MASAKINI.CO – Harga emas perhiasan di Aceh kembali mengalami kenaikan signifikan. Berdasarkan pantauan di akun Instagram @binanusa Pasar Aceh, Rabu (4/2/2026), harga emas perhiasan hari ini dijual sebesar Rp9.220.000 per mayam (3,3 gram), belum termasuk ongkos pembuatan.
Harga tersebut naik cukup tajam dibandingkan sehari sebelumnya yang masih berada di angka Rp8.760.000 per mayam. Kenaikan ini melanjutkan tren fluktuasi harga emas yang aktif terjadi sejak awal 2026.
Kondisi serupa juga terjadi di Kota Langsa. Hari ini, harga emas perhiasan di daerah tersebut tercatat mencapai Rp9.500.000 per mayam, lebih tinggi dibandingkan beberapa hari sebelumnya.
Selain harga dasar emas, pembeli juga harus menyiapkan biaya tambahan berupa ongkos pembuatan. Biaya ini bervariasi, berkisar antara Rp100 ribu hingga Rp200 ribu per mayam, tergantung model dan tingkat kerumitan perhiasan yang dipesan.
Salah seorang pedagang emas di Pasar Aceh, Daffa, mengatakan kenaikan harga emas dipengaruhi oleh kondisi geopolitik global yang belum stabil. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran mendorong investor global beralih ke emas sebagai aset aman, sehingga turut mendongkrak harga.
“Situasi global sangat berpengaruh. Saat kondisi tidak pasti, emas menjadi pilihan utama investor,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Meski harga emas melonjak, daya beli masyarakat di Banda Aceh dinilai masih tinggi. Menurut Daffa, sekitar 95 persen transaksi didominasi pembelian, sementara hanya lima persen masyarakat yang memilih menjual emas.
“Harga emas bisa berubah setiap hari, bahkan untuk emas batangan pergerakannya bisa terjadi per menit,” katanya.










Discussion about this post