Juara Sayembara antar SKPA, Katibul Wali Terima Penghargaaan Gubernur Aceh

Kegiatan peresmian nama dua gedung baru di Banda Aceh, Balee Meuseraya dan Balee Keurukon Inong Aceh. (foto: untuk masakini.co)

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Juara Sayembara antar SKPA, Katibul Wali Terima Penghargaaan Gubernur Aceh

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Kegiatan peresmian nama dua gedung baru di Banda Aceh, Balee Meuseraya dan Balee Keurukon Inong Aceh. (foto: untuk masakini.co)

MASAKINI.CO – Gubernur Aceh Nova Iriansyah, menyerahkan penghargaan kepada Katibul Wali Azwardi Abdullah, sebagai juara lomba antar SKPA untuk penamaan gedung pemerintah yang ada di Banda Aceh.

Penyerahan penghargaan dilaksanakan pada kegiatan peresmian penabalan dua gedung milik pemerintah, Sabtu (11/6/2022) oleh Gubernur Aceh. Peresmian nama baru dua gedung itu dipusatkan pada satu lokasi, yaitu di Gedung Balai Meuseuraya Aceh.

Gedung itu adalah Balee Meuseraya Aceh yang sebelumnya bernama Gedung Banda Aceh Convention Hall (BACH), dan Balee Keurukon Inong Aceh yang sebelumnya bernama Gedung Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW).

“Alhamdulillah nama yang diusulkan oleh Keurukon Katibul Wali (KKW) melalui sayembara antar SKPA terpilih sebagai juara,” kata Azwardi.

Azwardi juga menjelaskan, dirinya mengusulkan nama meuseuraya karena kata tersebut merupakan nama yang telah lama melekat dalam kehidupan masyarakat Aceh.

Kata Meuseuraya, dalam bahasa Aceh mengandung makna kegiatan yang melibatkan banyak orang yang menggunakan tempat tertentu.

“Meuseuraya dapat dimaknai bekerja secara kolektif, bahu-membahu membantu orang lain yang membutuhkan, ataupun melakukan sesuatu yang berhubungan dengan hajat orang banyak dengan kerja yang sifatnya kebersamaan,” jelas Azwardi.

Sedangkan kata Kata Balee, sudah pernah digunakan oleh para Sultan Aceh tempo dulu untuk nama bangunan atau nama ruangan tertentu dalam istana Kesultanan Aceh, seperti Balee Rung Sari, Balee Musyawarah dan berbagai nama Balee lainnya.

“Jadi, kata Balee Meuseuraya merupakan terminologi yang makruf digunakan dalam masyarakat Aceh,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Aceh Nova Iriansyah dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur karena telah memiliki dua aset berharga, yang keberadaannya diharapkan dapat berperan penting dalam menunjang kerja-kerja kepemerintahan.

Gubernur menyebut, gedung dan bangunan merupakan salah satu komponen aset tetap yang sangat besar nilainya bagi pembangunan daerah. Karena itu, kegunaan dan kemanfaatan aset tersebut diharapkan betul-betul dapat dirasakan oleh pemerintah serta masyarakat.

Selain itu Nova juga berpesan agar aset yang ada agar dimanfaatkan dengan baik, karena dapat memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah. Bahkan memberikan manfaat ekonomi maupun sosial kepada masyarakat, serta mengurangi beban anggaran daerah terkait belanja pemeliharaan aset dimaksud.

“Saya berharap kedua gedung ini dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya, sesuai fungsi dan peruntukan masing-masing,” kata Nova.

Asisten III Sekda Aceh Iskandar AP yang juga hadir pada kegiatan tersebut menyatakan, pemilihan nama Balee Meuseuraya Aceh sebagai nama baru dari BACH telah melalui beberapa tahapan.

Dimulai dari sayembara yang diikuti oleh SKPA-SKPA, hingga akhirnya muncul nama yang diusulkan oleh pihak Keurukon Katibul Wali.

TAG

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Berita Terbaru

Berita terpopuler

Add New Playlist