MASAKINI.CO – Setelah beberapa kali diguncang gempa, Gunung Burni Telong mengalami perubahan level dari level II ( Waspada) menjadi level III (Siaga), Selasa (30/12/2025).
Menindaklanjuti hal tersebut, masyarakat tiga desa yang tinggal sekitar dua kilometer dari radius gunung Burni Telong mulai dievakuasi.
Tiga Kampung yang dievakuasi masyarakatnya yakni Kampung Pantan Pediangan, Bandar Lampahan, dan Kampung Rembune dengan tujuan posko pengungsian Kampus Unsiyah yang berada di Desa Mekar Ayu, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah.
“Pasca naik level, masyarakat yang berada diradius dua kilometer dari Puncak Burni Telong dievakuasi ke Kampus Unsyiah yang terletak di kampung Mekar Ayu, Kecamatan Timang Gajah,” ungkap Kapolres Bener Meriah, Aris Cai Dwi Susanto, Kepada Masakini.co Rabu (31/12/2025).
Dirinya mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan tidak panik meski status gunung Burni Telong telah ditetapkan menjadi level III (Siaga).
Sementara itu, Pemkab Bener Meriah telah merilis titik kumpul evakuasi dibeberapa kecamatan.
Adapun di Kecamatan Timang Gajah 1 titik Evakuasi berada di Kampus Unsyiah II Lampahan dan SDN Simpang Layang, yang meliputi Desa Kenine, Fajar Harapan, Damaran Baru, Bandar Lampahan, Karang Jadi dan desa Mude Ben ara.
Kecamatan Timang Gajah II titik evakuasi berada di SMAN 3 Timang Gajah, MTs Blang Rongka dan MIN Rongka, meliputi desa Rembune, Pantan Dedingin, Bukit Mulie, Lampahan, Lampahan Timur dan Lampahan Barat.
Kecamatan Bukit titik evakuasi di GORS Bener Meriah dan Pasar Pekan Simpang Tiga yang meliputi desa Bale Atu, Hakim Tungul Naru, Balw Redelong, Rembele dan Karang Rejo.
Kecamatan Wih Pesam I titik evakuasi di TK M, MI,SMP dan Lapangan Bola Blang Panas meliputi desa Wonosobo, Burni Telong,Pante Raya dan Wih Pesam.
Sementara untuk Kecamatan Wih Pesam II titik evakuasi berada di sekolah-sekolah SD dan Lapangan Bola Suka Makmur Induk yang meliputi beberapa desa diantaranya Lut Kucak, Simpang Balik dan Bener Mulie.










Discussion about this post