MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Sabtu, Februari 21, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Headline

Menhan dan Wali Nanggroe Bahas Implementasi UUPA

Masa Kini by Masa Kini
13 November 2019
in Headline, News
0

Wali Nanggroe Aceh, Tgk Malik Mahmud Al-Haytar saat bertemu dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto di Kementerian Pertahanan, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (12/11).[istimewa]

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Wali Nanggroe Aceh, Tgk Malik Mahmud Al-Haytar menilai belum maksimalnya implementasi Undang-Undang Pemerintah Aceh (UUPA), telah menyebabkan banyak sektor ril terkendala sehingga perekonomian dan pembangunan Aceh terhambat.

Pernyataan itu disampaikan langsung ke Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto di Ruang Kerjanya di Kementerian Pertahanan, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (12/11).

RelatedPosts

UIN Ar-Raniry Siapkan 2.000 Paket Iftar per Hari, Terbuka untuk Mahasiswa dan Warga Sekitar

Keutamaan Tadarus Al-Qur’an di Bulan Ramadhan, Ustaz Razi: Menjadi Syafaat di Hari Kiamat

Tubuh Terasa Berenergi atau Lelah saat Puasa? Ini Penyebabnya

“Bertemu dengan pak Menhan, Prabowo kita membahas banyak hal, terutama terkait dengan Perbatasan Aceh dengan Sumatera Utara, masalah perekonomian, sistem peradilan, penyerahan Kewenangan, Pembentukan Badan Adhoc, Permasalahan Re-intergrasi dan butir-butir MoU yang masih bermasalah (belum dilaksanakan),” jelas Wali Nanggroe dalam keterangan resminya.

Menurutnya, poin-poin yang diutarakan tersebut sangat diperlukan Aceh saat ini agar Aceh dapat terus membangun dalam berbagai sektor.

Ia menyebutkan, misalnya terkait masalah perbatasan Aceh dengan Sumatera Utara yang belum merujuk pada tapal batas atau Peta bertanggal 1 Juli 1956 sebagaimana diamanahkan dalam poin 1.1.4 MoU Helsinki.

“Belum lagi masalah lainnya seperti Bidang Perekonomian. Seharusnya pemerintah pusat sudah melakukan penyerahan pengelolaan pelabuhan laut dan bandar udara pada Aceh, juga terkait masalah perdagangan dan bisnis internasional yang masih terkendala dengan peraturan UU Nasional,” ujarnya.

Wali Nanggroe Aceh, Tgk Malik Mahmud Al-Haytar saat bertemu dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto di Kementerian Pertahanan, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (12/11).[istimewa]

Ketua DPR Aceh H Dahlan Jamaluddin mengatakan, pertemuan Wali Nanggroe dengan Menhan selain dalam rangka silaturahmi dan memberikan ucapakan selamat atas ditetapkannya Prabowo sebagai Menhan, juga membicarakan penguatan perdamaian di Aceh sebagaimana yang menjadi cita-cita dan kehendak politik perdamaian yang tertuang dalam MoU Helinski.

“Nah beberapa hal itu yang kita diskusikan dan beliau (Menhan) sangat antusias mendengar paparan kami. Menurut beliau, masalah-masalah yang ada di Aceh seharusnya sudah selesai sejak lama,” ujarnya.

Di hadapan Prabowo, Dahlan juga menyampaikan bahwa perdamaian Aceh harus berlanjut. Jika pun ada kendala-kendala di lapangan seperti proses implementasi UUPA misalnya, maka pemerintah pusat bersama dengan Pemerintah Aceh harus bersama-sama mencari jalan keluar.

“Pada pertemuan tersebut, kita juga mendorong agar pemerintah pusat secara simultan dapat mewujudkan agenda-agenda politiknya di Aceh sesuai dengan cita-cita pembangunan kesejahteraan dan keadilan bagi masyarakat,” jelasnya.

Dalam pertemuan itu, dibahas pula sub-sub poin lainnya seperti akses perdagangan dan investasi yang masih terkendala perundang-undangan, pengelolaan migas, pengalihan Kanwil Pertanahan, auditor verifikasi pengalokasian pendapatan antara pusat dan Aceh dan lain sebagainya.[ADV]

Tags: acehMalik Mahmud Al-HaytarMenhanPrabowoWali Nanggroe
Previous Post

Hari Kesehatan Nasional, Suradji Bacakan Amanat Menteri

Next Post

Presiden Persiraja Singgung Bonus Tim Porwil Aceh

Related Posts

Lebih dari Dua Bulan Pascabencana, 13 Desa di Aceh Masih Gelap Tanpa Listrik

by Riska Zulfira
11 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Sebanyak 13 desa di wilayah terdampak bencana di Aceh hingga kini masih belum teraliri listrik. Padahal, bencana telah...

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

by Aininadhirah
4 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Setiap dua hari menjelang Ramadan, Aceh memasuki babak waktu yang berbeda. Jalanan menuju pasar menjadi lebih padat, suara...

Waspada, Potensi Angin Kencang Ancam Aceh hingga Agustus

Cuaca Aceh Hari Ini Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang, Warga Diminta Waspada

by Aininadhirah
2 Februari 2026
0

MASAKINI. CO - Kondisi cuaca di sejumlah wilayah Aceh pada Senin, 2 Februari 2026, berpotensi didominasi hujan dengan intensitas sedang...

Next Post
Persiraja Kedatangan Tamu yang Sedang Terluka

Presiden Persiraja Singgung Bonus Tim Porwil Aceh

Persiraja Targetkan Cepat Tembus Semifinal

Discussion about this post

CERITA

Ismatul Rahmi pemeran Hasanah dalam dokudrama NOEH | Foto: dok pribadi

Air Mata Hasanah, Luka yang Tak Terlihat dalam Film Noeh

17 Februari 2026

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

14 Februari 2026

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

4 Februari 2026

Ramadan di Tenda: Harapan Pengungsi Kalasegi untuk Rumah yang Terlambat Datang

3 Februari 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...