MASAKINI.CO – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia memastikan, harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite tidak mengalami kenaikan, meskipun harga minyak dunia meroket akibat eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS)-Israel denga Iran.
“Kalau harga BBM yang subsidi, yang bensin Pertalite, itu mau (harga minyak dunia) naik berapa pun, tetap harganya sama sebelum ada perubahan dari pemerintah,” ujar Bahlil.
Dilansir dari info publik, Rabu (4/2/2026), Bahlil menyebut untuk BBM nonsubsidi seperti Pertamax, pemerintah akan melakukan penyesuaian harga seiring fluktuasi harga minyak mentah dunia.
Bahlil Lahadalia mengatakan, saat ini harga minyak dunia telah naik ke kisaran 78–80 dolar AS per barel, melampaui asumsi makro Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 yang ditetapkan sebesar USD70 per barel.
Sebagai negara pengimpor minyak sekitar 1 juta barel per hari, lonjakan harga minyak dunia berpotensi membebani APBN melalui pembengkakan subsidi energi.
Namun, di sisi lain, Indonesia juga memperoleh tambahan pendapatan dari produksi minyak domestik yang mencapai sekitar 600 ribu barel per hari. “Karena Indonesia kan berkontribusi kurang lebih sekitar 600 ribu barel per hari. Nah, selisih ini yang sedang kami hitung,” kata Bahlil.
Menteri ESDM menegaskan, perhitungan tersebut akan dilakukan secara cermat karena menyangkut beban subsidi energi di dalam negeri.
Hingga saat ini, setelah menggelar rapat Dewan Energi Nasional (DEN), pemerintah belum berencana menaikkan harga BBM bersubsidi. “Sampai dengan kami rapat tadi, belum ada (kenaikan harga BBM subsidi), jadi aman-aman saja. Hari raya yang baik, puasa yang baik, Insya Allah belum ada kenaikan harga BBM,” ucap Bahlil.










Discussion about this post