MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Minggu, Februari 22, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Headline

Balada Reza Rizki di PSCS; dari Gertakan Angkat Koper hingga Jadi Penyempurna Gol Trio Aceh

Redaksi by Redaksi
5 Oktober 2022
in Headline, Olahraga
0
Balada Reza Rizki di PSCS; dari Gertakan Angkat Koper hingga Jadi Penyempurna Gol Trio Aceh

Aksi Reza Rizki kala membawa PSCS Cilacap ungguli Nusantara United di Liga 2 tahun 2022. (foto: untuk masakini.co)

Share on FacebookShare on Twitter

Reza Rizki menjadi aktor penting saat PSCS Cilacap mengalahkan Nusantara United dalam lanjutan Liga 2 Grup Tengah, musim kompetisi 2022/2023. Gol tunggal penyerang sayap tersebut, mengamankan tiga poin penuh di kandang lawan, Stadion Moch Suebroto, Magelang, Sabtu (1/10/2022).

Dengan demikian, sempurna sudah capaian gol trio Aceh di tim berjuluk Hiu Selatan. Sebelumnya, dua pesepakbola Tanah Rencong lainnya, Ramadhan lebih dulu membuka keran gol, disusul Mudasir.

RelatedPosts

Petualangan Wanda Nara Berlanjut, Setelah Icardi Kini Berlabuh ke Bintang Turki

David Beckham Kasih Beban Berat Lagi ke Lionel Messi

Prediksi Hasil Akhir Manchester City vs Newcastle

“Senang sekali akhirnya bisa cetak gol. Ini gol pertama saya sejak jadi pemain profesional. Musim lalu, setengah musim di PSCS saya belum cetak gol. Alhamdulillah bahagia, terharu dan bangga,” kata Reza Rizki kepada masakini.co, Selasa (4/10/2022).

Penantian pesepakbola dengan nomor punggung 17 tersebut cukup lama. Ia melewati banyak rintangan. Sabar menyicil jam terbang. Di tahun sebelumnya, Reza Rizki minim menit bermain. Tahun ini, di bawah asuhan Hendri Susilo, sejatinya ia juga bukan pilihan utama. Namun jauh lebih lumayan, kerap mendapatkan kepercayaan di babak kedua.

Momen yang dinanti untuk berselebrasi datang jua. Di saat pertandingan masih bertahan dengan skor imbang, Reza Rizki mendapatkan instruksi dari pelatih untuk melakukan pemanasan.

Ia mengatakan, dengan perasaan siap, sayap asal Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen tersebut melakukan pemanasan amat serius. Hanya saja, belum dua menit, dirinya sudah dipanggil untuk masuk lapangan.

“Waktu mau masuk, Coach Hendri bilang; ini kalau kamu main jelek, bungkus koper, saya kirim ke Aceh,” kenangnya.

Reza Rizki merasa tertantang. Motivasinya memuncak. Dengan menjawab siap ala tentara, dirinya masuk. Sepuluh menit awal, pemain kelahiran Pante Gajah, 11 Desember 1997 itu beroperasi sebagai sayap kiri. Setelah itu, Pelatih PSCS memberi aba-aba tukar posisi. Ramadhan main di sayap kiri, sementara Reza Rizki ke kanan.

Itulah kali pertama, sepanjang kariernya di PSCS, Reza Rizki bermain di posisi yang paling ia sukai. Feeling Hendri Susilo sore itu benar, keputusannya berbuah manis. Sebuah umpan lambung dari bek PSCS, diterima striker mereka, Firman. Yang bersangkutan menyundul bola tersebut ke tengah lapangan. Bola itu disambut Reza Rizki.

Dengan melakukan kontrol dada sambil jalan, ia memperdayai satu pemain lawan. Dengan kecepatan yang Reza Rizki miliki, ia berlari sembari men-dribbling di sayap kanan. Sesaat tiba di depan kotak penalti, dua bek tengah Nusantara United tidak langsung menyerobot. Memilih menunggu, dengan asumsi bola akan di-crossing.

Tebakan dua bek Nusantara United salah. Alih-alih memberikan umpan, Reza Rizki justru melesatkan tendangan keras dari luar kotak penalti. Kiper lawan, Fery tidak bisa menjangkau arah bola. Ia melompat ke kanan. Sedangkan dentuman Reza Rizki diarahkan ke tiang satu, kiri atas gawang.

Gol! 0-1 untuk keunggulan PSCS. Reza Rizki langsung berlari ke pojok kanan lapangan, dua pesepakbola Aceh lainnya, Ramadhan dan Mudasir ikut merayakan. Dengan selebrasi ala Cristiano Ronaldo, fotografer telaten mengabadikan momen. Sayup-sayup dua rekannya dari Aceh mengutarakan; bereh, bereh tanyo kaleuh ta peulop sineuk sapoe (baca: mantap, kita udah memasukkan satu gol per orangnya).

Sementara di bench, pemain, kitman, dokter tim hingga tim pelatih ikut bersorak. Lelaki berbaju kaos putih berkerah, tampak tak begitu ekpresif. Hendri Susilo tetap dengan karakternya, yang cool. Tapi siapa tau, di dalam hatinya, eks juru taktik Persiraja itu turut merasakan hal yang sama.

Enam menit paska gol tersebut, waktu normal berakhir. Reza Rizki yang berada di tengah lapangan langsung melakukan sujud syukur. Dengan perasaan campur aduk, tak terasa, air mata putra dari Mandaryati tersebut menetes.

“Tangisan itu karena doa ibu saya diijabah. Kemudian, saya lega bisa melewati tantangan dari Head Coach,” ungkapnya.

Sejujurnya, diakui Reza Rizki, hari itu dia punya firasat kuat bahwa akan menyudahi kemarau golnya. Sebelum berangkat ke stadion, tepat pukul 12:30 WIB, 15 menit lamanya ia melakukan video call dengan perempuan yang melahirkannya. Ibunya percaya, buah hatinya itu akan mencetak gol sore itu.

“Mak (ibu) saya bilang, yakin bahwa saya bakal cetak gol. Mak saya juga menyampaikan; di depan gawang, tendang aja! Gak usah oper lagi. Dan betul-betul saya lakukan sesuai perintah Mak. Alhamdulillah beneran gol,” jelasnya.

Karena gol itu, setelah laga, tanpa kata, Hendri Susilo mengusap kepala anak asuhnya itu, lalu menggenggam erat tangannya. Saat berjabat, tangan Reza Rizki digoyang-goyang. Tanda pelatih yang berdomisili di Malang itu senang.

Pelatih yang berasal dari Bukittinggi, Sumatra Barat tersebut merasa lega. Sebab, diantara banyak anak asuhnya, hanya Reza Rizki yang mampu menjalankan skema latihan. Hal itu disampaikan Hendri Susilo, saat melakukan doa bersama usai pertandingan.

“Sebelum pertandingan itu, kami PSCS memang fokus latihan finishing. Banyak shooting. Coach Hendri bilang, hanya Reza Rizki hari ini yang keluar itu (hasil latihan terakhir),” tutur pemain berusia 25 tahun ini.

Momen tersebut berkorelasi dengan ultimatum pelatih. Reza Rizki menuturkan, satu hari setelah laga tandang menghadapi Persekat Tegal (27/9), Hendri Susilo menyambanginya ke kamar. Ia berterus terang bahwa Reza Rizki under perfom di pertandingan itu.

“Coach bilang bahwa saya bermain tidak seperti biasa. Intinya kurang bagus. Bila sekali lagi jelek, maka saya di luar. Pokoknya harus kembali bagus, jangan bikin malu,” tutur Reza.

Ultimatum Hendri Susilo, menjadi cambuk yang kemudian melejitkan Reza Rizki. Gol tersebut menjadi jawaban bahwa ia selalu punya motivasi untuk menjadi lebih baik. Doa ibunya, orangtua satu-satunya yang tersisa, adalah kunci dari keberhasilan (akhirnya) bisa mencetak gol.

Tags: Hiu SelatanJebolan PON AcehKlasemen Liga 2 Grup TengahLiga 2 2022/2023MagelangmasakiniMudasirNusantara UnitedPelatih Hendri SusiloPersekat TegalPersirajaPesepakbola AcehProfil Reza RizkiRamadhan AcehReza RizkiStadion Moch SuebrotoTransfer Terbaru Liga 2Trio Aceh di PSCS
Previous Post

MasyaAllah! Putra Indonesia Juara I MTQ Internasional di Maroko

Next Post

Kebakaran di Banda Raya Hanguskan Lima Kios

Related Posts

Persiraja Tiba di Tegal, Siap Hadapi Persekat Besok

by Ahmad Mufti
23 Januari 2026
0

MASAKINI.CO - Skuad Persiraja Banda Aceh telah tiba di Tegal, Jawa Tengah, Kamis malam (22/1/2026), untuk mempersiapkan diri menghadapi tuan...

Persiraja Rekrut Omid Popalzay untuk Perkuat Lini Tengah

by Ali L
15 Januari 2026
0

MASAKINI.CO - Persiraja Banda Aceh menambah amunisi jelang lanjutan Pegadaian Championship 2025/2026 dengan merekrut gelandang tim nasional Afghanistan, Omid Popalzay....

Laga Persiraja vs Sumsel United akan Digelar Besok, Tiket Sudah Bisa Dibeli

by Ulfah
17 November 2025
0

MASAKINI.CO - Persiraja Banda Aceh akan kembali menggelar laga kandang dalam laga lanjutan Championship 2025/26. Berbeda dari biasanya, laga ke-11...

Next Post

Kebakaran di Banda Raya Hanguskan Lima Kios

BRI Menanam Proyeksikan Penyerapan Karbon Hingga 108 Ribu Ton CO2

Discussion about this post

CERITA

Ismatul Rahmi pemeran Hasanah dalam dokudrama NOEH | Foto: dok pribadi

Air Mata Hasanah, Luka yang Tak Terlihat dalam Film Noeh

17 Februari 2026

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

14 Februari 2026

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

4 Februari 2026

Ramadan di Tenda: Harapan Pengungsi Kalasegi untuk Rumah yang Terlambat Datang

3 Februari 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co