MASAKINI.CO – Sebanyak 20 pelajar meraih medali dalam Olimpiade Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah Provinsi Aceh 2026. Mereka terdiri atas empat peraih emas, delapan perak, dan delapan perunggu setelah melewati seleksi hingga babak final tingkat provinsi.
Pengumuman pemenang tersebut menjadi bagian dari kegiatan final dan penutupan Olimpiade CBP Rupiah Aceh 2026 yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh, Sabtu (17/10/2026).
Plh. Kepala Perwakilan BI Provinsi Aceh, Hertha Bastiawan, mengatakan olimpiade ini menjadi salah satu upaya BI untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran pelajar mengenai pentingnya mencintai, bangga, dan memahami Rupiah.
Pada tahun pertama penyelenggaraannya, olimpiade ini diikuti 510 peserta dari 51 sekolah. Setelah melalui seleksi tingkat kabupaten/kota secara daring menggunakan Computer Based Test (CBT), sebanyak 84 peserta dari 32 sekolah berhasil melaju ke babak final tingkat provinsi yang berlangsung secara luring di Kantor Perwakilan BI Provinsi Aceh.
“Kegiatan Olimpiade ini menjadi olimpiade CBP pertama di Indonesia,” katanya.
Pelaksanaan tahun ini difokuskan di Banda Aceh, Aceh Besar, Sabang, dan Pidie sebagai wilayah percontohan. Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh, Dinas Pendidikan Aceh, sekolah, guru, dan siswa.
Hertha menjelaskan, olimpiade dirancang dengan memadukan edukasi dan kompetisi untuk menarik minat generasi muda dalam memahami Rupiah. Melalui pendekatan tersebut, pelajar diharapkan tidak hanya memperoleh prestasi, tetapi juga menerapkan perilaku yang mencerminkan kecintaan terhadap Rupiah dalam kehidupan sehari-hari.
Penguatan edukasi kepada remaja dinilai penting karena kelompok usia 10–24 tahun di Aceh mencapai sekitar 1,4 juta jiwa atau 25,87 persen dari total penduduk. Selain itu, hasil survei Indeks CBP Rupiah BI Aceh menunjukkan nilai indeks pada 2025 sebesar 76,69, turun dari 79,36 pada 2024. Kelompok remaja juga mencatat indeks lebih rendah dibandingkan kelompok responden lainnya.
BI Aceh berharap Olimpiade CBP Rupiah dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak sekolah dan peserta pada tahun-tahun berikutnya. “Harapannya edukasi ini menumbuhkan kebiasaan merawat uang, mengenali keasliannya, serta memahami fungsi Rupiah sebagai mata uang negara,” jelasnya.
Hertha turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan olimpiade, mulai dari instansi pemerintah, satuan pendidikan, guru, hingga para peserta.








Discussion about this post