MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Jumat, Februari 20, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Headline

Pesan Terakhir Maharani, “Mama Pulang Saja!”

Masa Kini by Masa Kini
14 Agustus 2020
in Headline, News
0

Maharani (anak Arini), korban pembunuhan di Bener Meriah.[Eri Tanara]

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.COM – Perempuan itu tertunduk lesu. Matanya memerah. Tepian masker basah. Sekali waktu, dua telunjuknya menyapu air mata.

Di depan ruang jenazah RSUD Muyang Kute, Bener Meriah, ia menanti waktu melihat ibundanya untuk terakhir kali.

RelatedPosts

Empat Penyebab Bau Mulut Saat Puasa dan Cara Mengatasinya

Sore Perdana Ramadan, Simpang Aneuk Galong Diserbu Pemburu Takjil

BI Aceh Siapkan Rp4 Triliun untuk Penukaran Uang Ramadan–Idulfitri, Layanan Mulai 23 Februari

Gadis itu, Fuan Maharani. Usianya berusia 17 tahun. Kamis pagi, hari kedua baginya berstatus yatim-piatu. Setelah stroke mengakhiri hidup meninggalnya sang ayah lima tahun silam, kini giliran ibunya pergi untuk selamanya.

Warga menemukan Arini, ibunya, sudah tak bernyawa dengan leher terlilit kain persis di depan rumahnya jalan Rembele, Kampung Karang Rejo, Kecamatan Bukit, Rabu (14/8).

Ibu dan anak itu tak tinggal serumah. Sejak Arini nikah lagi. Maharani tinggal bersama neneknya di jalan Mangaan, kelurahan Mabar Hilir, Kecamatan Deli Kota Madya Medan, Sumut.

Jelang maut tiba. Maharani sempat melepas rindu lewat pesan singkat dengan ibunya. Tapi, tak ada cerita bahagia.

“Mama sudah tidak tahan lagi di sini nak, mama ingin pulang, mama selalu dipukul,” begitu isi pesan terakhir Arini lewat selulernya dengan Maharani, Senin (10/8) sore.

“Mama pulang saja,” balas Maharani, mengutip pembicaraan mereka.

“Tadi udah lihat mama di dalam (ruang jenazah-red), ada memar di bagian kepala mama,” kata Maharani.

Gadis baru saja tamat SMA itu, mengaku ibunya sosok yang baik; berjuang dengan terus memberikan semangat untuk anak, serta mencukupi kebutuhannya.

“Selama ini mama juga sering mengirimkan uang untuk kebutuhan saya,” kata Maharani.

Hatinya terluka, saat mendengar ibunya meninggal dengan dugaan dibunuh ayah tirinya.

Ia berharap kasus ini dapat dituntaskan dan pelakunya dihukum setimpal.

“Jika pelakunya sudah terbukti, saya berharap pelakunya dihukum seberat-beratnya, hukum mati saja sekalian,” harap Maharani.

Diketahui Arini korban pembunuhan tersebut pindah ke Bener Meriah semenjak 2016 lalu, ia menikah dengan M, saat ini berstatus tersangka.

“Sebelumnya saya sudah melarang menikah dengan suaminya ini, karena masih ada kaitan saudara. Selain itu juga mengingat kalau suaminya ini sudah memiliki istri dan anak,” kata Satimin, abang kandung korban.

Usai visum, pihak keluarga langsung membawa jenazah korban ke Medan, untuk dimakamkan di TPU Mabar Hilir, Kecamatan Deli, Kota Madya Medan. [Eri Tanara]

Tags: AriniBener MeriahPembunuhan
Previous Post

Skuter Listrik, Menhub Budi: Alternatif Transportasi Sehat saat Pandemi Covid-19

Next Post

Dikebumikan Tanpa Protokol Kesehatan, Pasien di Sabang Ternyata Positif Covid-19

Related Posts

Polres Bener Meriah Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Pasutri di Blang Tampu

by Riska Zulfira
6 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Kepolisian Resor Bener Meriah menggelar rekonstruksi kasus perampokan yang berujung pembunuhan terhadap pasangan suami istri di Desa Blang...

Disdukcapil Bener Meriah Pulihkan Kembali Dokumen Korban Bencana

by Aininadhirah
6 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bener Meriah telah memulihkan kembali dokumen warga yang terdampak bencana alam...

53 Sekolah di Aceh Tengah dan Bener Meriah Rampung Direvitalisasi Anggaran 2025

by Riska Zulfira
29 Januari 2026
0

MASAKINI.CO - Sebanyak 53 sekolah di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah telah selesai direvitalisasi melalui anggaran tahun 2025 dan...

Next Post
Dikebumikan Tanpa Protokol Kesehatan, Pasien di Sabang Ternyata Positif Covid-19

Dikebumikan Tanpa Protokol Kesehatan, Pasien di Sabang Ternyata Positif Covid-19

Jelang Latihan Persiraja, Dek Gam: Penonton Wajib Terapkan Protokol Kesehatan

Discussion about this post

CERITA

Ismatul Rahmi pemeran Hasanah dalam dokudrama NOEH | Foto: dok pribadi

Air Mata Hasanah, Luka yang Tak Terlihat dalam Film Noeh

17 Februari 2026

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

14 Februari 2026

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

4 Februari 2026

Ramadan di Tenda: Harapan Pengungsi Kalasegi untuk Rumah yang Terlambat Datang

3 Februari 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co