MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, April 15, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Mencegah Risiko Stunting di Aceh dengan 5 Pilar STBM

Ahlul Fikar by Ahlul Fikar
6 November 2022
in Daerah
0
Mencegah Risiko Stunting di Aceh dengan 5 Pilar STBM

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Aceh, Sulasmi. (foto: masakini.co/Alul)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Pemerintah lewat Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 3 Tahun 2014 telah menyusun strategi nasional agar masyarakat terbiasa hidup bersih. Pola itu disebut Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Lewat STBM ini, pemerintah menaruh lima pilar khusus untuk mengubah perilaku masyarakat agar hidup bersih dan sehat. Di antaranya tidak buang air besar sembarangan; cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir; pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga; pengelolaan sampah rumah tangga; dan pengelolaan limbah cair rumah tangga.

RelatedPosts

1.744 Warga Kecamatan Ulee Kareng Terima Bansos Pangan

Radikalisme Masuk Lewat Medsos, Kemenag Aceh Besar Gandeng Densus 88 Perkuat Pencegahan

Pemko Banda Aceh–Polda Gelar Gotong Royong di Pasar, Dorong Budaya Bersih Berkelanjutan

Di Indonesia, perilaku warga yang membuang tinja sembarangan masih saja terjadi, tak terkecuali di Provinsi Aceh. Tindakan ini memicu lingkungan tempat tinggal dipenuhi lalat yang membawa ragam penyakit.

“Lalat-lalat itu hinggap di makanan yang kemudian kita makan,” kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Aceh, Sulasmi, Minggu (6/11).

Menurut Sulasmi, makanan yang dihinggapi lalat besar kemungkinannya membawa serta penyakit, semisal diare.

Dia menuturkan, kondisi lingkungan dari tempat tinggal yang sehat akan berbanding lurus dengan tingkat kesehatan warganya. Oleh sebab itu, tutur Sulasmi, STBM perlu diterapkan sebagai bentuk pendekatan partisipatif yang mendorong warga berpikir dalam mengambil tindakan untuk meninggalkan kebiasaan buang air besar mereka di sembarang tempat.

Secara garis besar tujuan dari STBM, tutur Sulasmi, adalah untuk mencegah penyakit berbasis lingkungan, memberdayakan hidup bersih dan sehat, meningkatkan kemampuan masyarakat, serta meningkatkan akses air minum dan sanitasi dasar.

“Sebab lingkungan merupakan tempat hidup dan tempat manusia melakukan aktivitasnya sehari-hari, sehingga lingkungan dan kesehatan bagi manusia memiliki kaitan yang sangat erat,” ujarnya.

Sulasmi berharap, masyarakat Aceh kian sadar bahwa menjaga lingkungan tempat tinggal agar bersih dan sehat bukan demi kebaikan diri semata, tapi juga berimplikasi kepada semua pihak yang menetap di sana.

Terlebih provinsi di ujung barat Indonesia ini, sedang menyatakan ‘perang’ terhadap stunting yang punya korelasi erat jika masyarakat sadar menerapkan 5 pilar STBM itu.

Namun jika tidak, ungkap Sulasmi, stunting tetap akan jadi ancaman utama terhadap kualitas manusia di Aceh, yang berpengaruh besar terhadap daya saing generasi di kemudian hari.

Tags: Dinkes AcehSanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM)Stunting
Previous Post

Legend Sigupai Gilas Aceh Besar Selection 7-1

Next Post

BRI Kembali Buka Program Management Trainee

Related Posts

Imunisasi Rendah Penyebab Kasus Campak di Aceh

Imunisasi Rendah Penyebab Kasus Campak di Aceh

by Redaksi
15 April 2026
0

MASAKINI.CO - Dinas Kesehatan Aceh menyebutkan kasus campak di Aceh disebabkan rendahnya cakupan imunisasi pada anak. Tahun 2026, kasus campak...

Kasus Campak Ditemukan, Tim Vaksinasi Dikerahkan ke 9 Daerah Terdampak

by Riska Zulfira
19 Januari 2026
0

MASAKINI.CO - Dinas Kesehatan Aceh kembali mengerahkan tim vaksinasi dan pengendalian penyakit menular ke sembilan kabupaten/kota guna mencegah penyebaran campak...

Sudah 1.300 Warga Terima Layanan Kesehatan di Aceh Utara

by Ulfah
12 Januari 2026
0

MASAKINI.CO - Pemerintah Aceh melalui Dinas Kesehatan dan Posko Health Emergency Operation Center (HEOC) mengerahkan layanan kesehatan darurat bagi masyarakat...

Next Post
BRI Kembali Buka Program Management Trainee

BRI Kembali Buka Program Management Trainee

UMKM Expo Resmi Ditutup, Transaksi Produk Capai Rp10 M

UMKM Expo Resmi Ditutup, Transaksi Produk Capai Rp10 M

Discussion about this post

CERITA

Rumah Dibakar Ayah, Ibu dan Dua Anak Selamat dari Amukan Dini Hari

7 April 2026

Dari Ditolak hingga Diakui: Jalan Sunyi Inayatillah Membuktikan Perempuan Bisa Memimpin

2 April 2026

Dari Balik Tenda, Suara Wara Bongkar Realitas Pengungsi Aceh Tamiang

27 Maret 2026
Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

19 Maret 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co