MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, Mei 27, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Cerita

Bakhtiar, Melawan Badai Demi Pendidikan Pulau Nasi

Riska Zulfira by Riska Zulfira
25 Juli 2023
in Cerita, Headline
0

Boat penyeberangan dari pelabuhan Ulee Lheu, Banda Aceh menuju Pulo Aceh, Aceh Besar.(Ahmad Mufti/masakini.co)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Baru 10 menit boat meninggalkan pelabuhan Lamteng, Pulo Aceh menuju Banda Aceh. Namun ombak setinggi 2,5 meter datang menghamtam, hujan disertai angin kencang turut serta melanda.

Badai itu membuat boat terombang-ambing di tengah laut. Harusnya waktu perjalanan hanya memakan waktu 1,5 jam, akan tetapi di hari itu menjadi 2,5 jam.

RelatedPosts

Urai Kemacetan di Titik Tersibuk Banda Aceh, PUPR Lanjutkan Pelebaran Jalan T Hasan Dek

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

79 Persen Listrik Aceh Sudah Pulih, Dua Gardu Induk Masih Dalam Proses Penormalan

Tangisan anak-anak seketika pecah disertai lantunan zikir terdengar dari puluhan penumpang.

Ajal tak datang. Nakhoda pilih dekati Sabang, agar lepas dari cengkraman badai.

Pengalaman menegangkan itu dirasakan Bakhtiar (46), enam bulan pasca menerima SK pemindahan tugas sebagai kepala sekolah di Pulo Aceh.

Ia ingat benar, peristiwa itu terjadi jelang Hari Raya Idul Adha. Ia sempat pasrah, andai tak lagi berjumpa keluarga.

“Kejadian itu pada tahun 2018 pada hari Meugang Idul Adha,” kata Bakhtiar, Senin (24/7/2023).

Padahal sebelum berlayar, cuaca di Pulo Aceh sangat baik. Namun tak disangka badai begitu cepat menghampiri.

Pengalaman itu, tak membuat tekad Bakhtiar surut untuk membangun pendidikan di Pulo Aceh.

Bakhtiar mengabdi sebagai kepala sekolah Masrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 47 Aceh Besar di Pulau Nasi, Kecamatan Pulo Aceh, Aceh Besar.

Pria asal Simpang Tiga, Aceh Besar ini mengaku sudah lima tahun menjadi kepala sekolah di sana. Mengajar di kawasan terpencil baginya bukan persoalan mudah.

Bakhtiar, Kepala Sekolah MIN 47 Aceh Besar.(dok.pribadi)

“31 Januari SK saya keluar dan Maret 2018 saya diantar ke Pulo Aceh,” ucapnya.

Begitu banyak kendala yang dirasakan Bakhtiar, tak hanya cuaca yang kerap kali tidak mendukung, bantuan sarana dan prasarana sekolah ia pimpin itupun tidak sesuai harapan.

Bakhtiar menceritakan, sekolahnya bangunan reyot yang dimakan usia dengan kondisi cat yang terkelupas hingga atap bangunan yang hampir jebol.

Saat mengajar sering was-was dan takut bila bagian plafon jatuh mengenai siswa. Kerusakan itu telah terjadi sejak 2012 silam, namun hingga saat ini belum ada perbaikan sama sekali. “Malah semakin rusak,” katanya.

Tak hanya itu, fasilitas lainnya seperti kursi dan toilet yang digunakan juga sangat memprihatinkan. Malahan kursi siswa tidak cukup sehingga mereka mengupayakan dengan memperbaiki kursi yang tak lagi digunakan.

Menurut Bakhtiar, hal itu disebabkan, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dikucurkan untuk MIN 47 hanya sedikit.

Namun ia tak menapik bahwa siswa yang mengenyam pendidikan disitu hanya berjumlah 44 siswa. “Jika murid sedikit dana BOS juga sedikit,” ungkap Bakhtiar.

Apalagi kapasitas anak setiap kelasnya sekitar 10 orang dan ada juga yang empat siswa dalam satu kelas.

“Bahkan pernah tidak ada murid sama sekali, dan tahun ini yang mendaftar hanya 2 murid,” sebutnya.

Mirisnya, akibat tidak adanya dana, lanjut Bakhtiar, upah yang diberikan bagi guru honorer terkadang juga tidak mencukupi.

“Kami kini sangat membutuhkan dana,” ucapnya.

Di Pulau Nasi ada tiga Sekolah Dasar, 1 MIN, 1 SMP dan 1 SMA. Selain kekurangan fasilitas, jumlah pengajar di sekolah MIN 47 juga minim.

Kini di sana hanya ada 12 orang pengajar yang didominasi warga Banda Aceh dan Aceh Besar (bukan perbatasan laut).

“Jika tenaga honorer satu orang dari Pulo Aceh,” sebutnya.

Tenaga pengajar juga tidak cukup, sehingga sering merangkap kerjaan. Kini Mereka masih membutuhkan tambahan lima orang untuk mencukupi kuota.

“Karena selama ini guru kelas merangkap semuanya,” tukasnya.

Terakhir, ia menyayangkan, meski berada di wilayah terpencil dan memiliki SK sekolah terpencil akan tetapi dana untuk SK itu tidak ada. Untuk itu ia menaruh harapan agar disediakan dana untuk sekolah tersebut.

“Kami sangat bertekad sekolah ini dapat lebih baik, dan dana yang dikucurkan juga ada sehingga bisa merenovasi bangunan sekolah,” tutupnya.

Tags: Aceh BssarDaerah TerpencilMin 47 Pulo NasiPendidikan Pulau Terluarpulau nasiPulo Aceh
Previous Post

Barak Pekerja Pesantren Dar Maryam Aceh Besar Terbakar, 1 Motor Hangus

Next Post

Kadis Pendidikan Aceh Tengah Jadi Tersangka Korupsi

Related Posts

Pemkab Aceh Besar Kucurkan Rp20 Miliar, Pulo Aceh Dikebut dari Jalan hingga Irigasi

by Redaksi
28 April 2026
0

MASAKINI.CO - Pemerintah Kabupaten Aceh Besar menggelontorkan anggaran lebih dari Rp20 miliar untuk mempercepat pembangunan di Kecamatan Pulo Aceh pada...

Mantan Pj Keuchik Gampong Seurapong Segera Disidangkan atas Dugaan Korupsi Dana Desa

by Riska Zulfira
14 Januari 2026
0

MASAKINI.CO - Kejaksaan Negeri Aceh Besar memastikan mantan Penjabat (Pj) Keuchik Gampong Seurapong, Kecamatan Pulo Aceh, berinisial AB (40), akan...

Gubernur Aceh Dorong Pengembangan Sekolah Rakyat di Daerah Terpencil

Gubernur Aceh Dorong Pengembangan Sekolah Rakyat di Daerah Terpencil

by Riska Zulfira
8 September 2025
0

MASAKINI.CO - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), menekankan pentingnya percepatan pembangunan dan pengembangan sekolah rakyat sebagai salah satu prioritas pembangunan...

Next Post
Kadis Pendidikan Aceh Tengah Jadi Tersangka Korupsi

Kadis Pendidikan Aceh Tengah Jadi Tersangka Korupsi

Pj Gubernur Aceh Teken Kontrak Migas Blok Bireuen-Sigli

Pj Gubernur Aceh Teken Kontrak Migas Blok Bireuen-Sigli

Discussion about this post

CERITA

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

24 Mei 2026

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...