MASAKINI.CO – Penurunan harga material bekas tidak menyurutkan usaha pemilahan sampah di Gampong Jawa, Banda Aceh. Warga setempat tetap menjalankan usaha ini sebagai sumber penghasilan dengan memilah plastik, atom, dan besi untuk dijual kembali kepada pengepul atau pabrik.
Salah satu pemilik usaha, Ratna Dewi, mengatakan harga material bekas kini lebih rendah dibandingkan sebelumnya. Plastik dan atom saat ini dihargai sekitar Rp2.000 per kilogram, sedangkan besi berkisar Rp3.500 hingga Rp4.000 per kilogram.
“Dulu harganya masih mahal kalau dijual, bisa tembus Rp6.000 per kilo. Sekarang dengan kondisi ekonomi begini, harganya ikut turun. Namun, mau bagaimana lagi, memang sudah risiko pekerjaan ini,” kata Ratna, Sabtu (17/10/2026).
Ratna telah menjalankan usaha tersebut selama enam tahun. Ia mengatakan, sedikitnya terdapat delapan gudang pemilahan sampah di sepanjang jalan Gampong Jawa yang menjadi tempat warga mengolah material bekas.
Material yang masuk berasal dari petugas pengangkut sampah kota. Di gudang, barang-barang tersebut kembali dipilah berdasarkan jenisnya, dibersihkan, lalu dikemas sebelum dijual.
Usaha milik Ratna melibatkan 12 orang, termasuk dirinya dan suaminya. Para pekerja menerima upah harian Rp110.000 untuk laki-laki dan Rp90.000 untuk perempuan.
“Gudang kami ini sudah enam tahun. Awalnya saya memang bekerja seperti ini, tetapi dulu di rumah. Sekarang baru ada rezeki untuk punya gudang,” ujarnya.
Selain menjadi sumber penghasilan, usaha pemilahan tersebut turut membantu mengurangi material yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA). Barang yang masih memiliki nilai jual dapat dipisahkan untuk dimanfaatkan kembali.
Penulis: Alya Ulfa








Discussion about this post