MASAKINI.CO – Fenomena pernikahan di usia muda kembali menjadi sorotan di tengah masyarakat. Keputusan menikah di usia yang relatif muda kerap dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari budaya, tekanan sosial, hingga alasan ekonomi.
Psikiater spesialis kedokteran jiwa, Vivi Syarif, mengingatkan bahwa secara ilmiah perkembangan otak manusia sebenarnya belum sepenuhnya matang pada usia muda.
Menurutnya, otak manusia baru berkembang secara sempurna ketika seseorang berusia sekitar 25 tahun.
“Otak manusia itu baru benar-benar berkembang sempurna ketika umur 25 tahun,” ujarnya, Senin (9/3/2026).
Vivi menjelaskan, bagian otak yang terakhir berkembang adalah prefrontal korteks, yaitu area otak yang berada di bagian depan kepala dan berperan penting dalam proses berpikir serta pengambilan keputusan.
Ia menyebutkan, bagian otak tersebut berfungsi dalam berbagai kemampuan penting, seperti membuat perencanaan, menilai baik dan buruk, menentukan benar dan salah, hingga mengendalikan diri.
Fungsi-fungsi tersebut, kata dia, sangat berpengaruh terhadap kemampuan seseorang dalam mengambil keputusan besar dalam hidup, termasuk keputusan untuk menikah.
Meski demikian, Vivi menegaskan bahwa ia tidak menyalahkan orang yang memutuskan menikah di usia di bawah 25 tahun. Menurutnya, pilihan untuk menikah tetap menjadi hak pribadi setiap individu.
“Saya tidak menyalahkan orang yang menikah di umur 25 tahun ke bawah karena itu hak setiap orang untuk memilih jalannya sendiri,” katanya.
Namun ia menyarankan bagi mereka yang belum menikah agar mempertimbangkan untuk menunggu hingga perkembangan otak benar-benar matang.
Dengan kematangan tersebut, seseorang dinilai akan lebih siap secara emosional dan rasional dalam mengambil keputusan serta menjalani kehidupan rumah tangga.
“Bagi yang belum menikah, lebih baik menunggu hingga otak berkembang sempurna dulu,” ujarnya.







Discussion about this post