MASAKINI.CO – Tradisi berbagi makanan berbuka puasa atau takjil kembali marak dilakukan masyarakat selama bulan Ramadan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk kepedulian sosial, tetapi juga diyakini memiliki keutamaan besar karena pahalanya setara dengan orang yang menjalankan puasa.
Menjelang waktu berbuka, sejumlah relawan dan komunitas terlihat membagikan paket takjil kepada pengendara dan warga yang masih berada di jalan. Kegiatan tersebut rutin dilakukan di berbagai titik keramaian.
Salah satu relawan, Balqis, mengatakan aksi berbagi takjil telah menjadi agenda tetap setiap Ramadan. Menurutnya, kegiatan itu merupakan cara sederhana untuk membantu sesama sekaligus mengharapkan keberkahan di bulan suci.
“Setiap Ramadan kami berusaha konsisten berbagi takjil. Walaupun sederhana, kami berharap ini bisa membantu orang yang masih di jalan saat waktu berbuka tiba,” ujar Balqis, Jumat (20/2/2026).
Ia menjelaskan, paket takjil yang dibagikan berasal dari donasi para relawan dan partisipasi masyarakat sekitar. Bantuan yang terkumpul kemudian digunakan untuk membeli bahan makanan dan menyiapkan paket berbuka.
“Dana biasanya kami kumpulkan secara sukarela. Ada yang menyumbang bahan makanan, ada juga yang membantu tenaga saat pembagian,” jelasnya.
Selain menjadi kegiatan sosial, berbagi takjil juga memiliki dasar keagamaan yang kuat. Dalam salah satu tausiyahnya, Abdul Somad menyampaikan bahwa memberi makan orang yang berpuasa memiliki pahala besar sebagaimana disebutkan dalam hadis Nabi Muhammad SAW.
“Siapa yang memberi makan orang berpuasa untuk berbuka, maka ia mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa amalan tersebut tidak harus dilakukan dengan makanan mewah. Yang terpenting adalah keikhlasan dan kemampuan masing-masing.










Discussion about this post