MASAKINI.CO – Manuela Nicolosi, wasit wanita yang telah memimpin lebih dari 200 pertandingan profesional, termasuk laga Chelsea vs Liverpool, mengungkapkan pengalaman pahitnya menghadapi seksisme dalam dunia sepak bola. Nicolosi, yang juga masuk dalam daftar “50 Wanita Paling Berpengaruh” versi Fortune Italia, mengaku diminta untuk mengurangi daya tarik penampilannya karena dianggap “menarik terlalu banyak perhatian”.
Dalam wawancaranya dengan Quotidiano Sportivo, Nicolosi mengungkapkan bahwa penampilannya justru menjadi penghalang dalam kariernya. “Semua atasan saya mengatakan: Anda harus kurang terlihat, Anda menarik terlalu banyak perhatian,” ujarnya.
Nicolosi bahkan gagal promosi dari Serie C ke Serie B di Prancis karena dianggap “terlalu mencolok”. “Saya hampir menyerah,” ungkap Nicolosi. “Dihentikan karena alasan ‘kamu terlalu mencolok’ itu sangat menyakitkan.”
Nicolosi juga menceritakan keputusannya meninggalkan Italia pada usia 20 tahun karena merasa tidak ada tempat bagi wasit wanita. “Mereka hanya membiarkanmu mencapai level regional, lalu menghalangimu dengan berbagai cara,” katanya.
Pengalaman traumatis dialami Nicolosi saat memimpin pertandingan di liga Eccellenza untuk Lazio. “Di akhir pertandingan, saya terpaksa mengunci diri di ruang ganti karena ancaman pembunuhan,” kenangnya.
Selain ancaman kekerasan, Nicolosi juga mengaku pernah menerima ajakan dari pemain sepak bola. “Saya tidak pernah menyerah, dan mungkin itu alasan mengapa karier saya berjalan begitu lambat,” tuturnya, mengutip dailymail, Rabu (22/10/2025).
Saat ini, Nicolosi aktif sebagai wasit di Kings League, turnamen sepak bola tujuh lawan tujuh yang didirikan Gerard Pique pada tahun 2022. Ia juga aktif mempromosikan turnamen tersebut melalui media sosial.










Discussion about this post