MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Selasa, Maret 10, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Nasional

Investasi Sektor Manufaktur Meroket pada Kuartal II – 2019

Masa Kini by Masa Kini
4 Agustus 2019
in Nasional
0
Investasi Sektor Manufaktur Meroket pada Kuartal II – 2019
Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, mengatakan para investor masih memandang Indonesia sebagai negara tujuan utama investasi. “Indonesia dinilai memiliki peluang pengembangan industri manufaktur melalui pasar yang besar dan ketersediaan tenaga kerja yang kompetitif. Ini potensi bagi kita,” katanya di Jakarta, Minggu (4/8).

Salah satu sisi investasi yang dianggap punya nilai tinggi adalah sektor manufuktur. Peningkatan investasi di sektor industri tersebut terlihat dari capaian penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA) pada kuartal II tahun 2019 yang melonjak dibanding kuartal sebelumnya. Sepanjang periode April-Juni tahun ini, sumbangsih sektor manufaktur pada PMDN senilai Rp22,2 triliun atau di atas perolehan periode sebelumnya yang mencapai Rp16,1 triliun.

RelatedPosts

Musim Mudik Lebaran, Pemerintah Resmi Berlakukan Pembatasan Truk Mulai Pekan Depan

Kualitas Suara Speaker Masjid yang Baik, Bantu Jemaah Memahami Makna Ibadah

Mulai 28 Maret, Anak Usia di Bawah 16 Tahun Dilarang Miliki Akun Instagram-TikTok

Adapun tiga sektor penopang untuk PMDN paruh kedua itu, yakni industri makanan yang mengucurkan dananya sebesar Rp12,3 triliun, kemudian industri kimia dan farmasi Rp3,6 triliun, serta disusul kelompok industri logam, mesin, elektronik, jam, dan optik Rp2,2 triliun.

Kontribusi selanjutnya, antara lain industri kayu Rp667 miliar, industri tekstil Rp662 miliar, industri kertas dan percetakan Rp653 miliar, industri karet dan plastik Rp652 miliar, industri mineral nonlogam Rp586 miliar, serta industri kendaraan bermotor dan transportasi lain Rp562 miliar.

Sementara itu, sumbangsih sektor manufaktur untuk PMA di triwulan II-2019, menyentuh hingga USD2,5 miliar atau lebih tinggi pada triwulan sebelumnya di angka USD1,9 miliar. Tiga sektor yang menopangnya, yaitu kelompok industri logam, mesin, elektronik, jam, dan optik yang berinvestasi lebih dari USD1 miliar, kemudian industri kimia dan farmasi USD391 juta, serta industri kendaraan bermotor dan transportasi lain USD332 juta.

Kontribusi selanjutnya, antara lain industri makanan USD323 juta, industri mineral nonlogam USD127 juta, industri karet dan plastik USD95 juta, industri tekstil USD83 juta, serta industri kertas dan percetakan USD69 juta.

Menperin menegaskan, peningkatan investasi itu menandakan bahwa adanya pertumbuhan industri dan penambahan kapasitas produksi di dalam negeri. “Sejumlah produsen menjadikan Indonesia sebagai basis produksi mereka,” ujarnya.

Hal itu menjadi momentum baik, selain dapat memenuhi kebutuhan pasar domestik, juga didorong untuk mengisi pasar ekspor dan menghasilkan substitusi bahan baku impor. “Tentunya investasi memberikan multiplier effect dalam rangka peningkatan nilai tambah bahan baku dalam negeri, penyerapan tenaga kerja lokal, serta penerimaan devisa dari ekspor dan pajak,” kata Airlangga.

Airlangga menyampaikan, pemerintah telah menginisiasi langkah strategis dalam upaya merevitalisasi sektor industri manufaktur nasional melalui adopsi teknologi era industri 4.0. Hal ini tertuang dalam peta jalan Making Indonesia 4.0, yang memiliki aspirasi besar untuk mewujudkan Indonesia masuk jajaran 10 negara dengan perekonomian terkuat di dunia pada tahun 2030.

“Ke depan, pekerjaan akan berbasis pada data, dan selalu berhubungan dengan internet of things. Oleh karena itu, hal-hal tersebut harus dikuasai sumber daya manusia (SDM) ke depan, bahkan bukan hanya kelompok milenial, tetapi juga kelompok Selenial atau setelah milenial,” paparnya.

Airlangga pun optimistis, investasi akan terus meningkat seiring meredamnya ketegangan perang dagang Amerika Serikat dan China. Selain itu, didukung kondisi politik dan ekonomi di Indonesia yang tetap stabil seusai pelaksanan Pemilu 2019. “Bahkan, pemerintah telah menerbitkan peraturan yang tidak hanya bisa menarik untuk manufakturnya saja, tetapi juga untuk menumbuhkan pusat inovasi di Indonesia,” ujarnya.

Regulasi itu adalah Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2019, yang mengatur pemberian insentif super taxdeduction sebesar 200 persen bagi perusahaan yang melakukan pengembangan SDM berbasis kompetensi dan sampai 300 persen bagi perusahaan melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan di Indonesia. “Pemerintah sedang mendorong industri kita ke depannya berbasis inovasi,” ujar Airlangga. []

Tags: industri manufaktur indonesiaMenparin Airlanggautama
Previous Post

Dua Jamaah Haji Asal Aceh Meninggal di Makkah

Next Post

MTQMN di Unsyiah Usai, Berikut Peringkat Akhir Perolehan Juara

Related Posts

Pemerintah Aceh Bangun Jembatan Penghubung Gayo Lues-Aceh Tamiang

Pemerintah Aceh Bangun Jembatan Penghubung Gayo Lues-Aceh Tamiang

by Masa Kini
19 Agustus 2019
0

MASAKINI.CO - Pemerintah Aceh membangun jembatan bailey yang menghubungkan Desa Lesten Kecamatan Pining Kabupaten Gayo Lues dengan Desa Pulo Tiga...

Wapres Jusuf Kalla Kenakan Pakaian Adat Aceh di HUT RI

Wapres Jusuf Kalla Kenakan Pakaian Adat Aceh di HUT RI

by Masa Kini
17 Agustus 2019
0

MASAKINI.CO - Wakil Presiden Indonesia,Jusuf Kalla beserta istri,Mufidah,mengenakan pakaian adat Aceh, dalan peringatan HUT RI ke 74, di istana negara,...

Persiraja Dukung PSSI Panggil Pelatih PSMS

Persiraja Dukung PSSI Panggil Pelatih PSMS

by Masa Kini
17 Agustus 2019
0

MASAKINI.CO - Manajemen Persiraja Banda Aceh mendukung langkah Komite Disipilin (Komdis) PSSI memanggil Pelatih PSMS Medan, Abdul Rahman Gurning, terkait...

Next Post
MTQMN di Unsyiah Usai, Berikut Peringkat Akhir Perolehan Juara

MTQMN di Unsyiah Usai, Berikut Peringkat Akhir Perolehan Juara

1 Hektare Lahan di Sabang Terbakar

1 Hektare Lahan di Sabang Terbakar

Discussion about this post

CERITA

Sepi Pembeli, Nurmala Tetap Setia Menjual Wajan Tanah Liat

9 Maret 2026

Belajar Menerima “Tidak”: Pelajaran Kedewasaan dari Sebuah Penolakan

8 Maret 2026

Kisah Saidah: Hanya Sempat Menyusui Sehari, Lalu Kehilangan Selamanya

3 Maret 2026

Singkirkan 4.000 Peserta, Reza Wakili Indonesia ke Rusia

27 Februari 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co