi sangat penting dan mendapatkan perhatian yang serius. Tanpa kesehatan, maka proses untuk menjalankan pembangunan akan sulit dilakukan.

“Kita punya pengalaman menghadapi pandemi Covid-19 yang menjadi bukti betapa pentingnya isu kesehatan sebagai basis pembangunan bangsa. Selama Covid-19 masih menjadi pandemi, maka sektor-sektor lain pasti akan ikut terganggu,” kata Nova.

Menurutnya, para dokter adalah putra putri terbaik bangsa. Aceh sendiri menjadi daerah yang sangat tertolong dengan hadirnya dokter. Mulai dari masa konflik, bencana tsunami, hingga pandemi Covid-19.

“IDI sebagai wadah pengembangan profesionalisme para dokter di Indonesia tentu diharapkan dapat selalu menjawab setiap tantangan baru,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Nova menyampaikan ucapan selamat dan menyambut baik kedatangan delegasi Muktamar IDI dari seluruh Indonesia.

Ia berharap, selama delegasi berada di Banda Aceh dapat menikmati segala fasilitas dan sarana pendukung, destinasi wisata, cagar budaya, maupun kuliner-kuliner lezat khas seperti kopi Arabika Gayo, Aceh.

“Tentunya ini menjadi kebanggaan dan kehormatan bagi kami, sekaligus torehan sejarah baru karena Banda Aceh untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah muktamar IDI, setelah 70 tahun perjalanan panjang organisasi profesi ini berdiri,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar IDI, dr. Daeng Muhammad Faqih, mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi Pemerintah dan jajaran beserta pengurus IDI wilayah Aceh yang telah menyambut seluruh delegasi dengan begitu baik. Berbagai kearifan lokal, seni, hingga kuliner mengiringi penyambutan delegasi Muktamar.

“Kami sangat bangga dengan kesungguhan kawan-kawan di Aceh, terutama komitmen, semangat dan pengorbanan,” kata Daeng.

Daeng mengatakan, Muktamar ke-31 tersebut harus menjadi momentum bagi seluruh pengurus IDI untuk mewujudkan dan mengingatkan peran dan fungsi dokter.

“Marilah kita berhimpun, tuangkan peran kita dengan memproduksi gagasan. Mari kita betul-betul membuat gerakan kontribusi, dengan mencurahkan ide dan gagasan,” ujarnya.

TAG

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Berita Terbaru

Berita terpopuler

Add New Playlist