Suami di Aceh Tipu Istri Demi Judi Online, Lapor Motor Hilang Padahal Digadai

Ilustrasi pencurian sepeda motor. (sumber foto: GridOto.com/Helmi)

Bagikan

Suami di Aceh Tipu Istri Demi Judi Online, Lapor Motor Hilang Padahal Digadai

Ilustrasi pencurian sepeda motor. (sumber foto: GridOto.com/Helmi)

MASAKINI.CO – Personel Satuan Reserse Kriminal Polresta Banda Aceh mengungkap kasus penggelapan dan pertolongan jahat berupa sepeda motor milik Khairun Nandani (25) warga Aceh Utara yang dilaporkan hilang di salah satu cafe di Banda Aceh, Sabtu (28/1/2023) lalu.

Pengungkapan kasus berawal dari laporan korban bahwa motor miliknya hilang di cafe itu. Namun, hasil penyelidikan polisi dari rekaman CCTV di sekitar TKP, korban ternyata telah ditipu oleh suaminya MA yang menggadaikan motor tersebut.

Polisi menyebut motif pelaku menggadaikan motor istrinya karena ketergantungan pada judi online.

“Ternyata sang suami MA telah menyerahkan sepeda motor tersebut kepada seseorang. Dan ini bukan curanmor, tetapi penggelapan,” kata Kasatreskrim Polresta Banda Aceh, Kompol Fadillah Aditya Pratama, Rabu (1/2/2023).

Berdasarkan keterangan korban, tutur Fadillah, saat itu korban menyuruh suaminya untuk mengambil uang di ATM yang berada dalam kompleks cafe. Namun, setelah mengambil uang, suaminya itu kembali tanpa menggunakan sepeda motor.

“Pelaku kembali ke rumahnya tanpa membawa sepeda motor. MA mengatakan kepada korban bahwa sepeda motor jenis Yamaha N-Max tersebut telah hilang saat menarik uang di ATM,” ujarnya.

Korban kemudian membuat laporan ke Polresta Banda Aceh. Namun, dari rekaman CCTV yang dikantongi polisi, didapat bukti bahwa MA telah menyerahkan sepeda motor istrinya itu kepada orang lain. Pelaku lantas ditangkap pada Senin (30/1/2023).

Pengakuan MA, dia telah menggadaikan sepeda motor tersebut kepada Wahyu alias Budi (20) warga Banda Aceh. Wahyu pun kemudian ditangkap polisi di salah satu warung kopi.

Saat diinterogasi, Wahyu mengaku telah menggadaikan motor itu ke SUR (32) yang tinggal dalam satu kamar kos di Lamteumen Timur.

SUR yang juga belakangan diamankan polisi, mengaku motor milik Khairun Nandani ini telah dititipkannya ke EDI S (42), warga Aceh Besar.

“Alasan SUR menitip karena dia hendak pulang ke kampung halamannya di Sumatera Utara. Polisi berhasil mencari EDI. Motor itu tersimpan di kediamannya,” beber Kompol Fadillah.

Menurut Fadillah, pelaku MA dijerat Pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun kurungan penjara. Sementara Wahyu dan SUR, dijerat dengan Pasal 480 KUHP dan diancam empat tahun kurungan penjara.

TAG

Bagikan

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Berita Terbaru

Berita terpopuler

Add New Playlist