MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Senin, November 2, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Lima Sekolah Rakyat di Aceh Beroperasi, Sudah Tampung 1.932 Siswa

Riska Zulfira by Riska Zulfira
2 November 2026
in News
0

Kawasan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Nagan Raya yang terlihat dari udara, memperlihatkan jajaran gedung sekolah beserta lapangan dan fasilitas penunjang kegiatan pendidikan | Foto: Tim Kompu Satker PPS Aceh

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Lima Sekolah Rakyat permanen yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Aceh telah beroperasi dan dimanfaatkan oleh 1.932 siswa dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Kelima sekolah tersebut tersebar di Kabupaten Bireuen, Aceh Besar, Nagan Raya, Kota Lhokseumawe, dan Kota Subulussalam. Pembangunannya dilaksanakan melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Aceh.

RelatedPosts

Kantor PKK Gampong Aneuk Galong Titi Terbakar

Tersengat Listrik Saat Perbaiki Atap Garasi, Buruh di Aceh Alami Luka Bakar

Harga Emas Turun, Kesempatan Menambah Tabungan?

Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Aceh, Syarifah Rahimah, mengatakan seluruh sekolah yang dibangun pada tahap kedua tersebut telah digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

“Kelima lokasi yang dibangun pada tahap kedua ini sudah beroperasi dan telah dimanfaatkan oleh siswa,” kata Syarifah, Senin (2/11/2026).

Berdasarkan data yang disampaikan Syarifah, jumlah siswa di lima sekolah tersebut terdiri atas 434 orang di Bireuen, 426 orang di Aceh Besar, 341 orang di Lhokseumawe, 330 orang di Nagan Raya, dan 401 orang di Subulussalam.

Setiap kompleks Sekolah Rakyat dirancang dengan sistem berasrama yang mengintegrasikan jenjang pendidikan SD, SMP, dan SMA. Masing-masing sekolah memiliki kapasitas hingga 1.080 siswa. Dengan demikian, lima sekolah tersebut diproyeksikan mampu menampung total 5.400 siswa.

Program Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, khususnya kelompok desil 1 dan 2. Dalam program ini, Kementerian PU bertanggung jawab membangun sarana dan prasarana, sedangkan pengelolaan serta operasional pendidikan berada di bawah Kementerian Sosial.

Fasilitas yang tersedia mencakup gedung pendidikan untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, asrama putra dan putri, serta rumah susun guru. Kompleks sekolah juga dilengkapi gedung serbaguna, masjid, kantin, dapur, gudang, lapangan olahraga, dan berbagai fasilitas penunjang lainnya.

Salah satu sekolah yang telah beroperasi adalah Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Nagan Raya di Kecamatan Suka Makmue. Wakil Humas sekolah tersebut, M Rizki Asyifa, mengatakan kehadiran Sekolah Rakyat membuka kesempatan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk kembali mengakses pendidikan.

Menurut Rizki, sejumlah siswa sebelumnya belum memiliki kemampuan dasar membaca dan berhitung. Melalui pendampingan di sekolah, mereka mulai mendapatkan pembelajaran sesuai kebutuhan masing-masing.

“Dengan adanya sekolah ini, mereka bisa kembali merasakan bangku pendidikan. Ada siswa yang sebelumnya belum bisa membaca dan berhitung, tetapi sekarang sudah mulai kami ajarkan,” kata Rizki.

Selain pendidikan formal, siswa juga mendapatkan fasilitas asrama, pakaian sekolah, kebutuhan pribadi, serta makanan tiga kali sehari dan makanan ringan dua kali sehari.

Pihak sekolah turut memberikan pendampingan untuk membantu siswa beradaptasi dengan kehidupan asrama. Pada masa awal pendidikan, orang tua diberi kesempatan mengunjungi anak-anak mereka setiap Sabtu dan Ahad.

Pembinaan juga dilakukan melalui kegiatan keagamaan, pengajian setelah salat Subuh dan Magrib, serta pendampingan wali asuh dan wali asrama untuk membangun kedisiplinan dan kemandirian siswa.

“Alhamdulillah, beberapa di antaranya sudah bisa membaca. Jadi, kehadiran Sekolah Rakyat ini sangat membantu anak-anak yang sebelumnya tidak mendapatkan akses pendidikan,” ujar Rizki.

Tags: akses pendidikan AcehKementerian PUKementerian Sosiallima Sekolah Rakyatpendidikan anak miskinpendidikan berasramaSekolah Rakyat AcehSekolah Rakyat Terintegrasi
Previous Post

Tersengat Listrik Saat Perbaiki Atap Garasi, Buruh di Aceh Alami Luka Bakar

Next Post

Kantor PKK Gampong Aneuk Galong Titi Terbakar

Related Posts

Sekolah Rakyat Aceh Buka Akses Pendidikan bagi Anak Keluarga Kurang Mampu

by Ahmad Mufti
18 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Sekolah Rakyat Terintegrasi Tiga (SRT 3) Provinsi Aceh menjadi salah satu upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari...

Kemensos Targetkan 150 Ribu Anak Putus Sekolah Masuk Sekolah Rakyat pada 2027

by Ahlul Fikar
10 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Kementerian Sosial (Kemensos) menargetkan lebih dari 150 ribu anak kurang mampu dan putus sekolah di berbagai daerah dapat...

Pondasi Miring, Kementerian PU Segera Perkuat Jembatan Enang-Enang

by Redaksi
9 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) segera memperkuat struktur Jembatan Enang-Enang di Kabupaten Bener Meriah setelah hasil peninjauan menunjukkan pondasi...

Next Post

Kantor PKK Gampong Aneuk Galong Titi Terbakar

Discussion about this post

CERITA

Di Sudut Punti, Rindu yang Panjang Menemukan Tempat untuk Pulang

2 November 2026

Menyusuri Kisah di Balik Nama Pulau Rubiah

28 Oktober 2026

Dari Lumpur Banjir, Kebun Edukasi MIN 42 Bireuen Tumbuhkan Semangat Baru

27 Oktober 2026

Gampong Nusa, Merawat Tradisi Aceh Lewat Wisata Budaya dan Permainan Masa Kecil

26 Oktober 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co