MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, Februari 25, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Sarjana di Aceh Sulit Dapat Kerja, Ini Solusinya*

Redaksi by Redaksi
2 Juni 2024
in News
0

Aininadhirah

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Minimnya perusahaan swasta di Aceh telah menjadi salah satu faktor banyak sarjana tidak mendapatkan lowongan kerja.

Lapangan kerja di Aceh sempit. Maka banyak anak muda atau orang dewasa mencari kerja di perantauan hingga luar negeri.

RelatedPosts

Jelang Berbuka, Rumah Warga di Darussalam Aceh Besar Ludes Terbakar

BBPOM Aceh Temukan 38 Produk Bayi Kedaluwarsa, Dua Retail di Aceh Besar Langgar Ketentuan

Wagub Aceh Minta Percepatan Nasional Pembangunan Huntap dan Sinkronisasi Data Pascabencana

Mungkin jika memang ada lowongan pekerjaan yang banyak disediakan di Aceh ini di sektor perdagangan, atau jasa menjadi baby sister, Asisten Rumah Tangga (ART) atau buruh.

Sementara ramai generasi muda di Aceh sudah menyiapkan pendidikan dan skill. Sayangnya mereka tidak mendapatkan tempat bekerja sesuai kompetensi.

80 persen mahasiswa di Indonesia bekerja tidak sesuai dengan jurusan kuliahnya. Hal ini sempat disinggung oleh Menteri pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek), Nadiem Makarim dalam tayangan Universitas Sumatera Utara.

Beberapa faktor menyebabkan sarjana tak dibutuhkan di tempat kerja, diantaranya pekerjaan digantikan robot. Bahkan ada hasil riset yang menyebutkan tahun 2030 mendatang akan banyak pekerjaan yang akan digantikan oleh robot.

Mungkin beberapa sarjana dari jurusan tertentu yang masih banyak dibutuhkan seperti teknik informatika.

Faktor minimnya lapangan kerja merekrut sarjana juga disebabkan faktor dalam dirinya sendiri. Misalnya, saat berstatus mahasiswa tidak mengasah skill. Sehingga saat bergelar sarjana tidak tahu skillnya apa.

Tidak sedikit dari sarjana yang tidak tahu skill mereka dimana sehingga tidak tahu ingin bekerja di mana. Selain itu, ketika ada kesempatan untuk bekerja atau dibuka lowongan kerja, satu kursi itu direbutkan ribuan sarjana.

Menurut saya, untuk sarjana yang belum mendapatkan pekerjaan mereka bisa membuka lapangan pekerjaan sendiri. Bagi sarjana dari jurusan seperti manajemen atau bisnis mereka bisa membuka perusahaan swasta sehingga mereka bisa merekrut banyak sarjana dari program studi lain yang dibutuhkan di perusahaan mereka.

Jika hanya berharap kepada perusahaan dalam negeri, sepertinya untuk sarjana ke depan sudah tidak dibutuhkan lagi. Maka perlu mengubah mindset setiap sarjana itu harus memiliki skill dalam berbisnis sehingga mereka bisa membuka lowongan pekerjaan sendiri dan memperkerjakan sarjana lain.

Di Aceh masih sangat sedikit perusahaan padahal dalam satu perusahaan itu bisa membutuhkan banyak sumber daya manusia. Perusahaan di Aceh rata-rata semuanya milik negara sangat jarang kita dapatkan perusahaan milik pribadi.

Selain menciptakan lowongan pekerjaan untuk orang lain berbisnis juga bisa mendapatkan keuntungan, seperti memiliki waktu luang untuk keluarganya, memiliki kebebasan untuk berlatih inovasi dan kreasi bisnis, menjadi bos atau pemimpin di bisnis milik pribadi.

Akan tetapi menjadi pemimpin perusahaan itu juga sangat susah, seorang pebisnis sudah pasti harus memiliki kecerdasan dalam menata ekonomi, bisa memprediksi ekonomi dan membuat keputusan bisnis yang tepat.

Selanjutnya pebisnis juga harus pandai dalam menganalisis data. Ini dapat membantu seorang wirausaha untuk memahami kebutuhan pasar dan mengikuti kinerja bisnis.

Seorang pebisnis harus mampu untuk berkomunikasi dengan efektif. Ini bisa membantu mereka untuk membangun hubungan dengan audiens, menyampaikan ide dan tujuan bisnis dengan jelas, serta memahami kebutuhan dan harapan audiens.

Pebisnis juga harus memahami tentang kecerdasan emosional, sehingga bisa membantu untuk mengelola pikirannya agar tidak stres karena menjadi seorang pebisnis adalah keputusan yang sangat berat.

Maka sudah seharusnya para sarjana bahkan calon sarjana ke depan yang lahir dari generasi Aceh ini harus mengubah mindset, “jangan berharap pekerjaan dari kuliah, tetapi kuliah untuk menciptakan pekerjaan.”

Dan saran dari saya untuk calon sarjana, jangan sia-siakan waktu selama di bangku kuliah. Upgrade skill anda agar menjadi orang yang berpengaruh bagi orang lain. Dan sebaiknya ciptakan pekerjaan untuk diri kita sendiri serta orang sekitar yang membutuhkan.

*) Opini: Aininadhirah, Mahasiswi Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam, UIN Ar Raniry

Tags: AininadhirahLapangan KerjaMahasiswi Prodi Komunikasi dan Penyiaran IslamSarjanaUIN AR RANIRY
Previous Post

Persiapan Kualifikasi Piala Dunia, Indonesia Laga Latih Dengan Tanzania

Next Post

AMANAH dan IFC Kolaborasi Gelar Pelatihan Fashion Designer

Related Posts

Ribuan Peserta Ikuti Iftar Gratis Hari Ke-4 di UIN Ar-Raniry, Donatur UEA Tinjau Langsung

by Aininadhirah
23 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Program iftar gratis di UIN Ar-Raniry Banda Aceh memasuki hari ke-4 pelaksanaan, dengan dihadiri pimpinan serta tim donatur...

842 Mahasiswa UIN Ar-Raniry Terdampak Banjir Terima Pembayaran UKT Tahap I

842 Mahasiswa UIN Ar-Raniry Terdampak Banjir Terima Pembayaran UKT Tahap I

by Ulfah
23 Februari 2026
0

MASAKINI.CO — Sebanyak 842 mahasiswa UIN Ar-Raniry yang terdampak banjir dan longsor di Aceh telah menerima pembayaran Uang Kuliah Tunggal...

UIN Ar-Raniry Siapkan 2.000 Paket Iftar per Hari, Terbuka untuk Mahasiswa dan Warga Sekitar

by Redaksi
20 Februari 2026
0

MASAKINI.CO – UIN Ar-Raniry menyiapkan 2.000 paket berbuka puasa (iftar) setiap hari selama Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan ini dipusatkan di...

Next Post

AMANAH dan IFC Kolaborasi Gelar Pelatihan Fashion Designer

Jemaah Haji Aceh dapat Rp6,5 Juta Dana Wakaf Baitul Asyi

Jemaah Haji Aceh dapat Rp6,5 Juta Dana Wakaf Baitul Asyi

Discussion about this post

CERITA

Ismatul Rahmi pemeran Hasanah dalam dokudrama NOEH | Foto: dok pribadi

Air Mata Hasanah, Luka yang Tak Terlihat dalam Film Noeh

17 Februari 2026

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

14 Februari 2026

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

4 Februari 2026

Ramadan di Tenda: Harapan Pengungsi Kalasegi untuk Rumah yang Terlambat Datang

3 Februari 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co