MASAKINI.CO – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem) mengunjungi Aceh Tamiang sekaligus menyerahkan 30 ton bantuan sembako yang disumbangkan warga Sumatera Utara. Dalam perjalannya Mualem menyatakan mencium bau busuk saat mengunjungi wilayah tersebut, yang mengindikasikan adanya korban jiwa dalam jumlah besar. Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, menyampaikan bahwa laporan dari lapangan sangat mengkhawatirkan.
“Barusan gubernur menyampaikan kepada saya, bahwa sejak jam 11 tadi malam, beliau bisa masuk ke Aceh Tamiang dan diperkirakan banyak korban jiwa,” ujar MTA, Kamis (4/12/2025). Kondisi ini semakin diperparah dengan masih banyaknya wilayah yang terisolir akibat banjir dan lumpur.
MTA menambahkan, saat kunjungan ke lapangan, gubernur langsung merasakan bau mayat dan masyarakat melaporkan langsung kepadanya bahwa diperkirakan ratusan orang menjadi korban. Hal ini menunjukkan betapa dahsyatnya dampak bencana yang melanda Aceh Tamiang.
Selain itu, beberapa wilayah di Aceh Timur juga masih terisolir. Daerah pedalaman seperti Langkahan masih sulit ditembus karena genangan lumpur yang tinggi. Akibatnya, bantuan belum bisa sampai ke desa-desa terpencil tersebut.
Pemerintah Aceh terus berupaya menembus wilayah-wilayah terisolir. Sejak kemarin, berbagai upaya telah dilakukan untuk membuka akses dan mendistribusikan bantuan. Keberadaan relawan dan tim ekspedisi sangat dibutuhkan untuk menyalurkan logistik melalui jalur darat.
Meskipun demikian, ada sedikit kabar baik. Kondisi terkini di Aceh Tamiang menunjukkan bahwa akses dari Sumatera Utara (Sumut) ke Aceh sudah mulai bisa dilalui. Jalan nasional di perbatasan antara Aceh Tamiang dan Sumut yang sebelumnya terhambat kini sudah dapat diakses. Jalur dari Langsa ke Aceh Tamiang juga sudah tembus.
Untuk daerah-daerah yang masih terisolir, TNI telah melakukan dropping logistik menggunakan pesawat Hercules dan helikopter. Bantuan ini sangat penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana. Pemerintah Aceh terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan penanganan bencana berjalan optimal.










Discussion about this post