MASAKINI.CO – Stok darah di Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banda Aceh saat ini menipis. Kondisi ini dikhawatirkan mengganggu pelayanan transfusi darah di rumah sakit, terutama bagi pasien yang membutuhkan transfusi rutin.
Ketua PMI Kota Banda Aceh, Ahmad Haeqal Asri, mengatakan ketersediaan darah belum mencukupi kebutuhan rumah sakit. Sementara itu, permintaan darah terus meningkat, sedangkan jumlah pendonor dalam beberapa waktu terakhir menurun.
“Stok darah di UDD PMI Kota Banda Aceh terbatas. Kami mengajak masyarakat untuk segera mendonor darah agar kebutuhan pasien dapat terpenuhi,” kata Ahmad Haeqal, Rabu (14/1/2026).
Ia menjelaskan, darah sangat dibutuhkan untuk pasien talasemia, korban kecelakaan, ibu melahirkan, serta pasien yang menjalani tindakan medis darurat. Jika stok tidak segera terpenuhi, pelayanan transfusi berpotensi terhambat.
Menurutnya, donor darah merupakan bentuk kepedulian langsung kepada sesama. Satu kantong darah yang didonorkan dapat membantu menyelamatkan lebih dari satu nyawa.
PMI Kota Banda Aceh memastikan proses donor darah dilakukan sesuai standar kesehatan dan keselamatan, dengan pengawasan tenaga medis. Masyarakat dapat mendonor langsung ke UDD PMI Kota Banda Aceh pada jam pelayanan yang telah ditentukan.
“Kami mengajak para pahlawan kemanusiaan untuk mendonor. Kehadiran Anda sangat berarti bagi pasien-pasien yang saat ini sedang berjuang mempertahankan hidupnya,” ujarnya.
PMI berharap partisipasi masyarakat meningkat agar ketersediaan darah tetap aman dan pelayanan kesehatan di Banda Aceh dapat berjalan lancar.










Discussion about this post