MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Kamis, Oktober 15, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Cerita

Gurun Putri Lestari, Tempat Wisata Keluarga di Aceh Besar

Alfath Asmunda by Alfath Asmunda
27 Agustus 2024
in Cerita
0
Gurun Putri Lestari, Tempat Wisata Keluarga di Aceh Besar

Suasana pemandangan alam di Gurun Putih Lestari, Jantho, Aceh Besar. (foto: IG/aanpixx)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Rasa cintanya kepada binatang, Tgk Abdul Hafidh Al Fairusy Al Baghdadi atau akrab disapa Cut Fit, tak segan merogoh kocek hingga miliaran rupiah untuk membangun taman safari di Gampong Cucum, Jantho, Aceh Besar.

Taman safari itu diberi nama Gurun Putih Lestari (GPL). Di taman safari ini, Cut Fit mengoleksi ratusan spesies burung, mamalia, dan satwa langka.

RelatedPosts

Kisah Abdul Majid, 21 Tahun Menyambung Alas Kaki demi Menghidupi Keluarga

PFI Malang Rekam Cerita di Balik Pangan Lewat Pameran Foto

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

Kebun binatang yang memiliki luas 60 hektar itu juga dikemas dengan balutan taman bunga yang indah. Ragam bunga dari berbagai daerah di Indonesia tumbuh subur di sana.

Tak bisa dipungkiri, saat ini taman safari GPL adalah satu-satunya taman margasatwa terbesar dan bertaraf internasional di Aceh.

“Rasa sayang beliau kepada binatang yang membuat tempat ini ada. Itu muncul sejak beliau kecil,” kata manajer safari GPL, Munawar.

Resmi dibuka untuk umum pada 2019 silam, taman safari GPL cepat menyita perhatian publik. Lokasi itu langsung menjadi ikon wisata baru di Aceh. Cukup membayar Rp30 ribu sebagai biaya tiket masuk, masyarakat dapat menyaksikan langsung koleksi berbagai macam satwa di taman safari tersebut.

Salah satu koleksi binatang di Gurun Putih Lestari, Jantho, Aceh Besar. (foto: IG/gurun putih lestari)

Dari pusat kota Jantho, untuk menjangkau taman safari ini cuma butuh waktu sekitar 15 menit. Sepanjang perjalanan ke sana di kiri-kanan banyak terdapat kebun warga. Jalannya mulus beraspal dengan kontur perbukitan.

Di kawasan taman safari GPL ini berdiri terbentang Bukit Barisan yang mengeluarkan hawa sejuk khas pegunungan. Suasana asri di sekeliling taman yang banyak ditanami pohon ini, semakin membuat pengunjung betah berlama-lama di sana.

Pengelola juga mendirikan kafe dengan ragam makanan dan pondok-pondok kecil sebagai tempat bersantai pengunjung.

Menurut Munawar, kebun binatang tersebut mengoleksi satwa yang berasal dari dalam dan luar negeri, seperti; burung unta (Timur Tengah), burung rhea (Amerika Selatan), burung emu (Australia), dan kasuari (Papua).

Ada juga burung merak, rusa, kambing batu, domba merino, berang-berang, monyet dan satwa lainya. “Tujuan dari membangun kebun binatang ini untuk melestarikan dan menyelamatkan satwa langka dari kepunahan,” ujarnya.

Terbaru, tutur Munawar koleksi satwa yang didatangkan ke taman safari Gurun Putih Lestari cukup menyita waktu pihaknya dalam pengurusan. Sebab, saat itu pandemi Covid-19 sedang melanda dunia.

Koleksi teranyar ini adalah empat ekor Singa Afrika, masing-masing sepasang. Jauh diterbangkan dari Cekoslowakia pada Oktober 2021 lalu, salah satu pasangan ‘raja hutan’ itu kini punya seekor anak yang lahir di taman safari GPL.

Pengunjung tak perlu khawatir soal keamanan saat melihat lebih dekat hewan-hewan di kebun binatang ini. Sebab semua hewan itu ditempatkan di dalam kandang besi.

Munawar menuturkan, sang empunya kebun binatang ingin apa yang telah dicetusnya ini bisa bermanfaat ke masyarakat, terutama untuk menambah pengetahuan tentang satwa.

Rumah tempat ratusan burung merpati di Gurun Putih Lestari, Jantho, Aceh Besar. (foto: dok masakini.co)

Selain menjadi tujuan rekreasi masyarakat, taman safari GPL juga terbuka sebagai tempat riset bagi para akademisi ataupun mahasiswa di Aceh. Tapi tentu ada aturan yang harus dipenuhi dulu sebelum melakukan kegiatan akademik di sana.

Semangat keterbukaan taman safari ini menjadi objek ekowisata, sejalan dengan program Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh yang gencar mendukung destinasi wisata yang tak hanya memberi pengalaman unik kepada pelancong, melainkan juga bisa memberi nilai tambah berupa edukasi.

“Destinasi begitu hebat di Aceh ini dengan kekuatan alamnya yang mungkin tidak dimiliki daerah lain,” kata Kepala Disbudpar Aceh Almuniza Kamal.

Menurutnya, pengembangan ekowisata justru akan membuka peluang lain agar wisatawan lokal dan mancanegara datang ke Aceh. Namun tentu kedatangan wisatawan ini harus mematuhi tata nilai di destinasi ekowisata tersebut berada.

“Bagaimana kita mengemas produk ekowisata ini sehingga berdaya nilai jual tinggi, tentu ini perlu kolaborasi bersama,” pungkasnya.

Tags: Aceh BesarDisbudpar AcehEkowisataGurun Putih LestariTaman SafariWisatawan
Previous Post

Jelang Sore, Api PON Tiba di Aceh Jaya

Next Post

Pilkada Banda Aceh: Koalisi Partai Pendukung Illiza-Afdhal Semakin Ramai

Related Posts

BGN Resmikan 980 Dapur MBG di 16 Provinsi, Aceh Besar Jadi Pusat Kegiatan

by Redaksi
14 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Badan Gizi Nasional (BGN) meresmikan 980 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara serentak di 16 provinsi, Rabu (14/10/2026). Pengembangan...

BGN Tegaskan Penerima MBG Harus Terdata, Sekolah Diminta Perbarui Data Siswa

by Ahmad Mufti
14 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) hanya diberikan kepada penerima manfaat yang identitasnya tercatat dan...

Geulayang Tunang Kembali Semarak di Aceh Besar, Tradisi Pascapanen yang Terus Dijaga

by Riska Zulfira
13 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Layang-layang kembali menghiasi langit Gampong Reuleung Geulumpang, Kecamatan Kuta Malaka, Aceh Besar, Senin (12/10/2026). Puluhan peserta dari berbagai...

Next Post

Pilkada Banda Aceh: Koalisi Partai Pendukung Illiza-Afdhal Semakin Ramai

Israel Operasi Besar di Tepi Barat yang Diduduki, Sejumlah Warga Tewas

Discussion about this post

CERITA

Kisah Abdul Majid, 21 Tahun Menyambung Alas Kaki demi Menghidupi Keluarga

14 Oktober 2026

PFI Malang Rekam Cerita di Balik Pangan Lewat Pameran Foto

25 September 2026

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

16 September 2026

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...