MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Minggu, November 8, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Plt Gubernur Tegaskan Konsep Dagang Hijau di Kalangan Pebisnis Eropa

Masa Kini by Masa Kini
17 Juni 2019
in Daerah
0
Plt Gubernur Tegaskan Konsep Dagang Hijau di Kalangan Pebisnis Eropa
Share on FacebookShare on Twitter

Belanda – Pelaksana tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah melakukan kunjungan kerja singkat ke Belanda, 12 – 14 Juni lalu. Kunjungan ini dilaksanakan atas fasilitasi IDH (The Sustainable Trade Innitiative/Inisiatif Dagang Hijau), yang bermarkas di Utrecht, Belanda.

“Bapak diundang sebagai narasumber untuk memaparkan Peta Jalan Bisnis Berwawasan Lingkungan sebagai implementasi Aceh Green dan Aceh Meugo. Forum ini dimanfaatkan untuk penegasan di kalangan pebisnis Eropa,” kata Jubir Pemerintah Aceh, Wiratmadinata, Jumat (15/6) lalu, seusai pertemuan Stakeholder Internasional di Utrecht.

RelatedPosts

Minyak Nilam Resmi Masuk Resi Gudang, Petani Aceh Bisa Tunda Jual Saat Harga Anjlok

234 Keuchik Aceh Besar Akan Ikuti Retret, Dibekali Pengelolaan Dana Desa hingga Antikorupsi

Banda Aceh Siapkan Empat Lokasi Sanitasi Unggulan untuk CSS XXIV AKKOPSI

Wira menjelaskan, selama Kunker itu, setidaknya ada dua pertemuan utama yg merupakan forum pemangku kepentingan; Perusahaan, NGO, dan pemerintahan, ditambah dengan enam pertemuan teknis tambahan yang diikuti tim pendukung. Di sana, pihak Aceh mendapat kesempatan untuk berdiskusi guna menjelaskan kelayakan produksi pertanian Aceh dengan pendekatan Aceh Green.

“Kunker itu dimanfaatkan juga untuk membahas potensi kerjasama bidang pertanian dan perkebunan. Di sana Bapak Plt bertemu para “buyer” seperti Pepsi.co, Musimas, Sinar Mas, AndgreenFund, Wakil Pemerintah, donor, dan lainnya. Target, Aceh bisa mendapatkan dukungan menembus pasar Internasional, khususnya Eropa,” kata Wira.

Dilaporkan, dalam pertemuan Plt Gubernur Aceh berkesempatan untuk menjelaskan kepada John Buchanan dari Conservation International (CI), David Pendlington dari Mars-Effem (buyer international) serta NGO lingkungan Belanda, ttg usaha peningkatan produksi pertanian di Aceh yang ramah lingkungan. David paling antusias untuk meninjau langsung ke Aceh dalam waktu dekat.

Wira menjelaskan, “Bisnis Berwawasan Lingkungan?” Ini adalah sebuah gerakan yang melihat lingkungan, khususnya hutan bukan hanya sebagai SDA yang harus dilindungi untuk kelestarian bumi, tapi juga dapat dimanfaatkan secara bertanggungjawab oleh masyarakat.

“Hal ini selaras dengan paradigma Aceh tentang Aceh Green,” kata Wira.

Ekonomi Aceh, dijelaskan, selama ini mengandalkan sektor pertanian dan perkebunan sebagai sumber pendapatan utama. Karena sektor jasa dan perdagangan umum masih lemah. “Maka, jika ingin meningkatkan bisnis hasil pertanian & perkebunan, mau tak mau harus ikuti standard Internasional,” katanya.

Pemerintah Aceh, sebut Wira secara aktif berusaha menjadi bagian dalam usaha mendorong “Bisnis Berwawasan Lingkungan” pada level internasional. “Tujuannya agar produksi pertanian Aceh dapat diterima di pasar Internasional. Itulah sebabnya, Plt., Gubernur Aceh gencar promosi,” sebutnya lagi.

Undangan pihak IDH, yang menyediakan forum pertemuan dengan para pihak ini, segera dimanfaatkan Pemerintah Aceh. “Dalam ajang inilah Bapak Plt mengajak para buyer untuk membeli kopi, pala, coklat, sawit, dan produk pertanian plus perkebunan lainnya dari Aceh,” kata Wira.

Keluhan Pasar Eropa

Wira juga melaporkan bahwa para pembeli Eropa masih mengeluhkan kualitas produk tani dan kebun Aceh. Ada banyak persepsi negatif tentang Aceh, meski begitu, Nova Iriansyah meyakinkan pihak donor untuk membantu pelatihan bagi petani Aceh, sehingga mereka bisa bersaing dengan produk global.

Wira juga memperlihatkan contoh produk yang sudah mendapatkan sertifikasi “ramah lingkungan” (green), dari Pemerintah EU. “Produsen seperti Lipton, tidak Akan membeli produk petani kita, jika prosesnya masih belum disertifikasi. Inilah yang diperjuangkan oleh Plt Gubernur Aceh dalam kunkernya di Belanda,” sebutnya. Yaitu memberikan penjelasan yg proporsional.

Wira menambahkan, kehadiran Plt Gubernur Aceh bukan hanya memperjuangkan untuk mendapatkan pasar tapi juga meningkatkan kualitas produksi dan volumenya agar bisa menjamin suplai ekspor. Karena terkadang produknya diminati, tapi suplai tidak stabil. “Itulah beberapa Hal penting dari Forum IDH tersebut,” kata Wira.

“Salah satu “buyer” besar yang akan menjajaki produk pertanian Aceh adalah Mars-efm (Wrigley, dll), serta Pepsi.co., dalam waktu dekat mereka segera meninjau ke Aceh dalam waktu dekat. Sebagai produsen makanan prinsipnya mereka membeli semua komoditi. Karena itu mari kita bersiap,” kata Wira. []

Tags: Pemerintah AcehPlt Gubernur Aceh
Previous Post

Lima Korban Meninggal Akibat Kecelakaan Beruntun

Next Post

Koperasi Diminta Tingkatkan Promosi untuk Menambah Penjualan

Related Posts

Minyak Nilam Resmi Masuk Resi Gudang, Petani Aceh Bisa Tunda Jual Saat Harga Anjlok

by Riska Zulfira
7 November 2026
0

MASAKINI.CO – Petani nilam di Aceh kini memiliki pilihan untuk menahan penjualan hasil produksinya saat harga pasar anjlok. Minyak nilam...

Temui Prabowo, Mualem Bahas Dana Otsus hingga Bendera Aceh

by Ahmad Mufti
4 November 2026
0

MASAKINI.CO – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), membawa sejumlah persoalan strategis Aceh dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka,...

Mualem Temui Kapolri, Bahas Perdamaian Aceh dan Pemberantasan Narkoba

by Redaksi
4 November 2026
0

MASAKINI.CO – Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem membahas keberlanjutan perdamaian Aceh dan pemberantasan narkoba saat bertemu Kapolri Jenderal Polisi...

Next Post

Koperasi Diminta Tingkatkan Promosi untuk Menambah Penjualan

Dinilai Halal, Enam Hotel Terima Gemilang Award

Discussion about this post

CERITA

Sabetan Pejabat dan Kusir Delman: Belajar dari Driver Ojol

6 November 2026

Di Sudut Punti, Rindu yang Panjang Menemukan Tempat untuk Pulang

2 November 2026

Menyusuri Kisah di Balik Nama Pulau Rubiah

28 Oktober 2026

Dari Lumpur Banjir, Kebun Edukasi MIN 42 Bireuen Tumbuhkan Semangat Baru

27 Oktober 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co