MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Sabtu, Februari 28, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Cerita

One Sticx Billiard Menghapus Stigma dengan Prestasi

Riska Zulfira by Riska Zulfira
2 Juli 2025
in Cerita, Olahraga
0
One Sticx Billiard Menghapus Stigma dengan Prestasi

One Sticx Team & Academy | foto: dok pribadi untuk masakini.co)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Di tengah anggapan miring bahwa billiard hanya sekadar permainan hiburan yang kerap dikaitkan dengan judi, One Sticx Billiard di Banda Aceh hadir dengan wajah berbeda.

Salah satu owner One Sticx Billiard, Sayed Raksamana menegaskan bahwa tempat ini bukan cuma rumah billiard biasa, melainkan juga pusat pembinaan atlet billiard yang punya visi besar untuk memperkenalkan billiard sebagai olahraga prestasi.

RelatedPosts

Manchester United dan Manchester City Bersaing Rekrut Gelandang Nottingham Forest

Setelah Ronaldo, Giliran Messi Dijadwalkan Temui Donald Trump

Arteta Yakin Gyokeres Akan Dorong Arsenal Raih Empat Gelar Juara

“Kita ingin billiard di Aceh dikenal sebagai olahraga yang punya gengsi, bukan sekadar tempat main-main apalagi judi. Tagline kita jelas, billiard berprestasi tanpa judi,” kata Sayed saat ditemui di Banda Aceh, Rabu (2/7/2025).

Sejak dibuka pada 1 Januari 2025, One Sticx Billiard langsung menyiapkan standar internasional untuk fasilitasnya. Tak lama berselang, pada 21 April 2025, mereka resmi membentuk One Sticx Team & Academy yang kini menaungi 16 atlet muda Aceh.

Para atlet ini rutin berlatih empat kali seminggu dengan durasi empat jam setiap sesi. Semua difasilitasi gratis, berkat dukungan sponsor yang peduli.

“Kita gratiskan program latihan rutin ini, jadi para atlet tinggal fokus latihan. Seminggu empat kali, satu kali latihan empat jam, pakai dua meja,” ungkap Sayed.

One Sticx Team Academy sengaja menyasar anak-anak muda Aceh yang memang sudah hobi bermain billiard tapi belum terarah. Mereka mengarahkan dan mempersiapkan para atlet supaya siap ikut turnamen.

“Kalau cuma main di sini saja mentalnya enggak akan terasah. Makanya kita ingin mengupayakan bawa mereka tanding ke luar daerah agar pertumbuhan mental dan memiliki motivasi yang lebih bagus,” katanya.

Belum lama ini, One Sticx memberangkatkan empat atlet dan satu pelatih ke Medan untuk mengikuti serangkaian turnamen. Salah satunya Tommy Danovan, atlet andalan yang sudah malang melintang di kejuaraan billiard.

Salah satu atlet One Sticx Team Academy yang berhasil meraih juara 1 pada turnamen yang digelar di Kota Medan, Sumatera Utara. (foto: dok pribadi untuk masakini.co)

Tommy berhasil mengharumkan nama Aceh dan One Sticx Team and Academy dengan meraih juara 1 AcePool 9 Ball Home Tournament Medan pada 21 Juni 2025, lalu menjuarai Arcade Billiard 9 Ball Tournament HC3 pada 25–29 Juni 2025 di Medan. Sebelumnya, ia juga sering naik podium sejak 2018.

Sayangnya, semua perjalanan ini masih murni dari kantong pribadi tim. Sayed mengakui masih terkendala dana saat memberangkatkan para atlet. Ia meyakini atlet-atlet One Sticx ini punya daya saing dan motivasi untuk menang.

“Kalau diitung-itung satu orang biayanya sekitar dua juta. Kita bawa lima orang, ya sekitar sepuluh juta sekali jalan. Itu untuk transport, makan, penginapan, pendaftaran. Tapi kita tetap berangkat semampunya,” ujar Sayed.

Karena itu, ia berharap dukungan lebih nyata baik dari pemerintah maupun swasta. “Billiard ini olahraga kedua termahal setelah golf. Stik, sarung tangan, bola semua mahal. Kalau ada pengusaha yang suka billiard, pintu kita terbuka lebar untuk pengembangan atlet ini,” katanya.

Menurut Sayed, kendala terbesar atlet billiard Aceh bukan lagi pada teknik dalam melatih atlet. Namun persoalan mental baru akan terasah jika sering turun bertanding.

“Jujur saja, mental itu kendala utama. Kalau teknik sudah, cuma mental ini butuh sering ikut turnamen. Karena itu kita rutin bawa mereka ke luar, supaya terbiasa tanding,” ungkapnya.

Ke depan, One Sticx juga sedang mempersiapkan atletnya menghadapi Kejuaraan Daerah (Kejurda). Targetnya, para pemain tak hanya berhenti di level daerah, tapi juga bisa tembus ke kejuaraan nasional bahkan internasional.

“Di Jakarta itu pemain-pemainnya sudah terbiasa sparing sama atlet dunia. Kita mau ke sana juga. Harapan besarnya billiard Aceh makin dikenal, makin harum, atlet-atlet kita makin banyak kumpul prestasi,” pungkasnya.

Tags: Atlet Billiard AcehBanda AcehOlahraga BilliardOne Sticx Billiard
Previous Post

Hutan Pinus Saree Terbakar, Akses Sulit Hambat Pemadaman

Next Post

KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam di Selat Bali, Ini Perintah Presiden ke Basarnas

Related Posts

Polda Aceh Salurkan 2,7 Ton Kurma ke 53 Titik di Banda Aceh dan Aceh Besar

by Riska Zulfira
27 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Polda Aceh melalui Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) menyalurkan 2,7 ton kurma ke 53 lokasi di Banda Aceh dan...

Afdhal Tinjau Pasar Murah Daging Meugang Jelang Ramadan

Afdhal Tinjau Pasar Murah Daging Meugang Jelang Ramadan

by Redaksi
16 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah melakukan survei lokasi pasar murah daging meugang di sejumlah titik pada...

Harga Bahan Pokok di Pasar Tani Stabil, Cabai Merah Rp38 Ribu per Kilogram

Harga Bahan Pokok di Pasar Tani Stabil, Cabai Merah Rp38 Ribu per Kilogram

by Aininadhirah
12 Februari 2026
0

MASAKINI.CO – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Tani terpantau relatif stabil pada Kamis (12/2/2026). Pantauan masakini.co lokasi, beberapa komoditas pangan...

Next Post
KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam di Selat Bali, Ini Perintah Presiden ke Basarnas

KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam di Selat Bali, Ini Perintah Presiden ke Basarnas

Melihat Deri Corfe, Eks Persiraja yang Kini Berseragam PSIM Yogyakarta

Melihat Deri Corfe, Eks Persiraja yang Kini Berseragam PSIM Yogyakarta

Discussion about this post

CERITA

Singkirkan 4.000 Peserta, Reza Wakili Indonesia ke Rusia

27 Februari 2026
Ismatul Rahmi pemeran Hasanah dalam dokudrama NOEH | Foto: dok pribadi

Air Mata Hasanah, Luka yang Tak Terlihat dalam Film Noeh

17 Februari 2026

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

14 Februari 2026

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

4 Februari 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...