MASAKINI.CO – Pemerintah Aceh memberangkatkan ribuan peserta program mudik gratis menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dari Depo Trans Koetaradja, Banda Aceh, Minggu (15/3/2026). Program yang digagas melalui Dinas Perhubungan Aceh tersebut menyiapkan 122 armada untuk melayani pemudik menuju berbagai daerah di Aceh.
Pelepasan rombongan mudik gratis itu dilakukan langsung oleh Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf. Ia menjelaskan Pemerintah Aceh menghadirkan program mudik gratis untuk membantu masyarakat menghadapi tingginya biaya perjalanan sekaligus mengurangi penggunaan kendaraan pribadi yang berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan selama arus mudik dan arus balik Lebaran.
Program tersebut juga diharapkan dapat mendukung pengendalian inflasi daerah dengan menjaga kelancaran distribusi dan mobilitas masyarakat selama periode libur Idul Fitri. Tak lupa Mualem juga mengingatkan kepada pengemudi untuk berhati-hati saat berkendara dan mengutamakan keselamatan penumpang di perjalanan.
“Jika lelah istirahat. Utamakan keselamatan di jalan. Keluarga menunggu di kampung halaman. Salam kami kepada keluarga di kampung halaman.”
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Aceh T. Faisal mengatakan, program mudik gratis tahun ini disambut antusias oleh masyarakat. Hal tersebut terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai 3.328 orang melalui sistem pendaftaran daring, sementara kuota angkutan darat yang disediakan Pemerintah Aceh hanya 2.070 orang.
“Untuk melayani pemudik tersebut kami menyiapkan 122 kendaraan, terdiri dari 27 bus besar dan 95 unit Hiace dengan 18 rute tujuan ke berbagai kabupaten/kota di Aceh,” kata Faisal.
Ia menjelaskan, seluruh peserta mudik diberangkatkan secara bertahap dari Depo Trans Koetaradja pada 15 hingga 17 Maret 2026. Rute perjalanan diprioritaskan ke sejumlah wilayah di Aceh, termasuk daerah yang sebelumnya terdampak bencana hidrometeorologi.
Selain angkutan darat yang difasilitasi Pemerintah Aceh, program mudik gratis tahun ini juga mendapat dukungan dari Kementerian Perhubungan dan sejumlah BUMN dengan kuota tambahan sekitar 709 penumpang.
Untuk masyarakat di wilayah kepulauan, pemerintah juga menyediakan layanan mudik gratis melalui transportasi laut. Layanan tersebut melayani delapan rute pelayaran menggunakan kapal ro-ro dan kapal cepat dengan kapasitas total mencapai 3.642 penumpang.
“Jika seluruh layanan digabungkan, total kuota mudik gratis yang tersedia di Aceh tahun ini mencapai 6.421 orang,” ujar Faisal.
Faisal menambahkan, seluruh armada yang digunakan dalam program mudik gratis tersebut telah melalui pemeriksaan kelaikan kendaraan atau ramp check untuk memastikan kendaraan layak beroperasi.
Selain itu, para pengemudi juga telah menjalani pemeriksaan kesehatan, termasuk tes urin, guna memastikan kondisi pengemudi aman sebelum membawa penumpang selama masa mudik.
Di sela kegiatan tersebut, Gubernur Aceh juga menyerahkan santunan kepada sejumlah anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan Ramadan.
Salah seorang peserta mudik gratis, Putri, mengaku sangat terbantu dengan program tersebut. Ia mengatakan telah sekitar satu tahun tidak pulang ke kampung halaman dan bersyukur akhirnya mendapatkan kuota pada tahun ini.
“Alhamdulillah senang sekali bisa ikut mudik gratis tahun ini. Tahun lalu saya tidak dapat kuota, tapi tahun ini akhirnya dapat,” ujarnya.
Putri yang akan mudik ke Medan berharap program tersebut dapat terus dilaksanakan setiap tahun dengan jumlah kuota yang lebih banyak agar semakin banyak masyarakat yang terbantu.









Discussion about this post