MASAKINI.CO – Masyarakat Aceh diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung selama tiga hari berturut-turut, mulai 8 hingga 10 Januari 2026. Kondisi ini berpotensi memicu hujan lebat yang meluas disertai angin kencang di sebagian besar wilayah Aceh.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) Banda Aceh, Fitriana Nur, menjelaskan bahwa saat ini terpantau adanya sirkulasi siklonik di Perairan Barat Aceh. Fenomena tersebut memicu konvergensi dan belokan angin di wilayah Aceh yang mendukung pertumbuhan awan hujan.
Selain itu, suhu muka laut yang hangat di Pesisir Barat Aceh turut meningkatkan kandungan uap air di atmosfer. Kombinasi kondisi ini dinilai memperbesar peluang terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat berlangsung cukup lama.
Pada Kamis (8/1/2026), hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di hampir seluruh kabupaten dan kota di Aceh, termasuk wilayah pesisir, dataran rendah, hingga daerah pegunungan seperti Aceh Tengah, Gayo Lues, dan Aceh Tenggara.
Memasuki Jumat (9/1/2026), potensi hujan lebat diperkirakan masih terjadi di sejumlah wilayah, terutama Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Simeulue, Nagan Raya, serta wilayah tengah dan tenggara Aceh. Sementara pada Sabtu (10/1/2026), potensi hujan lebat diperkirakan masih bertahan di Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, dan Aceh Tenggara.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai dampak lanjutan dari hujan berdurasi panjang, seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Warga yang bermukim di daerah rawan longsor dan di sepanjang aliran sungai diminta meningkatkan kewaspadaan.
“Masyarakat diimbau segera menjauh dari lereng perbukitan dan bantaran sungai apabila hujan lebat turun dan terlihat awan hitam tebal,” ujarnya.










Discussion about this post