BNNK dan Lapas Banda Aceh MoU Deteksi Dini Peredaran Narkoba

wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman dan Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol Faisal Abdul Naser ikut menyaksikan penandatanganan MoU pencegahan dan peredaran narkoba antara BNNK Banda Aceh dan Lapas Kelas IIA Banda Aceh, Senin (14/10) di Balai Kota Banda Aceh.

Bagikan

BNNK dan Lapas Banda Aceh MoU Deteksi Dini Peredaran Narkoba

wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman dan Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol Faisal Abdul Naser ikut menyaksikan penandatanganan MoU pencegahan dan peredaran narkoba antara BNNK Banda Aceh dan Lapas Kelas IIA Banda Aceh, Senin (14/10) di Balai Kota Banda Aceh.

MASAKINI.CO – BNN Kota Banda Aceh dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banda Aceh menandatangani nota kesepahaman pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di Kota Banda Aceh.

Penandatanganan MoU ini berlangsung di ruang rapat Wali Kota, Balai Kota Banda Aceh, Senin (14/10).

Penandatanganan MoU oleh Kepala BNNK Banda Aceh, Hasnanda Putra dan Kepala Lapas Kelas IIA Banda Aceh, Ridha Ansari disaksikan langsung oleh Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman dan Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol Faisal Abdul Nasir.

Aminullah mengapresiasi kerjasama yang terbangun antara kedua lembaga tersebut. Katanya, kerjasama BNNK dan Lapas akan semakin memperkuat sisi pencegahan peredaran narkoba di Banda Aceh.

Dari poin-poin kesepakatan, kata Aminullah salah-satunya terdapat poin deteksi dini penyalahgunaan narkotika dan prekursor narkotika melalui tes urine untuk Petugas Lapas.

“Kerjasama menunjukkan komitmen kuat pencegahan yang dimulai dari internal Lapas. Para terpidana pun selama ini terlihat masih melakukan hal yang sama, masih terlibat kegiatan mengedar saat sudah di penjara. Ketika kerjasama ini terbangun kita optimis mata rantai itu bisa diputuskan,” harap Aminullah.

Sementara diluar Lapas pihak BNNK dan BNNP juga terus melakukan tugas-tugas pencegahan dan pemberantasan.

“Dengan kerjasama ini, semoga predikat Banda Aceh sebagai kota terendah peredaran narkotika di Indonesia bisa terus ditekan, tidak boleh naik lagi,” tegas Aminullah.

Ia juga menyampaikan Pemko Banda Aceh terus mendorong seluruh elemen untuk melakukan pengawasan dan pengawalan terkait penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

“Beberapa waktu lalu kita sudah dorong para camat dan para keuchik menandatangani komitmen pemberantasan narkoba. Ketika kesiagaan sudah sampai ke tingkat gampong, maka akan sulit bagi bandar untuk mengedar barang haram tersebut,” tambah Aminullah.[]

TAG

Bagikan

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Berita Terbaru

Berita terpopuler

Add New Playlist