MASAKINI.CO – Sekolah Rakyat Terintegrasi Tiga (SRT 3) Provinsi Aceh menjadi salah satu upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Melalui pendidikan akademik dan pembentukan karakter, sekolah ini diharapkan membantu peserta didik meraih masa depan yang lebih baik sekaligus memutus mata rantai kemiskinan.
Dukungan terhadap program tersebut disampaikan Staf Ahli Bupati Aceh Besar Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Fata Muhammad, saat membuka kegiatan open house SRT 3 Provinsi Aceh di Gampong Tumbo, Kecamatan Kuta Malaka, Aceh Besar, Sabtu (17/10/2026).
Fata mengatakan setiap anak berhak memperoleh pendidikan yang layak tanpa terhalang kondisi ekonomi keluarganya. Karena itu, keberadaan Sekolah Rakyat perlu didukung bersama agar anak-anak dari keluarga kurang mampu memiliki kesempatan mengembangkan potensi dan meraih cita-cita.
“Pendidikan merupakan salah satu kunci utama dalam memutus mata rantai kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas,” kata Fata.
Menurutnya, pendidikan di Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter, kedisiplinan, kepercayaan diri, dan kemandirian siswa.
Ia menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman serta mendukung perkembangan peserta didik.
Kepala SRT 3 Provinsi Aceh, Sri Amalia, mengatakan sekolah tersebut hadir untuk mendorong perubahan kehidupan keluarga kurang mampu melalui akses pendidikan berkualitas. Anak-anak dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan terbawah, terutama kelompok desil 1 dan 2, perlu memperoleh kesempatan belajar yang setara agar mampu berkembang dan bersaing.
“Setiap anak, tanpa memandang latar belakang sosial maupun ekonomi, jika memiliki kesempatan mengakses pendidikan berkualitas, akan mampu berkembang dan bersaing setara dengan anak-anak lainnya,” ujar Sri.
Ia menjelaskan, pembelajaran di SRT 3 tidak hanya mencakup kemampuan baca, tulis, dan hitung, tetapi juga penanaman karakter, moral, serta rasa percaya diri. Melalui pendidikan tersebut, siswa diharapkan berani menetapkan cita-cita dan berusaha mewujudkannya.
Kegiatan open house digelar untuk memperkenalkan lingkungan sekolah, fasilitas, dan proses pembelajaran kepada masyarakat. Kegiatan serupa juga dilaksanakan secara serentak di 182 lokasi Sekolah Rakyat di berbagai daerah di Indonesia dengan tema “Dulu Kami Bermimpi, Kini Kami Berani”.
Ketua DPRK Aceh Besar, Abdul Muchti, yang turut hadir dalam kegiatan itu, mengingatkan para siswa agar tidak menjadikan keterbatasan keluarga sebagai penghalang untuk meraih masa depan.
Ia meminta para siswa memanfaatkan kesempatan pendidikan dengan sungguh-sungguh dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan selama proses belajar.
Pemerintah Kabupaten Aceh Besar menyatakan dukungan terhadap upaya perluasan akses pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kolaborasi dengan pemerintah pusat, Pemerintah Aceh, satuan pendidikan, serta masyarakat diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program Sekolah Rakyat.









Discussion about this post