MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Senin, Juni 22, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Headline

Produksi Garam Lokal Tak Cukupi Kebutuhan Pasar

Masa Kini by Masa Kini
26 Agustus 2019
in Headline, News
0

Petani Lampanah, Kecamatan Seulimum, Aceh Besar produksi garam secara tradisional. [Ahlul Fikar]

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Produksi garam petani lokal di Aceh belum memenuhi kebutuhan industri. Menurut dosen Fakultas MIPA Universitas Syiah Kuala, Dr Suhrawardi Ilyas, M. Sc hal itu terjadi akibat tidak adanya keberlanjutan produksi, sehingga tidak bisa menjawab kebutuhan pasar.

“Industri atau pasar tidak mau jika hari ini ada produksi besok tidak ada,” ujarnya, Senin (26/8).

RelatedPosts

Mendikdasmen Targetkan Sekolah Terdampak Bencana di Pidie Kembali Normal Tahun Ajaran Baru

Jaksa Ajukan Kasasi atas Putusan Bebas Dua Terdakwa Korupsi Wastafel

Mendikdasmen Resmikan 21 Sekolah Hasil Revitalisasi di Pidie, Nilai Bantuan Capai Rp24,17 Miliar

Di kemukiman Lampanah, Kecamatan Seulimum, Aceh Besar sedikitnya ada sekitar 70 petani garam. Perharinya seorang petani garam hanya mampu memproduksi 40 Kg garam perhari. Jika dikumpulkan menjadi 2.800 Kg perhari.

Para petani hanya bisa memproduksi garam secara optimal lima bulan di musim kemarau dalam setahun.

“Kalau pasar butuh 100 ton perhari, maka kita harus siap 100 ton, jika kita punya 300 ton perhari maka kita bisa simpan untuk waktu dimana kita tidak bisa produksi,” jelas Suhrawardi.

Selain sulit untuk memenuhi kebutuhan industri, garam petani lokal juga sulit menguasai pasar domistik. Penyebabnya, proses labelisasi dan packaging.

“Pemerintah perlu memobilisasi petani garam lokal, seperti melakukan labelisasi dan packaging agar mudah masuk pasar,” harapnya.

Sampai saat ini garam produksi Lampanah masih dijual ke pengepul dan industri kecil milik masyarakat seperti penjual ikan asin dengan harga Rp5 ribu perkilo. [Ahlul Fikar]

Tags: Aceh BesarKecamatan SeulimumLampanahProduksi Garam Lokal
Previous Post

AGF Resmikan Pembuat Garam Tenaga Surya

Next Post

Ibu Kota Baru, Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara

Related Posts

Satpol PP Aceh Besar Perketat Pengawasan Bukit Lamreh Usai Dugaan Pemerasan Wisatawan

by Riska Zulfira
19 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Satpol PP dan Wilayatul Hisbah (WH) Aceh Besar memperketat pengawasan di kawasan wisata Bukit Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya,...

Lima Hari Hilang di Gunung Seulawah, Pendaki Asal Aceh Utara Ditemukan Selamat

by Riska Zulfira
6 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Setelah lima hari dinyatakan hilang di kawasan Gunung Seulawah, Aceh Besar, pendaki asal Aceh Utara, Faiz Hidayat (23),...

Hari Ketiga Pencarian, Pemuda Pulau Nasi yang Terseret Arus Saat Memancing Belum Ditemukan

by Riska Zulfira
1 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Tim SAR gabungan masih belum menemukan Ahmad Thalha Reza (21), warga Pulau Nasi, Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh...

Next Post

Ibu Kota Baru, Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara

Unsyiah Kembali Luluskan Doktor Termuda

Unsyiah Kembali Luluskan Doktor Termuda

Discussion about this post

CERITA

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

24 Mei 2026

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co