PIM Berhenti Operasi, Illiza Desak Menteri ESDM Serius Jamin Ketersediaan Gas

Anggota DPR RI Illiza Sa'aduddin Djamal. (foto: untuk masakini.co)

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

PIM Berhenti Operasi, Illiza Desak Menteri ESDM Serius Jamin Ketersediaan Gas

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Anggota DPR RI Illiza Sa'aduddin Djamal. (foto: untuk masakini.co)

MASAKINI.CO – Anggota DPR RI, Illiza Sa’aduddin Djamal menilai tindakan PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) menghentikan pengoperasian amonia, merupakan bukti pemerintah tidak komitmen terhadap upaya swasembada pangan.

Apalagi perusahaan yang memproduksi amonia dan pupuk urea itu, menghentikan operasi PIM-1 dengan alasan tidak adanya pasokan gas. Pemerintah seharusnya serius, minimal memastikan alokasi lima kargo gas pertahun sesuai komitmennya.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) diharapkan segera mencari penyebab macetnya pasokan gas, serta menemukan solusi permanen. Hal itu disebabkan kendala pasokan gas untuk PIM bukan pertama sekali terjadi.

“PIM 29 Mei 2021 sempat hentikan produksi pupuk urea akibat terkendala pasokan gas dari PT Medco. Sekarang ketidaktersedian gas sebabkan pabrik amonia tidak produksi. Pemerintah harus menjamin ketersediaan gas,” kata Illiza, Sabtu (12/3/2022).

Anggota Fraksi PPP itu, mendesak Menteri ESDM bergerak cepat menyuplai gas ke PIM-1. Selain memastikan PIM-2 terus mendapat gas untuk produksi pupuk urea subsidi untuk Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepri-Riau dan Jambi.

“Jika PIM berhenti beroperasi bakal terjadi efek domino perekonomian Aceh. Para pekerja diperusahaan itu akan merugi, sementara petani akan kesulitan pupuk, hingga potensi inflasi kelompok bahan pangan,” sebut Illiza.

TAG

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Berita Terbaru

Berita terpopuler

Add New Playlist