MASAKINI.CO – Tim Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) masih menjalankan layanan kesehatan di sejumlah wilayah terdampak bencana di Aceh, khususnya di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Utara, dan Aceh Tengah.
Kehadiran MER-C difokuskan untuk mendukung layanan kesehatan yang belum sepenuhnya terjangkau fasilitas setempat.
Presidium MER-C, Dr. Ir. Ahyahudin Sodri, mengatakan tim MER-C tetap berada di lokasi selama masa tanggap darurat untuk membantu pelayanan kesehatan dasar bagi warga terdampak. Di Aceh Tamiang, MER-C mengaktifkan layanan di puskesmas pembantu (Pustu) guna memperkuat layanan yang sudah berjalan.
“Di Aceh Tamiang, Pustu sudah berjalan dan kami membantu layanan kesehatan bersama petugas setempat. Selama fase tanggap darurat, tim masih berada di lokasi,” kata Ahyahudin, Jumat (16/1/2026).
Ia menyebutkan, masalah kesehatan yang banyak ditangani saat ini adalah kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan kolera. Selain itu, keterbatasan akses air bersih masih menjadi persoalan utama yang berpotensi memperburuk kondisi kesehatan para pengungsi.
Sementara itu, Koordinator MER-C Aceh, Ira Hadiati, mengatakan pihaknya juga berupaya mengaktifkan Rumah Sakit Mukhtar Hasbi di Aceh Utara agar dapat segera beroperasi.
“Persyaratan administrasi dan teknis sedang kami lengkapi supaya rumah sakit tersebut bisa segera difungsikan sebagai rujukan puskesmas di sekitarnya,” ujar Ira.
Ia menambahkan, pengaktifan rumah sakit tersebut diharapkan dapat memperkuat layanan kesehatan rujukan bagi masyarakat di wilayah terdampak bencana.









Discussion about this post