MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Minggu, Oktober 25, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Plt Gubernur Tegaskan Konsep Dagang Hijau di Kalangan Pebisnis Eropa

Masa Kini by Masa Kini
17 Juni 2019
in Daerah
0
Plt Gubernur Tegaskan Konsep Dagang Hijau di Kalangan Pebisnis Eropa
Share on FacebookShare on Twitter

Belanda – Pelaksana tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah melakukan kunjungan kerja singkat ke Belanda, 12 – 14 Juni lalu. Kunjungan ini dilaksanakan atas fasilitasi IDH (The Sustainable Trade Innitiative/Inisiatif Dagang Hijau), yang bermarkas di Utrecht, Belanda.

“Bapak diundang sebagai narasumber untuk memaparkan Peta Jalan Bisnis Berwawasan Lingkungan sebagai implementasi Aceh Green dan Aceh Meugo. Forum ini dimanfaatkan untuk penegasan di kalangan pebisnis Eropa,” kata Jubir Pemerintah Aceh, Wiratmadinata, Jumat (15/6) lalu, seusai pertemuan Stakeholder Internasional di Utrecht.

RelatedPosts

MTQ Aceh Besar Kembali Digelar Setelah Delapan Tahun, 665 Peserta Bertanding

Pemko Banda Aceh Subsidi Paket Sembako Rp80 Ribu untuk Kendalikan Inflasi

Bupati Aceh Besar Minta Bahasa Aceh Dibiasakan di Rumah dan Sekolah

Wira menjelaskan, selama Kunker itu, setidaknya ada dua pertemuan utama yg merupakan forum pemangku kepentingan; Perusahaan, NGO, dan pemerintahan, ditambah dengan enam pertemuan teknis tambahan yang diikuti tim pendukung. Di sana, pihak Aceh mendapat kesempatan untuk berdiskusi guna menjelaskan kelayakan produksi pertanian Aceh dengan pendekatan Aceh Green.

“Kunker itu dimanfaatkan juga untuk membahas potensi kerjasama bidang pertanian dan perkebunan. Di sana Bapak Plt bertemu para “buyer” seperti Pepsi.co, Musimas, Sinar Mas, AndgreenFund, Wakil Pemerintah, donor, dan lainnya. Target, Aceh bisa mendapatkan dukungan menembus pasar Internasional, khususnya Eropa,” kata Wira.

Dilaporkan, dalam pertemuan Plt Gubernur Aceh berkesempatan untuk menjelaskan kepada John Buchanan dari Conservation International (CI), David Pendlington dari Mars-Effem (buyer international) serta NGO lingkungan Belanda, ttg usaha peningkatan produksi pertanian di Aceh yang ramah lingkungan. David paling antusias untuk meninjau langsung ke Aceh dalam waktu dekat.

Wira menjelaskan, “Bisnis Berwawasan Lingkungan?” Ini adalah sebuah gerakan yang melihat lingkungan, khususnya hutan bukan hanya sebagai SDA yang harus dilindungi untuk kelestarian bumi, tapi juga dapat dimanfaatkan secara bertanggungjawab oleh masyarakat.

“Hal ini selaras dengan paradigma Aceh tentang Aceh Green,” kata Wira.

Ekonomi Aceh, dijelaskan, selama ini mengandalkan sektor pertanian dan perkebunan sebagai sumber pendapatan utama. Karena sektor jasa dan perdagangan umum masih lemah. “Maka, jika ingin meningkatkan bisnis hasil pertanian & perkebunan, mau tak mau harus ikuti standard Internasional,” katanya.

Pemerintah Aceh, sebut Wira secara aktif berusaha menjadi bagian dalam usaha mendorong “Bisnis Berwawasan Lingkungan” pada level internasional. “Tujuannya agar produksi pertanian Aceh dapat diterima di pasar Internasional. Itulah sebabnya, Plt., Gubernur Aceh gencar promosi,” sebutnya lagi.

Undangan pihak IDH, yang menyediakan forum pertemuan dengan para pihak ini, segera dimanfaatkan Pemerintah Aceh. “Dalam ajang inilah Bapak Plt mengajak para buyer untuk membeli kopi, pala, coklat, sawit, dan produk pertanian plus perkebunan lainnya dari Aceh,” kata Wira.

Keluhan Pasar Eropa

Wira juga melaporkan bahwa para pembeli Eropa masih mengeluhkan kualitas produk tani dan kebun Aceh. Ada banyak persepsi negatif tentang Aceh, meski begitu, Nova Iriansyah meyakinkan pihak donor untuk membantu pelatihan bagi petani Aceh, sehingga mereka bisa bersaing dengan produk global.

Wira juga memperlihatkan contoh produk yang sudah mendapatkan sertifikasi “ramah lingkungan” (green), dari Pemerintah EU. “Produsen seperti Lipton, tidak Akan membeli produk petani kita, jika prosesnya masih belum disertifikasi. Inilah yang diperjuangkan oleh Plt Gubernur Aceh dalam kunkernya di Belanda,” sebutnya. Yaitu memberikan penjelasan yg proporsional.

Wira menambahkan, kehadiran Plt Gubernur Aceh bukan hanya memperjuangkan untuk mendapatkan pasar tapi juga meningkatkan kualitas produksi dan volumenya agar bisa menjamin suplai ekspor. Karena terkadang produknya diminati, tapi suplai tidak stabil. “Itulah beberapa Hal penting dari Forum IDH tersebut,” kata Wira.

“Salah satu “buyer” besar yang akan menjajaki produk pertanian Aceh adalah Mars-efm (Wrigley, dll), serta Pepsi.co., dalam waktu dekat mereka segera meninjau ke Aceh dalam waktu dekat. Sebagai produsen makanan prinsipnya mereka membeli semua komoditi. Karena itu mari kita bersiap,” kata Wira. []

Tags: Pemerintah AcehPlt Gubernur Aceh
Previous Post

Lima Korban Meninggal Akibat Kecelakaan Beruntun

Next Post

Koperasi Diminta Tingkatkan Promosi untuk Menambah Penjualan

Related Posts

15 Desa di Aceh Terima Penghargaan Percontohan Antikorupsi 2026

by Redaksi
21 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Sebanyak 15 desa di Aceh menerima penghargaan sebagai Percontohan Desa Antikorupsi 2026. Penganugerahan yang diserahkan Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah...

Wagub Targetkan Pembangunan Huntap Tuntas 2027

by Redaksi
20 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, meminta pemerintah kabupaten dan kota mempercepat persiapan lahan serta memperkuat koordinasi agar pembangunan hunian...

Mualem Ajak Mahasiswa Kritis dan Terlibat dalam Pembangunan Aceh

by Ahmad Mufti
20 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) mengajak mahasiswa untuk terus berpikir kritis, berani menyampaikan kebenaran, dan menawarkan solusi atas persoalan...

Next Post

Koperasi Diminta Tingkatkan Promosi untuk Menambah Penjualan

Dinilai Halal, Enam Hotel Terima Gemilang Award

Discussion about this post

CERITA

Semalam Bersama Kanye West

25 Oktober 2026

Desa Wisata Ulee Lheue Tawarkan Sensasi Ngopi di Atas Perahu

22 Oktober 2026

Kisah Abdul Majid, 21 Tahun Menyambung Alas Kaki demi Menghidupi Keluarga

14 Oktober 2026

PFI Malang Rekam Cerita di Balik Pangan Lewat Pameran Foto

25 September 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co