MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Minggu, Mei 3, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Headline

Carut-marut Layanan Bank Syariah, DSA Bisa Apa?

Alfath Asmunda by Alfath Asmunda
9 Juni 2023
in Headline
0
Carut-marut Layanan Bank Syariah, DSA Bisa Apa?

Sejumlah pengusaha melakukan pertemuan dengan Dewan Syariah Aceh atau DSA, Jumat 9/6/2023. (foto: masakini.co/Alfath)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Sejumlah pengusaha menyampaikan keluhannya kepada Dewan Syariah Aceh (DSA) soal layanan bank syariah yang dinilai belum berpihak pada pelaku usaha. Misalnya, dari segi produk perbankan hingga transaksi yang kerap bermasalah.

“Produk yang diinginkan tidak tersedia, layanan pengajuan pembiayaan berbelit-belit secara administrasi,” kata seorang pengusaha cafe, Uzair, saat melakukan pertemuan dengan DSA di Kantor Dinas Syariat Islam Aceh, Jumat (9/6/2023).

RelatedPosts

Tuntutan Buruh Soal UMP dan Outsourcing, Pemerintah Tegaskan Ikut Aturan Pusat

Banda Aceh Siap Terapkan WFH ASN Setiap Jumat, Wali Kota Tunggu Aturan Teknis Pusat

Lonjakan Wisatawan ke Sabang, Trip Kapal Ditambah hingga Malam

Menurutnya, layanan bank syariah di Aceh saat ini tidak ramah terhadap pelaku usaha. Contohnya, biaya bagi hasil yang ada di bank syariah ternyata lebih tinggi dari bunga bank konvensional.

“Saya bisa buktikan. Saya nasabah di kedua bank tersebut, tapi bagaimana ruwetnya yang saya hadapi ketika mengajukan pembiayaan di bank syariah,” ujarnya.

Menurut Uzair konversi bank konvensional ke syariah di Aceh beberapa waktu lalu terkesan terburu-buru. Salah satu imbasnya, ketika ada gangguan sistem berdampak besar kepada masyarakat dan pelaku usaha.

Hingga kini pun bank syariah belum mampu mengakomodir pelaku usaha dalam bentuk pembiayaan dan mempermudah dalam bertransaksi.

“Saya tidak anti syariah. Jika kita lihat saat ini penerapan bank syariah bukan masyarakatnya yang tidak siap, melainkan bank syariahnya yang tidak siap,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi UKM IKM Nusantara Aceh, Mussanurvan mengajak Dewan Syariah Aceh turun dan mengawasi langsung ‘dapur’ bank syariah, agar DSA mengerti situasi sistem layanan yang ada di sana.

“DSA harusnya mengecek dapur bank syariah, nanti bakal ketahuan bobroknya dimana, jadi nanti tahu mana yang harus diperbaiki. Tidak hanya mendengar dari sisi DPS (Dewan Pengawas Syariah) bank saja,” ujarnya.

Ketua Hiswana Migas Aceh, Nahrawi Noerdin berharap DSA bisa mengambil kebijakan yang arif terkait persoalan ini, tanpa merugikan pelaku usaha yang jadi ujung tombak perekonomian di Aceh.

“Sebagai Dewan Syariah Aceh, seharusnya bersikap terkait persoalan ini, kalau perlu dibandingkan layanan antara bank syariah dan konvensional, mana yang lebih mencekik masyarakat,” katanya

“Kalau persoalan riba dan segala macamnya itu kami sudah paham. Tapi apakah Bank Syariah yang beroperasi di Aceh saat ini sudah lebih baik?,” tambahnya.

Tanggapan DSA

Menanggapi keluhan para pengusaha tersebut, Ketua Dewan Syariah Aceh, Prof Shabri Abdul Majid mengaku memahami persoalan yang dialami para pelaku usaha tersebut. Ia menyampaikan pada prinsipnya bank syariah itu tidak hanya mencari keuntungan semata, apalagi dengan menjual label “syariah”.

“Tentu kita tidak mau yang hanya menjual islam yang ujung-ujungnya menjual label syariah untuk mencari keuntungan,” ujarnya.

Dewan Syariah Aceh, kata Majid, akan segera menindaklanjuti masukan dan keluhan dari pengusaha Aceh yang bergerak di berbagai bidang tersebut dengan menggelar duduk bersama lintas stakeholder terkait.

“Dalam waktu dekat akan kita duduk bersama 13 bank syariah yang ada di Aceh, pengusaha, MPU, OJK, BI, Pemerintah Aceh, dan kita undang juga DPRA, untuk mencari jalan terbaik. InsyaAllah dalam bulan ini juga akan kita gelar pertemuan itu,” pungkasnya.

Tags: acehBank KonvensionalBank SyariahDewan Syariah AcehDSAPengusaha
Previous Post

Jalan Limpok Belum Diperbaiki, PUPR Aceh Besar Terkendala Anggaran

Next Post

Jelang Final Champions, Martinez Akui Berat Hadapi Manchester City

Related Posts

Kacang Koro Jadi Alternatif Pangan, Tempe Lokal Dikembangkan di Aceh

by Aininadhirah
29 April 2026
0

MASAKINI.CO – Kacang koro mulai dilirik sebagai alternatif pangan lokal yang potensial di Aceh. Komoditas ini dinilai mampu menjadi bahan...

LKPJ 2025 Dipaparkan, Pendapatan Aceh Tembus Target

by Riska Zulfira
7 April 2026
0

MASAKINI.CO - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, memaparkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat...

Stok Hewan Meugang Idul Fitri di Aceh Aman, Sapi Capai 16.381 Ekor

Untuk Kedua Kali, Presiden Salurkan Sapi Meugang ke Aceh Jelang Idulfitri

by Riska Zulfira
18 Maret 2026
0

MASAKINI.CO - Presiden Prabowo Subianto kembali menyalurkan bantuan sapi untuk tradisi meugang di Aceh menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Ini menjadi...

Next Post

Jelang Final Champions, Martinez Akui Berat Hadapi Manchester City

Tipu Puluhan Orang, Calo PPS Ditangkap Polisi Aceh Timur

Tipu Puluhan Orang, Calo PPS Ditangkap Polisi Aceh Timur

Discussion about this post

CERITA

Dari Kuli Panggul ke Pencerita Visual, Perjalanan Sunyi Yulzi di Balik Lensa

1 Mei 2026

Berawal dari Angka Impor, Lahir Tempe Koro dari Dapur Aceh

1 Mei 2026

Latela Donut Olah Labu Jadi Produk Kekinian, Laris di Bazar Banda Experience

23 April 2026

Rumah Dibakar Ayah, Ibu dan Dua Anak Selamat dari Amukan Dini Hari

7 April 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co