MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Selasa, April 14, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Foto lama

Babah Lheung, Riwayat Tak Seindah Sungainya

Masa Kini by Masa Kini
28 Januari 2020
in Foto lama, Headline
0

Keindahan sungai Babah Lueng.[Ahlul Fikar]

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Pagi itu, sungai Batu Napal tampak sibuk. Burung-burung bernyanyi. Perahu-perahu kayu, melintas silih berganti.

Di sungai dalam Kecamatan Sultan Daulat, Subulussalam itu, warga mengejar waktu, menjual ikan hasil tangkapan seperti paitan, kerling serta ikan mas.

RelatedPosts

Banda Aceh Siap Terapkan WFH ASN Setiap Jumat, Wali Kota Tunggu Aturan Teknis Pusat

Lonjakan Wisatawan ke Sabang, Trip Kapal Ditambah hingga Malam

Gamis Melayu “Bini Orang” Jadi Primadona Lebaran Tahun 2026

Sejumlah wartawan media nasional asal Jakarta, tak ingin melewatkan momen langka di hadapannya. Selain liputan, mereka juga asyik swafoto. Lalu, menikmati ikan bakar hingga menceburkan diri ke sungai nan bening di kawasan hutan Lauser tersebut.

Warga Batu Napal, Ijar menunjukkan ikan hasil tangkapannya.[Ahlul Fikar]
Wartawan menanti ikan bakar matang.[Ahlul Fikar]

“Excited, pengen langsung nyemplung ke air pas sampai di Babah Lhueng, airnya jernih banget, amazing ketika menyusuri belahan bebatuan besar dengan perahu, alunan gemercik air yang jatuh dari atas jadi tambah eksotis,” ungkap Ferdian, wartawan Media Indonesia.

Waktu tempuh ke destinasi wisata ini sekitar 30 menit perjalanan darat dari pusat Kota Subulussalam. Keindahan kawasan ini memiliki nilai jual tinggi, hingga sejumlah warga Batu Napal berinisiatif untuk mempromosikannya sejak tahun 2005.

Optimis bakal menjadi destinasi wisata yang menarik wisatawan, warga bahkan rela merogoh kocek sendiri untuk mempromosikannya.

Perjalanan menuju sungai destinasi wisata alam indah.[Ahlul Fikar]

“Kami promosikan dengan buat spanduk itu pakai duit pribadi kami,” kata Sahdan warga setempat.

Tahun itu juga, terjalin kerja sama dengan Pemkab Singkil (saat itu belum pemekaran). Sejumlah fasilitas pendukung dibangun seperti tempat ibadah, bersantai dan kamar mandi. Setidaknya seribuan wisatawan berdatangan bila akhir pekan.

“Kalau dulu, perharinya seribu lebih orang datang kemari kalau di akhir pekan dan hari besar,” kata Penasehat Kelompok Swadya Masyarakat (KSM) Batu Napal, Fansuri.

Keindahan sungai Babah Lhueng di Batu Napal.[Ahlul Fikar]

Dua tahun berlalu, cerita indah destinasi Babah Lhueng memudar menyusul hadirnya perusahaan penggiling batu di sungai Batu Napal.

“Kendala utama dulunya itulah, waktu masuk penggilingan batu, baru antara yang punya lahan dengan kami tidak sesuai lagi,” sebut Sahdan.

Akses jalan menuju lokasi wisata juga tak terawat. Lalu lalang truk-truk pengangkut batu dan sawit membuat jalan rusak.

“Sudah mau dibantu oleh Pemda, baik jalan maupun tempat wisata tapi tidak dikasih sama pemilik lahan. Mau diaspal tidak boleh,” lanjutnya.

Warung warga tak terawat lagi.[Ahlul Fikar]

Kini, semak belukar tumbuh di sekitar area destinasi wisata. Warung mulai ambruk dimakan rayap. KSM Batu Napal, resah dan bertekad mengembalikan kejayaan wisata alam indah.

Sahdan berharap pemerintah bersedia membantu mereka, menyelesaikan sengketa lahan dan diberikan hak kelola destinasi wisata. [Ahlul Fikar]

Tags: Batu NapalSubulussalamWisata Sungai Babah Lhueng
Previous Post

Harga Jengkol Naik Nyaris Dua Kali Lipat

Next Post

Terekam CCTV, Perampok Perusahaan Sawit Ditangkap di Langkat

Related Posts

Kepala Desa di Subulussalam Didakwa Korupsi Dana Desa Rp298 Juta

by Redaksi
24 Januari 2026
0

MASAKINI.CO - Kepala Desa Bukit Alim, Kecamatan Longkib, Kota Subulussalam, Jamsari (62), mulai diadili dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan Anggaran...

Warga Subulussalam Dibunuh di Kebun Sawit dengan Tangan dan Kaki Terikat

Warga Subulussalam Dibunuh di Kebun Sawit dengan Tangan dan Kaki Terikat

by Alfath Asmunda
14 Februari 2025
0

MASAKINI.CO - Warga Desa Panglima Saman, Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam, dikejutkan dengan penemuan mayat pria bernama Murdadi (30) di kebun...

Korban Perahu Karam di Aceh Tenggara Ditemukan di Subulussalam

Korban Perahu Karam di Aceh Tenggara Ditemukan di Subulussalam

by Alfath Asmunda
24 Desember 2024
0

MASAKINI.CO - Sosok mayat perempuan ditemukan mengapung di Sungai Lae Souraya, Desa Jabi-Jabi, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam kemarin, Senin...

Next Post
Terekam CCTV, Perampok Perusahaan Sawit Ditangkap di Langkat

Terekam CCTV, Perampok Perusahaan Sawit Ditangkap di Langkat

Pemko Sabang Tetap Perpanjang SK Tenaga Harian Lepas

Pemko Sabang Tetap Perpanjang SK Tenaga Harian Lepas

Discussion about this post

CERITA

Rumah Dibakar Ayah, Ibu dan Dua Anak Selamat dari Amukan Dini Hari

7 April 2026

Dari Ditolak hingga Diakui: Jalan Sunyi Inayatillah Membuktikan Perempuan Bisa Memimpin

2 April 2026

Dari Balik Tenda, Suara Wara Bongkar Realitas Pengungsi Aceh Tamiang

27 Maret 2026
Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

19 Maret 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...