MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Senin, Maret 9, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Psikiater Ingatkan Risiko Nikah Muda, Otak Baru Matang di Usia 25 Tahun

Aininadhirah by Aininadhirah
9 Maret 2026
in News
0

Akad nikah or Ijab Kabul is one of the traditions in the Muslim marriage process on the wedding day.

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Fenomena pernikahan di usia muda kembali menjadi sorotan di tengah masyarakat. Keputusan menikah di usia yang relatif muda kerap dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari budaya, tekanan sosial, hingga alasan ekonomi.

Psikiater spesialis kedokteran jiwa, Vivi Syarif, mengingatkan bahwa secara ilmiah perkembangan otak manusia sebenarnya belum sepenuhnya matang pada usia muda.

RelatedPosts

Harga Emas Perhiasan dan Antam Turun

Pemerintah RI Evakuasi 32 WNI dari Iran, Data Warga Aceh Masih Didata

Empat Kamar Kos Terbakar Saat Sahur di Banda Aceh, Satu Orang Terluka

Menurutnya, otak manusia baru berkembang secara sempurna ketika seseorang berusia sekitar 25 tahun.

“Otak manusia itu baru benar-benar berkembang sempurna ketika umur 25 tahun,” ujarnya, Senin (9/3/2026).

Vivi menjelaskan, bagian otak yang terakhir berkembang adalah prefrontal korteks, yaitu area otak yang berada di bagian depan kepala dan berperan penting dalam proses berpikir serta pengambilan keputusan.

Ia menyebutkan, bagian otak tersebut berfungsi dalam berbagai kemampuan penting, seperti membuat perencanaan, menilai baik dan buruk, menentukan benar dan salah, hingga mengendalikan diri.

Fungsi-fungsi tersebut, kata dia, sangat berpengaruh terhadap kemampuan seseorang dalam mengambil keputusan besar dalam hidup, termasuk keputusan untuk menikah.

Meski demikian, Vivi menegaskan bahwa ia tidak menyalahkan orang yang memutuskan menikah di usia di bawah 25 tahun. Menurutnya, pilihan untuk menikah tetap menjadi hak pribadi setiap individu.

“Saya tidak menyalahkan orang yang menikah di umur 25 tahun ke bawah karena itu hak setiap orang untuk memilih jalannya sendiri,” katanya.

Namun ia menyarankan bagi mereka yang belum menikah agar mempertimbangkan untuk menunggu hingga perkembangan otak benar-benar matang.

Dengan kematangan tersebut, seseorang dinilai akan lebih siap secara emosional dan rasional dalam mengambil keputusan serta menjalani kehidupan rumah tangga.

“Bagi yang belum menikah, lebih baik menunggu hingga otak berkembang sempurna dulu,” ujarnya.

Tags: nikah mudaperkembangan otakprefrontal kortekspsikiater Vivi Syarifusia matang menikah.
Previous Post

Pemerintah RI Evakuasi 32 WNI dari Iran, Data Warga Aceh Masih Didata

Next Post

Harga Emas Perhiasan dan Antam Turun

Related Posts

No Content Available
Next Post

Harga Emas Perhiasan dan Antam Turun

Sepi Pembeli, Nurmala Tetap Setia Menjual Wajan Tanah Liat

Discussion about this post

CERITA

Sepi Pembeli, Nurmala Tetap Setia Menjual Wajan Tanah Liat

9 Maret 2026

Belajar Menerima “Tidak”: Pelajaran Kedewasaan dari Sebuah Penolakan

8 Maret 2026

Kisah Saidah: Hanya Sempat Menyusui Sehari, Lalu Kehilangan Selamanya

3 Maret 2026

Singkirkan 4.000 Peserta, Reza Wakili Indonesia ke Rusia

27 Februari 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co