MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, Maret 4, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Muara Dangkal, Nelayan Aceh Barat Curhat ke DPRA

Alfath Asmunda by Alfath Asmunda
7 Agustus 2021
in Daerah
0
Muara Dangkal, Nelayan Aceh Barat Curhat ke DPRA

Nelayan Aceh Barat saat beraudiensi dengan DPRA dan DKP Aceh. (foto: untuk masakini.co)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Nelayan di Aceh Barat mengeluhkan pendangkalan yang terjadi di alur Muara Krueng Cangkui yang mengakibatkan rusaknya kapal nelayan ketika hendak bersandar di muara tersebut.

“Pendangkalan alur Muara Krueng Cangkui ini sangat meresahkan masyarakat, dan itu terjadi di beberapa muara, yaitu Krueng Cangkui, Padang Sirahit, Kuala Bubon, dan Meureubo. Akibatnya, masyarakat nelayan tidak bisa melaut karena dangkalnya muara. Karena itu harus ada pengerukan,” kata Panglima Laot Aceh Barat, Amiruddin saat beraudiensi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh, Jumat (6/8/2021).

RelatedPosts

MTQ ke-34 At-Taqwa Lampupok Ditutup, Gampong Seureumo Kembali Juara Umum

Illiza Terima Rapor Ombudsman 2025, Komit Tingkatkan Pelayanan Publik

Seorang Pria di Bener Meriah Ditangkap Polisi Bersama 3,6 Gram Sabu

Selain persoalan dangkalnya muara, Amiruddin juga berharap dukungan DPRA dan DKP Aceh terkait percepatan pembangunan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Teuku Umar di Aceh Barat.

Kemudian, pihaknya juga mengeluhkan kendala birokrasi dalam pendaftaran izin kapal, dan meminta proses administrasi dipermudah sehingga tidak terjadi lagi kasus penangkapan nelayan di luar Aceh.

“Saya berharap pengurusan izin kapal agar lebih dipermudah di Kementerian Perhubungan, sehingga nelayan bisa mendapatkan grosse akta dan pass besar secara cepat yang dibutuhkan untuk mengurus Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI),” ujarnya.

Terakhir, Amiruddin juga mengeluhkan belum adanya petugas pemeriksaan fisik kapal di Aceh Barat. Karena itu, ia meminta agar ada pegawai di DKP Aceh Barat atau PPI Ujong Baroh yang ditunjuk untuk melaksanakan tugas tersebut.

Kepala DKP Aceh, Aliman menjelaskan terkait dengan pendangkalan muara, upaya pengerukan bukanlah solusi yang ideal karena dalam sebulan ke depan akan dangkal lagi. Karenanya, ia menawarkan untuk memindahkan pusat kegiatan nelayan dari alur Muara Krueng Cangkui ke Padang Sirahit.

“Muara ini, kalau kita keruk, bulan depan sudah dangkal lagi. Karena itu, kita mencoba mendesain pelabuhan ini pindah ke Padang Sirahit. Jadi nanti nggak masuk lagi ke Alur Muara. Masterplan-nya sudah kita selesaikan ini,” katanya.

Sementara Ketua Komisi II DPRA, Irfannusir mengatakan jika penyebab terjadinya pendangkalan muara itu adalah karena pencemaran lingkungan akibat beroperasinya perusahaan, seperti PT Mifa Bersaudara di Meureubo, ia menyarankan agar pihak Panglima Laot Aceh Barat membuat analisis persoalan terkait hal tersebut dan disampaikan ke perusahaan yang dimaksud.

“Saran saya, bapak-bapak buat analisa, apalagi ini akademisi, bahwa dangkalnya muara sungai itu diakibatkan oleh pencemaran lingkungan. Sampaikan, datangi PT Mifa. Kalau perlu, kita buat rekomendasi dari Komisi II DPRA. Nggak apa-apa, kita buat, kalau itu termasuk pencemaran lingkungan,” ungkapnya.

Dalam pertemuan itu, diputuskan bahwa DKP Aceh akan kembali menggelar rapat lagi dengan Komisi II DPR Aceh, Panglima Laot, termasuk anggota DPRA dari daerah pemilihan 10 (Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya dan Simeulue) untuk membahas persoalan nelayan itu.(Adv)

Tags: Aceh BaratDPRAnelayan
Previous Post

Lagi, BRI Sabet Penghargaan Good Corporate Governance & The Best CEO 2021

Next Post

Pameran Lokal Keren Jatim Road to BRILianpreneur, BRI Bangkitkan UMKM

Related Posts

Jembatan Penghubung Alue Kuyun-Alue Sikaya Amblas, Polisi Alihkan Melalui Jalan Alternatif

Jembatan Penghubung Alue Kuyun-Alue Sikaya Amblas, Polisi Alihkan Melalui Jalan Alternatif

by Ahmad Mufti
15 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Jembatan penghubung jalan lintas Alue Kuyun menuju Gampong Alue Sikaya, Kabupaten Aceh Barat dilaporkan amblas akibat diterjang arus...

58,7 Hektare di Aceh Barat Hangus Akibat Karhutla

58,7 Hektare di Aceh Barat Hangus Akibat Karhutla

by Aininadhirah
10 Februari 2026
0

MASAKINI.CO – Seluas 58,7 hektare lahan di Kabupaten Aceh Barat terdampak akibat bencana karhutla yang yang terjadi sejak 15 Januari...

Boat Ditemukan Tanpa Awak, Nelayan Diduga Terjatuh di Pelabuhan Malahayati

by Aininadhirah
1 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Seorang nelayan dilaporkan terjatuh ke laut di perairan Buih Merah, Pelabuhan Malahayati, Aceh Besar, pada Minggu (1/2/2026). Hingga...

Next Post
Pameran Lokal Keren Jatim Road to BRILianpreneur, BRI Bangkitkan UMKM

Pameran Lokal Keren Jatim Road to BRILianpreneur, BRI Bangkitkan UMKM

Pasantren Bustanul Mu’arif di Kota Langsa Terbakar

Pasantren Bustanul Mu’arif di Kota Langsa Terbakar

Discussion about this post

CERITA

Kisah Saidah: Hanya Sempat Menyusui Sehari, Lalu Kehilangan Selamanya

3 Maret 2026

Singkirkan 4.000 Peserta, Reza Wakili Indonesia ke Rusia

27 Februari 2026
Ismatul Rahmi pemeran Hasanah dalam dokudrama NOEH | Foto: dok pribadi

Air Mata Hasanah, Luka yang Tak Terlihat dalam Film Noeh

17 Februari 2026

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

14 Februari 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co