MASAKINI.CO – Persiraja Banda Aceh bergabung di Grup A babak delapan besar Liga 2 Indonesia 2019 setelah finish di peringkat satu klasemen wilayah barat.
Tim berjuluk ‘Lantak Laju’ akan menghadapi Persewar Waropen, Sriwijaya FC dan Mitra Kukar pada babak delapan besar nanti.
Jadwal pertandingan babak delapan besar belum dirilis resmi oleh PT LIB. Namun dari jadwal awal direncanakan dimulai tanggal 28 Oktober. Belum diketahui tim mana yang akan dihadapi anak asuh Hendri Susilo pada laga perdana babak delapan besar.
Sambil menunggul jadwal resmi dari PSSI, tidak ada salahnya kita intip kekuatan lawan-lawan Persiraja.
Persewar Waropen

Meski baru promosi dari Liga 3, kiprah Persewar di Liga 2 tahun ini sangat mengesankan. Sebagai pendatang baru, tim asuhan Elie Aiboy ini menjadi tim yang sulit dikalahkan di kasta kedua sepakbola Indonesia.
Tak heran, tim-tim kuat juga sering terkapar ketika berhadapan dengan Okto Maniani Cs. Sebut saja Persik Kediri, Madura FC dan duo Kalimantan, Mitra Kukar dan Persiba pernah dikandaskan oleh tim asal Papua ini.
Sempat menjadi tim musafir di awal liga karena stadion mereka sedang direnovasi, tapi tak menjadi halangan bagi Victor Pae dkk untuk mencatatkan kemenangan demi kemenangan.
Hasilnya, dari 20 laga di wilayah timur, tim berjuluk ‘Mutiara Bakau’ ini mampu finish di posisi runner up dengan koleksi 31 poin.
Untuk urusan mencetak gol, Persewar juga memiliki lini serang yang patut diwaspadai. Sejauh ini, Daud Irfan Karaebo dkk sudah mengoleksi 22 gol dari 20 laga. Rata-rata tim ini mencetak 1,1 gol per pertandingan. Sebuah statistik yang perlu diwaspadai sebagai sebuah tim pendatang baru. Pemain-pemain yang harus diwaspadai ada pada sosok Ronald Toumahuw, Boaz Isir, Victor Pae, Daud Irfan Karaebo dan Okto Maniani.
Namun produktifitas Persewar tidak diimbangi lini pertahanan. Sejauh ini Persewar sudah kebobolan 18 gol, atau rata-rata kebobolan hampir 1 gol per pertandingan.
Mitra Kukar

Tim asal Tenggarong ini merupakan mantan tim Liga 1. Kenyataan pahit harus diterima Mitra Kukar saat merasakan degradasi dari Liga 1 bersama Sriwijaya dan PSMS Medan tahun lalu.
Meski turun kasta, masih banyak pemain yang bertahan bersama Naga Mekes. Sebut saja Gery Mandagi, Dedy Gusmawan, Andre Agustiar Prakoso, Anindito Wahyu Erminarno, dan M. Rafli Mursalin masih setia berseragam tim Naga Mekes ini.
Masih banyaknya pemain sekelas Liga 1 di squad Mitra Kukar tidak terlepas dari kebijakan manajemen yang tidak memotong gaji pemain mereka yang bertahan. Meski bermain di Liga 2, gaji pemain tetap setara dengan gaji tahun lalu saat berlaga di Liga 1. Kebijakan ini diambil dalam rangka memelihara motivasi pemain tetap tinggi.
Selain itu, tim asal Kaltim ini juga dihuni mantan timnas Indonesia, Ahmad Bustomi, Hendra Bayauw dan Arif Suyono.
Meski tim ini lolos sebagai peringkat 4 klasemen, tapi Mitra Kukar tetap dijagokan sebagai salah-satu tim yang bakal promosi ke Liga 1.
Sriwijaya FC

Usai memastikan diri lolos ke delapan besar, Sriwijaya FC langsung melakukan evaluasi tim agar tampil lebih produktif. Meski lolos, Kas Hartadi menilai lini depan timnya butuh polesan. 26 gol dari 22 laga di babak penyisihan wilayah barat membuat sang arsitek Laskar Wong Kito tidak puas.
Tim sekelas Sriwijaya hanya memiliki rata-rata gol 1,18 per laga dinilai Kas Hartadi belum terlalu produktif. Produktifitas Sriwijaya FC masih kalah dari Persiraja yang telah mengoleksi 36 gol. Rata-rata gol Persiraja tercatat 1,6 per laga.
Namun tim ini memiliki pertahanan yang sangat bagus. Dari statistik, Sriwijaya FC merupakan tim dengan pertahanan terbaik kedua di wilayah barat setelah Persita Tangerang. Selama tampil di Liga 2 tahun ini, Laskar Wong Kito hanya bobol 17 kali, satu kali lebih banyak dari kebobolan Persita.
Pertahanan terbaik yang dimiliki Sriwijaya tidak terlepas dari menterengnya materi pemain yang dimiliki di lini belakang. Nama-nama besar seperti, Zulkifli Syukur, Ambrizal, Bobby Satria dan Yericho menjadi palang pintu yang siap mengawal setiap jengkal pertahanan Sriwijaya.[Jal Meukek]










Discussion about this post